Sejarah Faham dan Gerakan Jihad di Indonesia

Beberapa pelakuya, Abdul Aziz alias Imam Samudera dan  Ali Ghufron alias Muchlas, tak menampik kalau perbuatannya disebut terorisme.  Menurut mereka  pemboman itu adalah  teror atas nama jihad. Pendapat ini bertentangan dengan faham jihad mayoritas umat Islam Indonesia yang menganggap bahwa jihad bermakna perang hanya berlangsung di front pertempuran serta mengharamkan pembunuhan terhadap wanita, anak-anak dan orang tua.  Sebaliknya para pelaku teror justru menjadikan daerah aman, seperti Bali, sebagai jabhah atau front peperangan. Mereka juga membunuh anak-anak, wanita, orang tua bahkan juga  orang Islam.

Solahudin


Ajaran  Islam seperti apa sebenarnya yang dipahami oleh Ali Ghufron dan para pelaku lainnya? Lelaki asal Lamongan ini mengaku penganut faham jamaah jihad as salafiyah atau yang lebih akrab disebut salafy jihadi. Aliran ini lahir dari rahim ajaran-ajaran  salafy atau neo wahabi.  Secara prinsip salafy dan salafy jihadisme sama-sama mencoba mengembalikan pemahaman Islam menurut generasi salafus shalih yaitu Islam yang masih murni dan belum terdistorsi. 

Discussion 0 Comments

Leave a comment


Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.