Wayang Tangan Budrugana Gagra

Memainkan jemari tangan yang disorot lampu pada kelir adalah permainan zamak anak-anak. Di tangan Budrugana-Gagra, wayang tangan tidak sekadar menampilkan bayangan-bayangan kaku. Bermodal latihan keras dan konsisten melakukan eksplorasi bentuk dan cerita, bayangan pada kelir yang dihadirkan Budrugana menjadi jauh lebih hidup. Sabtu-Minggu, 18-19 Oktober 2014, kelompok teater bayangan tangan asal Georgia ini menampilkan kebolehannya di Teater Salihara.

Selengkapnya

Terbaik Setelah Panyot Pun Padam

A Part of Passion dibuka dengan penampilan solo dari Danang Pamungkas diiringi Ferdalok karya Jónas Hallgrímsson yang dioperasikan Jepri Ristiono. Usai tari solo, panggung diisi oleh satu per satu penari dengan musik latar Endless Shore I dan III. A Part of Passion diakhiri dengan tari solo garapan Titi Meinawati yang beradegan melepas kostum. Kostum tanpa banyak ornamen dan dekat dengan busana sehari-hari berwarna suram selaras dengan ekspresi suram para penari yang menunjukkan susahnya memendam rasa walau hati berontak.

Selengkapnya

Tarian Galau Danang Pamungkas

Manusia kerap memilih untuk menyimpan keraguan, kerinduan, kegembiraan, kemarahan, kesedihan untuk diri sendiri hingga maut datang menjemputnya. Atas banyak sebab, kegalauan memendam rasa semacam itu menjadi persoalan tak terhindarkan dalam kehidupan semua orang. Bukan hanya manusia, di dunia para dewa kegalauan tetap ada, seperti berahi nirsanggama Siwa kepada Uma yang melahirkan Kala. Danang Pamungkas menghadirkan koreografi beraroma galau itu dalam karyanya yang berjudul A Part of Passion dalam Festival Salihara Kelima, Rabu-Kamis, 15-16 Oktober 2014.

Selengkapnya

Azab Membawa In Progress

Memutar tubuh hingga kencang laksana gasing adalah gerak lazim bagi para darwisy pengikut Jalaluddin Rumi dalam tarekat Maulawiyah saat memunajatkan doa. Orang banyak menyebutnya sebagai tarian sufi. Namun begitu, pusaran tubuh beserta gaun lebar tak melulu bersinggungan dengan soal-soal spiritual dan religiusitas. Ziya Azazi (Austria) menunjukkannya dalam dua karyanya berjudul Azab dan In Progress yang terbingkai dalam satu pertunjukan bertajuk Dervish di Teater Salihara, Jumat-Sabtu, 19-20 September 2014­.

Selengkapnya

Tentang Aku dan Diri

Garry Stewart bersama Australian Dance Theatre (ADT) naik panggung Festival Salihara Kelima dengan koreografi berjudul Be Your Self, Sabtu-Minggu, 11-12 Oktober 2014.  Be Your Self adalah sebuah koreografi yang tercipta setelah serangkaian diskusi tentang “Aku dan Diri” antara Garry bersama penari ADT dengan Jampa Gendun, seorang guru di Buddha House, Australia Selatan.

Selengkapnya

Koreografi Revolusi dari Dubois

Olivier Dubois menampilkan Revolution di Festival Salihara Kelima, Kamis-Jumat, 02-03 Oktober 2014. Sebanyak 11 penari, dari yang seharusnya 12, selama 120 menit menyuguhkan rangkaian koreografi dengan iringan Boléro karya Maurice Ravel. Dubois tak hadir bersama kelompoknya, kehadirannya diwakili oleh Beatrice Horn yang menjadi manajer produksi kelompok tari koreografer Prancis itu. “Revolution adalah bagian pertama dari trilogi karya Olivier yang diciptakan pada 2009. Pertunjukan di Salihara menjadi yang pertama kali bagi Revolution di Asia,” kata Beatrice. Dua koreografi lain dalam trilogi itu adalah Rouge (2011) dan Tragedy (2012).

Selengkapnya

Sihir Duo Akordeon TOEAC

Renne Bekkers dan Pieternel Berkers yang tergabung dalam TOEAC menunjukkan akordeon bukan sekadar instrumen musik tradisional Eropa. Akordeon di tangan duo TOEAC bisa menjelma sebagai piranti pengantar nada dari berbagai genre lintas benua. Pertunjukan mereka di Galeri Salihara, Rabu, 17 September 2014, menjadi bukti akordeon dapat dengan apik menghadirkan nada-nada tango karya Ástor Piazzolla, komposisi karya M.P. Mussorgsky, Igor Stravinsky, dan lainnya.

Selengkapnya

Sirkuit Komposisi Perkusi Speak Percussion

Apa pun yang dapat menghasilkan suara dan bunyi pada dasarnya boleh disebut sebagai instrumen perkusi. Colokan kabel dari amplifier yang lazim tertancap di gitar pun bisa menjadi alat perkusi. Suara reaksi elektromagnetik saat tangan menyentuh lampu dapat pula menjadi bunyi perkusi. Kelompok musik perkusi Speak Percussion dari Australia menunjukkan karya perkusi dari aneka bentuk sumber bunyi semacam itu dalam pentas bertajuk Circuit di Festival Salihara Kelima, Kamis, 25 September 2014.

Selengkapnya

Antara Chemical Brothers dan Bach pada KATT

Musik elektronik dan klasik berasal dari zaman yang berbeda. Di tangan Kateřina “KATT” Chroboková, musik dari dua dunia yang berbeda itu disajikan menjadi satu jalinan utuh.  Dia menggunakan organ pipa dan piranti lunak khas dunia musik elektronik. Hasilnya adalah karya-karya Johann Sebastian Bach hingga Olivier Messiaen hadir dengan rasa Chemical Brothers yang kental menerjang. “Saya berasal dari generasi yang dekat dengan musik-musik elektronik seperti yang diusung Chemical Brothers, Prodigy, dan lainnya,” kata Katerina Chrobokova, nama lahir KATT.

Selengkapnya

Perjalanan Misterius Anime String Orchestra

Mengambil tajuk pertunjukkan yang sama dengan album The Beatles rilisan 1967, 30 orang personel Animé String Orchestra menyuguhkan nomor-nomor klasik rock dari era 1970-an yang diaransemen oleh Haryo “Yose” Soejoto. Magical Mystery Tour Animé String Orchestra pada akhirnya menjadi semacam perjalanan musikal ke masa emas musik rock n roll dengan misteri kejutan di sana-sini

Selengkapnya

First  |  Prev |   1  2  3  4  5  6  7  8  9  10   | Next  |  Last  
Halaman 1/42

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.