Belanja

Tentang Komunitas Salihara

Komunitas Salihara adalah sebuah pusat seni yang berkiprah sejak 08 Agustus 2008, dan pusat seni multidisiplin swasta pertama di Indonesia.

            Berlokasi di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.800 m2 di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kompleks Komunitas Salihara terdiri atas empat unit bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, Anjung Salihara dan ruang perkantoran. Saat ini, Teater blackbox Salihara adalah satu-satunya yang ada di Indonesia. Sementara Sejak 2014 Kompleks Salihara diperluas dengan bangunan baru: Anjung Salihara. Di dalamnya terdapat Studio Tari, Studio Musik, Wisma Seni, Ruang Serbaguna dan Teater Anjung.

            Komunitas Salihara dibentuk oleh sejumlah sastrawan, seniman, jurnalis, dan peminat seni. Sejak berdiri, Komunitas Salihara telah menampilkan berbagai macam acara seni dan pemikiran; sebagian datang dari mancanegara dan berkelas dunia pula.

            Pernah didapuk sebagai “The Best Art Space” (2010) oleh majalah Time Out Jakarta dan sebagai satu dari “10 Tempat Terunik di Jakarta” (2010) versi Metro TV, arsitektur Komunitas Salihara juga dinobatkan sebagai “Karya arsitektur yang menerapkan aspek ramah lingkungan” oleh Green Design Award 2009.

            Saat ini Komunitas Salihara banyak dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menikmati program-program kesenian dan pemikiran, klasik dan mutakhir, dan bermutu tinggi. Di samping itu, Komunitas Salihara menjadi tempat berkumpul bagi berbagai kelompok minat—misalnya sastrawan, pembuat film, koreografer, arsitek muda, peminat filsafat, penerjemah, pencinta buku dan lain-lain.

            Komunitas Salihara dapat juga disebut pusat kebudayaan alternatif: ia tidak dimiliki oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah ataupun kedutaan asing.

            Visi Komunitas Salihara adalah memelihara kebebasan berpikir dan berekspresi, menghormati perbedaan dan keragaman, serta menumbuhkan dan menyebarkan kekayaan artistik dan intelektual. Kami perlu menegaskan visi ini, karena di Indonesia saat ini, yang sudah menjalankan demokrasi elektoral dalam dua dasawarsa terakhir, kebebasan berpikir dan berekspresi masih sering terancam dari atas (dari aparat Negara) maupun dari samping (dari sektor masyarakat sendiri, khususnya sejumlah kelompok yang mengatasnamakan agama dan suku).

            Dalam pemrograman, Komunitas Salihara memprioritaskan kesenian-kesenian baru. Kebaruan ini adalah, bagi kami, bukan hanya menandakan masyarakat pendukung kesenian yang dinamis, tapi juga sikap kreatif terhadap berbagai warisan kesenian Indonesia dan dunia. Komunitas Salihara mengajak penonton untuk mendukung kebaruan ini. Namun diperlukan proses yang agak panjang untuk mencapai situasi ideal ini. Karena itu, Komunitas Salihara masih menampilkan kesenian yang bersifat “biasa”, yang kami anggap bisa menjadi jembatan bagi penonton umum untuk menuju kesenian baru yang kami maksud. Dengan demikian, kami berharap, pada tahun-tahun mendatang, Komunitas Salihara dapat mementaskan lebih banyak lagi kesenian baru dan memperluas lingkaran penonton yang berwawasan baru pula.

            Dalam menjalankan program-programnya, Komunitas Salihara dibantu oleh berbagai lembaga, terutama lembaga-lembaga swasta maupun perorangan. Di samping itu Komunitas Salihara selalu berusaha bekerja sama dengan sejumlah lembaga asing—misalnya pusat-pusat kebudayaan asing yang ada di Jakarta—untuk mendatangkan sejumlah kelompok ke Indonesia.

 

Program Komunitas Salihara

Dalam satu tahun, Komunitas Salihara menampilkan sekitar 100 mata acara pentas tari dan teater, konser musik, pembacaan dan diskusi sastra, pameran seni rupa, pemutaran film, dan bengkel kerja tari, teater, seni rupa, sastra dan musik. Di samping itu, Komunitas Salihara juga menyelenggarakan diskusi dan ceramah, untuk menggiatkan perbincangan publik yang saat ini belum banyak ruangnya; baik tentang isu yang sedang hangat, maupun pemikiran tokoh dari bidang humaniora tertentu. Relatif dirancang secara jangka panjang, seluruh program disusun oleh Dewan Kurator yang beranggotakan sastrawan dan seniman terkemuka Indonesia.

            Di samping program seni dan pemikiran yang berlangsung tiap bulan secara reguler, saat ini Komunitas Salihara memiliki beberapa program khusus sebagai berikut:

 

SIPFEST

Mulai 2016, Festival Salihara memperoleh nama baru: Salihara International Performing Arts Festival (SIPFEST). Festival dua tahunan ini menampilkan puncak-puncak seni pertunjukan, yaitu karya-karya pentas yang dalam keseluruhan dan kombinasinya satu sama lain merupakan pilihan ideal Dewan Kurator Komunitas Salihara. Termasuk di dalamnya adalah kreasi seniman Indonesia yang dianggap layak-sejajar dengan karya kelas dunia, serta sejumlah pentas perdana (premiere) karya seniman internasional papan atas. SIPFEST adalah sebuah bunga rampai dari karya-karya tari, teater dan musik dari aneka jenis dan aneka latar belakang.

            Festival Salihara adalah persembahan Komunitas Salihara untuk Indonesia, agar negeri ini hadir secara bermartabat di dunia internasional. Secara khusus Festival Salihara juga merupakan persembahan bagi kota Jakarta tempat kita tinggal; sajian rangkaian seni pertunjukan terbaik ini diharapkan dapat memeriahkan Jakarta yang penuh dengan konflik politik ekonomi, kemacetan lalu lintas, serta hiburan industri televisi dan mal.

            Diadakan pertama kali pada 2008, Festival Salihara telah menjadi semacam pesta tontonan khalayak luas. Setiap hari selama satu bulan festival, para pemirsa dapat menyaksikan serangkai pementasan di Teater Salihara dan Galeri Salihara, yang memperluas cakrawala apresiasi mereka. Sementara itu pula, di kompleks Salihara akan berlangsung sejumlah program pendamping yang keseluruhannya akan memperkaya bunga rampai Festival Salihara.

 

BIENAL SASTRA SALIHARA

Diadakan pertama kali pada 2001 oleh Komunitas Utan Kayu, festival sastra internasional dua tahunan ini mempertunjukkan perkembangan sastra kontemporer Indonesia dan dunia, selain juga kekayaan karya-karya klasik dan tradisional. Dengan festival internasional ini kami mencoba menampilkan sastrawan dan karya sastra terbaik yang kami anggap bisa memberikan sumbangan penting bagi perkembangan sastra Indonesia hari ini dan masa akan datang.

            Festival ini, sejak 2011 berlangsung selama 1 bulan penuh, terdiri atas program-program seperti pentas baca sastra, diskusi buku, lokakarya penulisan dan baca sastra, serta  kunjungan sekolah/kampus demi perluasan wawasan sastra di kalangan pelajar/mahasiswa. Bahkan karya pesanan (commission work) berupa penciptaan komposisi musik atau seni rupa berdasarkan puisi-puisi Indonesia yang dipilih oleh Dewan Kurator, hasilnya dipentaskan atau dipamerkan selama berlangsungnya Bienal Sastra. Saat ini Bienal Sastra Salihara adalah peristiwa sastra dua tahunan yang relatif ajek penyelenggarannya di Indonesia.

 

HELATEATER SALIHARA

Helateater Salihara adalah hasil evolusi bentuk program teater di Komunitas Salihara. Dari pentas setiap satu setengah bulan sekali dengan satu kelompok penampil menjadi festival kecil yang menampilkan beberapa kelompok teater yang digelar sekali dalam setahun. Di tahun-tahun sebelumnya ia bernama Forum Teater Salihara dan disatukan oleh sebuah tema, seperti Forum Teater Realis dan Forum Lakon Adaptasi.

            Helateater Salihara adalah sebuah ikhtiar dalam mendorong potensi keaktoran di panggung teater Indonesia. Dengan motto “kembali pada kekuatan akting”, pada tahun pertama hingga ketiga program ini mencoba merangsang kembali seni bercerita dan seni peran di Indonesia yang saat ini cenderung semakin terabaikan akibat kelangkaan seni peran dan meningkatnya tren genre teater-tubuh. Di tahun-tahun mendatang bukan tidak mungkin kami perluas program Helateater Salihara ke pelbagai bentuk teater lain dengan mutu yang tetap terjaga.

 

JAZZ BUZZ SALIHARA

Salihara Jazz Buzz adalah rangkaian konser musik jazz yang menghadirkan komposisi-komposisi terbaru yang eksploratif, cerdas, penuh inovasi, dan segar, yang tidak ditemui di panggung jazz pada umumnya. Untuk forum ini, para komponis-musisi jazz terkemuka menghadirkan formasi dan himpunan karya terbaru.

            Salihara Jazz Buzz bertujuan untuk menawarkan pada khalayak suatu standar mutu dalam khazanah musik jazz. Dengan menonton rangkaian konser jazz yang terjaga mutunya, masyarakat akan memperluas apresiasi sekaligus turut mendorong perkembangan khazanah jazz di tanah air.

 

HELATARI SALIHARA

Helatari adalah sebuah festival tari yang menampilkan karya-karya terbaru sejumlah koreografer terbaik di Indonesia dan mancanegara. Helatari Salihara yang pertama kali diadakan pada 2015 ini mengambil tema “Tari Baru dari Khazanah Tradisi Nusantara”.  Yakni, panggung untuk serangkaian karya tari masa kini yang menyerap pengaruh dari pelbagai penjuru di Tanah Air. Dari sini diharapkan akan ada inovasi baru di dunia tari tradisi dan kontemporer Indonesia. Program ini juga dibuat untuk mendorong apresiasi masyarakat dan membuktikan masih banyaknya materi dan nilai yang bisa digali dari tari tradisi serta memberikan perspektif baru pada para pelaku dan penonton tari.

 

FORUM WORLD MUSIC

Forum World Music adalah sebuah program baru Komunitas Salhara dan akan berlangsung mulai 2015. Di dalamnya kami menampilkan musisi atau grup dengan repertoar yang kerap digolongkan sebagai world music—sebuah istilah luas yang merengkuh beragam musik etnis dari berbagai penjuru dunia, juga aneka musik tradisional yang diperbarui dan diaduk dengan anasir musik modern, maupun musik campuran sejumlah tradisi. Forum World Music akan memanggungkan karya-karya para pemusik Indonesia yang telah melakukan dialog kreatif dengan berbagai tradisi musik di Nusantara dan dunia.

 

KELAS

Kelas adalah program untuk memperkuat misi pendidikan Komunitas Salihara melalui bidang kesenian. Dalam Kelas Filsafat, misalnya, masyarakat bisa mengikuti paket kuliah sebulan penuh dengan empat kali pertemuan. Dengan mempelajari secara mendalam satu tema tertentu, peserta akan dibawa ke dalam cara berpikir sistematis serta penafsiran baru dalam berbagai gejala sosial-budaya. Selain Kelas Filsafat, kami juga menyelenggarakan Kelas Menulis dan Berpikir Kreatif (sastra), Kelas Melukis Cat Air (Seni Rupa), Kelas Akting (Teater) dan sejumlah lokakarya ringkas lainnya yang menghadirkan penampil acara di Komunitas Salihara sebagai pemateri.

 

CERAMAH

Ceramah menampilkan pandangan seorang tokoh penting dari lingkup disiplin tertentu tentang situasi mutakhir disiplin tersebut—misalnya arsitektur, pendidikan, ketatanegaraan—dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Ceramah mencoba ikut menumbuhkan kegiatan transformasi pengetahuan yang selama ini sudah dijalankan oleh lembaga pendidikan, tetapi dirasakan masih kurang tersebar dan terikat pada syarat akademis tertentu. Makalah karya penceramah bisa didapatkan sebagai bahan rujukan selama mengikuti program ini.

 

DISKUSI

Diskusi menampilkan berbagai tokoh yang kami anggap memiliki ketajaman dan keseriusan dalam menelaah persoalan yang diajukan. Dengan format dua pembicara dan satu moderator Diskusi menawarkan perdebatan yang hangat dan mendalam pada tema-tema tertentu yang tengah menjadi bahan pembicaraan. Belakangan Diskusi juga dirancang untuk menambah bobot intelektual kepada program atau festival yang tengah berlangsung di Komunitas Salihara.Tema-temanya diaktualkan sehingga Diskusi menjadi satu kesempatan untuk menelaah secara hangat dan mendalam bidang-bidang seni yang tengah dipanggungkan.

 

MUSYAWARAH BUKU

Musyawarah Buku adalah program kerja sama Komunitas Salihara dengan penerbit atau komunitas pencinta buku. Program ini menampilkan perbincangan atau diskusi buku-buku humaniora terbaru yang berlangsung serius tetapi cukup santai pembawaannya. Kerap terjadi kami bekerja sama dengan penerbit-penerbit kecil (indie) yang menerbitkan buku yang penting dan layak dibagikan perbincangannya kepada masyarakat pencinta buku.

 

PROGRAM SENI RUPA

Komunitas Salihara memberikan ruang eksplorasi yang luas kepada para seniman rupa untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Pameran-pameran di Galeri Salihara juga terbuka pada kolaborasi multidisipliner yang memperluas jaringan kerja sama antara para seniman, peneliti, berbagai institusi kesenian dan masyarakat seni internasional.

            Kami juga mendorong penciptaan karya-karya instalasi spesifik di berbagai ruangnya, menyelenggarakan berbagai diskusi bersama seniman dan praktisi seni rupa, dan apresiasi seni untuk publik.

            Setiap tiga tahun, Komunitas Salihara menyelenggarakan Kompetisi Karya Trimatra untuk para seniman muda. Para pemenangnya, yang dinilai telah berhasil memperluas praktik seni tiga dimensi secara “lintas disiplin”, mendapat kesempatan residensi di luar negeri.

DEWAN KURATOR

Manajemen