Oleh: Dewi Candraningrum
Naerrisch, dass jeder in seinem Falle
Seine besondere Meinung preist!
Wenn Islam Gott ergeben heisst,
In Islam leben und sterben wir alle.
(Auszuege, West-Oestlichers Divan)
Alangkah pandir menganggap diri istimewa
Mengira keyakinan sendiri benar belaka.
Bila makna Islam pada Tuhan berserah diri,
Maka dalam Islam semua kita hidup dan mati.
(Nukilan, West-Oestlicher Divan tarjamah oleh Damshäuser dan
Sarjono)
Mukadimah
Tepat tanggal ini, 28 Agustus, adalah hari ulang tahun Johann Wolfgang von Goethe (28 August 1749 - 22 March 1832). Pemikir raksasa Eropa ini dilahirkan dari keluarga terpandang di Frankfurt am Main, Jerman. Sampai umur 16 tahun, Goethe mendapatkan asupan pendidikan di dalam rumahnya. Orang tuanya adalah tokoh terpandang dan kaya hingga mampu memberikan kualitas pendidikan yang sangat bagus dibanding teman-teman sebayanya. Dia belajar berbagai bahasa, Italia, Ibrani, Inggris, Latin; di samping mendapatkan pelajaran tentang kitab Injil, demikian juga musik dan menggambar. Goethe sangat berbakat di bidang seni. Namun, ayahnya menginginkan dia menjadi pengacara dan ahli hukum seperti dirinya. Pada akhirnya, Goethe mendapatkan kedua-duanya, pengacara sekaligus seniman-sastrawan-filsuf. Meski kemudian di akhir hayatnya, yang terakhirlah yang menjadi pilihan utamanya.
Sebagai salah satu raksasa pemikir dari Jerman, Goethe sering disebut sebagai seorang polymath. Artinya, menguasai, mengerti, menjadi ahli, berkarya dalam banyak hal penting. Karya-karya Goethe melingkupi bidang berikut: sastra (puisi dan drama), teologi, filsafat, dan ilmu pengetahuani/ilmu alam—seperti teori warna dan morfologi tumbuh-tumbuhan. Salah satu magnum opus-nya yang penting adalah drama dua bagian, Faust. Sebagai salah satu penggerak penting kesastraan Jerman, Goethe bersama dengan Schiller melahirkan Klasik Weimar, sebuah gerakan kesastraan abad ke-18/19. Ia juga terkenal meramaikan Sturm und Drang (Storm and Stress) bersama dengan Herder ketika dia berada di Strasbourg. Gerakan sastra yang terakhir ini mengangkat sastra-sastra lokal Jerman berdampingan dengan tradisi sastra besar dari Roma dan Yunani. Herder memberikan pengaruh kuat pada Goethe untuk tidak hanya membaca Homer, Shakespeare, Ossian, tetapi juga karya-karya rakyat biasa dan karya sastra Jerman baru. Sebelum menyelesaikan gelar dari fakultas hukum di Strasbourg di tahun 1771, Goethe telah terlebih dahulu belajar di Universitaet Leipzig. Namun Goethe kemudian menderita sakit berat, dan harus kembali ke Frankfurt. Di saat-saat sakit dan masa penyembuhan inilah, ibunya memperkenalkan Goethe pada mistisisme, yang menjerumuskannya kemudian dengan mengenal mistik Oriental seperti sufisme. Mengenal nampan peradaban timur, yang dirasanya kaya, tidak gersang-kering seperti barat.
[ lebih lanjut download makalah ]
English







Discussion 0 Comments