Makalah
Basis Sosial Kekerasan-Radikalisme Perkotaan
Oleh : Tamrin Amal Tomagola
‘Sejarah dari semua peradaban di dunia adalah sejarah bagaimana mereka mengelola konflik, dengan kekerasan maupun tanpa kekerasan’ (Alm. Munir dalam satu diskusi Kontras di Jakarta, 2001)

Pengantar
Pada kesempatan diskusi Komunitas Salihara 12 Mei 2011 lalu, telah diungkap nyaris tuntas akar terorisme, sejarah, ideologi serta jaringan organisasi kekerasan-radikalisme di Indonesia. Berbeda dengan fokus pengungkapan jaringan terorisme dan radikalisme pada diskusi lalu yang lebih ditekankan pada jaringan ideologi, organisasi dan para tokoh kuncinya, maka pada kesempatan kali ini, pengantar diskusi ini memilih untuk melakukan ekplorasi untuk menemukan dan mengungkap basis kelas sosial dari kekerasan-radikalisme saja. Upaya penjelajahan awal dari basis kelas sosial dan komunal dari kekerasan-radikalisme inipun hanya difokuskan pada daerah perkotaan Indonesia saja dengan ilustrasi gejolak kekerasan-radikalisme di Jakarta.
Gulungan argumen (the thread of arguments) makalah pengantar diskusi ini digulirkan dalam bingkai paradigma British Critical Realisme seperti yang digagas dan dicontohkan oleh Bhaskar3 dan kawan-kawannya4 yang terkenal dengan diktum mereka: ‘everything is relational. Bila diterapkan dalam konteks pengungkapan basis sosial kekerasan-radikalisme, maka itu berarti bahwa rangkaian faktor yang pada akhirnya mencuatkan kekerasan-radikalisme. Selain punya hubungan suksesif secara horizontal (aspek dinamisnya), mereka juga punya struktur hirarkhis-relasional secara vertikal (aspek statisnya); yang berkorespondensi langsung dengan dimensi horizontal dan vertikal dari piramida struktur relasi sosial yang menjadi basis sekaligus sumber kekerasan-radikalisme. Karena itu, basis social yang dibahas disini adalah basis kelas social yang berhimpit dengan basis sosial komunal. Basis sosial yang pertama berdasarkan seleksi ekonomi sedangkan basis sosial yang kedua berbalut rekatan komunal.
- Makalah Diskusi Akar Kekerasan(0 view)
- Audio Diskusi Akar Kekerasan(0 click)
English







Discussion 0 Comments