Belanja

Lintas Batas Ala Sengat

Festival jazz di Indonesia tidak lagi terbilang langka. Setiap tahun, mungkin ada puluhan festival jazz yang bisa ditemukan di sejumlah tempat di Tanah Air, dari tempat pertunjukan konvensional di tengah kota hingga di atas gunung. Musisi muda berkembang maupun yang telah melanglang buana telah mendapat tempat masing-masing di hati pencinta musik kita. Jazz telah merakyat, tidak lagi terkesan eksklusif.

Di tengah keriuhan jazz di Tanah Air, Komunitas Salihara mengusung sesuatu yang berbeda, Lintas Batas, kami menyebutnya. Para musisi yang tampil, bebas mengeksplorasi khazanah musik yang berasal dari mana saja. Kolaborasi antar musisi, perpaduan rock, jazz, klasik, kontemporer dan musik tradisional kerap kali terjadi di program ini.

Jazz Buzz edisi kali ini menampilkan salah satu musisi yang “unik” di antara banyaknya musisi jazz Indonesia. Adalah Reynold Silalahi, seorang pengajar piano klasik yang juga mendalami berbagai genre musik, salah satunya metal. Pada 2015, ia juga pernah memeriahkan Jazz Buzz Salihara 2015, bersama band Kelakar. Tidak ada batasan bagi Kelakar. Musik jazz, klasik dan metal dibentuk kembali dengan melampaui batasan setiap genrenya. Kadang terdengar distorsi gitar yang keras dan vokal scream ala metal, tapi tetap ada sentuhan melodi klasik dan kental kontemporer dari piano yang dimainkan Reynold Silalahi.

Namun kali ini, Reynold Silalahi mengusung sesuatu yang lain bersama band Sengat. Band ini diperkuat Tesla Manaf (noise box), Yusuf Yadi Surya (gitar) dan Irene Lase (vokal). Karena warna musik berbeda satu sama lain, mereka membaurkan genre klasik dengan skala dan harmoni musik jazz, death/trash ala musik metal, groove, suara vokal opera dan musik industri. Referensi yang diambil oleh band ini mencakup Nine Inch Nails, Skinny Puppy, Suffocation, Dying Fetus, Tomomi Adachi, György Ligeti, Mr. Bungle, Pink dan Céline Dion. Penampilan Sengat akan menjadi sebuah pertunjukan musik yang jarang ada di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara, alasan Reynold Silalahi membentuk formasi terbaru ini adalah “untuk menciptakan musik yang memiliki perbedaan benang merang, jauh dari eksplorasi yang pernah ia lakukan sebelumnya.”

Penonton tidak sekadar disuguhkan hiburan, melainkan juga ditawarkan penjelajahan dari wawasan khazanah musik yang luas. Penasaran? Beli tiketnya sebelum habis! (*AH)

Komentar(0)

Plain text

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.