Belanja

Mengenal Park Na Hoon

Tiga penari dalam Three Airs adalah organisme yang seakan keluar dari lubang udara. Awalnya tubuh mereka terbungkus oleh bahan serupa selimut yang perlahan-lahan mengembang, dipenuhi udara, seperti balon. Mereka keluar dari sana dan semakin lama, tingkah ketiga penari tersebut semakin tidak dapat diterka, terkesan “bodoh” dan eksentrik.

Bentuk tarian semacam itu memang dimaksudkan si koreografer, Park Na Hoon, untuk menyentuh hati penonton. Karena baginya yang mampu menyentuh eksistensi manusia justru adalah hal-hal tidak realistis seperti yang dibawakan oleh ketiga penari tersebut. Three Airs adalah salah satu dari karya penting Park Na Hoon yang telah ditampilkan di banyak ajang tari mancanegara.

Park Na Hoon, koreografer Korea Selatan kelahiran 1972 itu menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang studi Seni Tari, Universitas Sungkyunkwan pada 1996. Ia kemudian melanjutkan studi di program Master bidang tari, Universitas Hansung dan lulus pada 2004. Ia juga mendapatkan gelar Doktor di bidang Seni Pertunjukan Lintas Disiplin dari Universitas Sungkyunkwan.

Karya awal Park Na Hoon adalah Young Dancer 97 yang diciptakan dan ditampilkan bersama Injung Jun di Changmu Post Theater pada 1997 serta Dance 2000 yang ditampilkan di Theater Zero pada 1999. Pada masa-masa awal itu ia telah beroleh “Silver Prize” di Dong-A Dance Competition pada 1998.

Pada 2002 Park Na Hoon berkesempatan menampilkan tiga karya berturut-turut di Jerman: 02 Hole 2 Meter Deep di Pact Zollverein Theater, Essen Tanz Haus Theater (Düsseldorf); pertunjukan pembuka Tango Tango Festival di Tanz Haus Theater (Düsseldorf); dan Universal Dance Improvisation di Side By Side Theater (Wuppertal).

Atas kiprah pada awal karier tersebut, ia terpilih sebagai Seniman Baru dari Dewan Kesenian Korea Selatan pada 2003 yang kemudian memberinya kesempatan untuk mengembangkan minat tarinya di luar Korea Selatan. Ia menerima hibah dari Gyeonggi Culture Foundation (2006) dan Seoul Foundation for Arts & Culture (2008-2009), serta terpilih mengikuti program pertukaran budaya Korea-Finland Connection (2011-2012) dan Korea-Denmark Connection (2015). Ia juga berkesempatan berlatih di Impulse Tanz Festival bersama Josef Nadj koreografer penting dari Yugoslavia (kini Serbia) dan pernah menjadi seniman mukiman di ODC Art Center, San Fransisco, Amerika Serikat (2016).

Ia mulai mengembangkan karya tari kontemporer dengan seni instalasi pada 2004 yaitu Virgin Road (2004). Ada juga Three Airs one (2005) yang mulanya ditampilkan di Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat. Dua karya itu membuat ia terpilih sebagai sebagai Koreografer Muda di 7th Young Choreographer (2004) serta Koreografer Muda dan Koreografi Terbaik di 8th Young Choreographer (2005), Arko Theater at Culture & Art Center di bawah sponsor Dance Forum.

Three Airs one pun terus dikembangkan menjadi karya pamungkasnya yaitu Three Airs yang kemudian beroleh penghargaan penting 3rd Performing Arts Market (PAMS), Seoul, Korea Selatan pada 2007.

Three Airs sebenarnya adalah karya tari baru yang tidak lagi bersandar pada bentuk tarian tradisional Korea Selatan dan lebih terinspirasi atau memanfaatkan barang-barang tradisional Korea Selatan. Dengan bentuk seperti itu, ia mengembangkan karya-karya lainnya, misalnya The Two Doors, koreografi yang juga memanfaatkan seni instalasi dan visual.

Sejak 2007 Three Airs telah ditampilkan di festival internasional seperti IDF Festival, BACC Theater (Thailand), San Fransisco International Art Festival (Amerika Serikat) dan EIMA Festival (Spanyol), juga di pusat kesenian seperti Ploschadka Skorohod (Rusia), Cacilda Becker (Brasil), John Ryan Theater (Amerika Serikat), Yokohama Red Brick Warehouse dan Hukuoka Pumplaza Theater (Jepang).

Di Indonesia sendiri Three Airs sesungguhnya pernah ditampilkan di Bandung Isola Performing Arts Festival (BIPAF) atas dukungan Korea Art Management Service (KAMS) dan Solo International Performing Arts Festival (SIPA) atas dukungan Korea Art Council (ARCO).

Atas pengalaman menjadi seniman mukiman di beberapa negara dan mengikuti program pertukaran budaya, koreografer tamu di ODC Company (Amerika Serikat) ini pun terus mengembangkan koreografinya. Kini ia berfokus pada mengembangkan pertunjukan site-spesific. Karena bentuk tersebut adalah genre yang sedang potensial di seluruh dunia.  Tentu Three Airs dan The Two Doors adalah karya tidak boleh dilewatkan, sebelum kita menunggu karya-karya mutakhirnya. Saksikan dua karya kontemporer tersebut hanya di Helatari Salihara 2019.

 

Alpha Hambally

Komentar(0)

Plain text

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.