Belanja

Selamat Datang Kembali, Iwan Hasan!

Sebelas tahun yang lalu, di Festival Salihara yang pertama, Komunitas Salihara menampilkan sebuah band yang menggabungkan warna musik rock dengan musik klasik dan jazz, serta campuran etnik tradisional dan kontemporer—pertunjukan yang terbilang langka di Indonesia.

Band itu adalah Discus. Kiprah mereka memang tidak begitu terdengar di Indonesia, tapi sejumlah album mereka dirilis oleh label rekaman Italia, Prancis dan Jepang. Discus lebih sering tampil di Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa, serta merupakan satu-satunya grup musik dari Asia yang pernah tampil di festival Zappanale, Jerman, festival berkala untuk mengenang komponis Frank Zappa. Discus tercantum dalam buku The Progressive Rock Handbook dan meraih album progresif kelima terbaik dunia menurut majalah Pro-Resiste (Belgia) pada 1999. Penjualan album mereka pun sempat menjadi “best seller” selama beberapa waktu di amazon.co.jp (Jepang) pada 2011.

Di balik kesuksesan band Discus, ada nama Iwan Hasan selaku komposer. Ia adalah satu-satunya gitaris harpa (alat berdawai perpaduan gitar dan harpa) dari Asia yang karya tunggal instrumentalnya masuk dalam album kompilasi 13 gitaris harpa dunia, Beyond Six Strings (Amerika Serikat, 2006). Tidak banyak pula yang tahu bahwa Iwan Hasan merupakan penata musik dan orkestra untuk sejumlah album pop dan rock populer di Indonesia. Komposer lulusan Willamette University, Amerika Serikat, ini adalah salah satu musisi yang ditunggu oleh penggemar musik jazz dan progresif di Indonesia.

Kini, Iwan Hasan kembali tampil di Komunitas Salihara, tapi dengan eksplorasi barunya bersama Iwan Hasan Progressive Jazz Ensemble. Mereka akan membawakan komposisi yang terinspirasi dari Third Stream, konsep musik Gunther Schuller. Iwan dan kawan-kawannya membentuk formasi yang memadukan instrumen dari khazanah musik Timur dan Barat.

Kurator bidang musik Komunitas Salihara Tony Prabowo mengatakan bahwa Iwan Hasan adalah satu-satunya dari sekian banyak komposer Indonesia yang menguasai komposisi western-classic. Ia sering kali membawakannya dengan instrumen akustik.

Selamat datang kembali Iwan Hasan!

Seperti apa penampilan mereka? Rugi jika anda melewatkan konser Iwan Hasan Progressive Jazz Ensemble di Jazz Buzz Salihara 2019. (*AH)

Komentar(0)

Plain text

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.