Belanja

ID : 2015helatariV2
Judul : Permata Jawa
Program : Helatari
Tanggal diselenggarakan : 3-06-2015
Kategori : Tari
Media : Video
info :

Durasi: 01:09:48

Permata Jawa: Macapat, Gamelan, Bedaya

Permata Jawa adalah pementasan yang terdiri atas tiga repertoar berbentuk sastra (macapat), musik (konser gamelan dan acapella) dan tari (bedaya). Macapat yang dibacakan bersumber dari Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV (1811-1881), sedangkan ansambel gamelan hadir sebagai bentuk jembatan antara tradisi dan modernitas, kelindan bebunyian gamelan dari berbagai wilayah Indonesia dengan suara-suara kontemporer dari Asia dan Barat. Adapun tari bedaya berjudul Samparan Matah Ati akan menggabungkan kosagerak koreografi Jawa klasik dengan anasir teater modern.

 

Macapat (15 menit)

Nggugu karsaning priyangga

Nora nganggo peparah lamun angling

Lumuh ing ngaran balilu

Uger guru aleman

Nanging janma ingkang wus waspadeng semu

Sinamun ing samudana

Sesadoning adu manis

                            

                   (Serat Wedhatama, pupuh Pangkur, bait ke-3)

 

 Penembang  : Wahyu Santoso Prabowo

                     Sri Mulyana

                     Muriah Budiarti

                     Rahma Adikawati

 

 

Konser Gamelan dan Musik Cangkeman (15 Menit)

 

Dalam pentas ini Blacius Subono memadukan gamelan dan musik cangkeman (acapella). Dengan mengusung tema “Menjembatani Tradisi dengan Modernitas”, karya ini mengangkat isu-isu sosial yang sedang hangat, serta membawa anda ke dalam perjalanan musikalitas yang mengombinasikan aneka elemen gamelan dari berbagai sudut Indonesia dengan alunan suara kontemporer.

 

Penata Musik : Blacius Subono

Pemusik        : Blacius Subono

                     Muriah Budiarti

                     Kustiyono

                     Lumbini Trihasto

                      Slamet Wardana

                     Sigit Setiyawan

                     Sri Mulyana

                     Radhian Wrahatnolo

                     Rian Susilo

                     Rahma Adikawati

                     Aang Wiyatmoko

                     Takariyadi Saptodibyo

 

 

Samparan Matah Ati (40 menit)

 

Seorang gadis desa yang  berontak melawan penjajah Belanda. Kelembutan perangainya berubah liar demi berjuang melawan keangkaramurkaan. Kain jarit penutup kaki bukan penghalang, dia samparkan untuk berperang.

                   Di tengah amarah dan kegundahan hati, sang Kekasih, satria pemberani, mendampinginya. Mereka bergerak dan terus bergerak sampai kedamaian tercapai. Samparan kaki berubah mewangi.

                   “Bukalah topengmu, Diajeng. Perlihatkan keindahan wajahmu. Perang telah usai. Samparkan kakimu di dadaku, Kekasihku. Taburkan bunga nan wangi. . . .”

 

Karya           : Atilah Soeryadjaya

Sutradara      : Atilah Soeryadjaya

Koreografer : Daryono Darmo Rejono
Penata Musik : Blacius Subono

Penari Utama : Fajar Satriadi

                Rambat Yulianingsih

Penari Wanita : Fitria Trisna Murti

                       Ira Anggraheny Putri Pamungkas

                       Noniek Wiharniy

                       Novita Sofia Iskandar

                       Maharani Luthvinda Dewi

                       Purwani Dyah Ekowati

                       Wuri Praptiwiningsih

                       Yuvita Christovora

                       Yustiana Patrich Rosalia


Videografer: Tri Doso Novrianto

Tag : Cangkeman, Macapat, Gamelan, Bedaya, Atilah Soeryadjaya, Blacius Subono, Daryono Darmo Rejono