Tafsir Syair Semesta Cinta


Tafsir Syair Semesta Cinta
Komposer dan musisi Dian H.P. menafsir syair Sitok Srengenge. Komposisi art song dengan pesona yang apik.

Semesta Cinta

Dua puluh dua pendendang berpakaian serba putih itu berada dalam satu panggung yang sama. Memakai pakaian serba putih, mereka mendendangkan
syair karya Sitok Srengenge dengan cara mereka. Satu per satu bergantian melafalkan bait-bait indah itu, lalu disusul oleh unisono semua penyanyi.
Adalah musisi Dian H.P. yang menciptakan musikalisasi puisi indah ini. Sabtu dan Ahad malam lalu, ia bersama Sitok mempersembahkan konser musik Semesta Cinta di Black Box, Salihara, Pasar Minggu. Konser ini juga sekaligus peluncuran album perdana dengan judul yang sama.
"Setelah beberapa kali saya menggarap art song seperti ini, saya jadi ketagihan," ujar Dian seusai pertunjukan. Ia mendapat kepuasan berbeda ketika menafsir syair sastra menjadi deretan lagu.
Malam itu, 12 lagu dipersembahkan. Puisi karya Sitok dimuliakan sebagai titik tolak penciptaan karakter dan melodi lagu. "Satu cara mempersembahkan puisi dengan menarik," ujar Sitok.
Sebelas karya dibawakan dengan duet antara penyanyi pria dan wanita. Sedangkan seluruh karya dihadirkan dengan orkestrasi. Tapi ada satu lagu yang digarap dengan agak berbeda. Pada lagu berjudul Tanah, misalnya, Dian menyisipkan jazz dalam komposisi ini. Dibantu oleh Doni Sunjoyo pada bas dan trompet Idra Dauna, lagu itu memunculkan cirinya. Apalagi vokal Ira Batti dan Gideon Hallatu memperkuat aksen jazz pada lagu itu. "Ini sebagai perkenalan.
Suatu saat nanti mungkin art song seperti ini akan digarap dalam format jazz," ujar Dian.
Simaklah lagu Bayang yang dinyanyikan secara duet oleh Sruti Respati dan Samsara. Lagu ini adalah penggabungan dua teks, yaitu Jawa dan bahasa Indonesia.
Nuansa komposisi yang diciptakan Dian juga mengikuti lirik tersebut. Sruti dengan luwesnya melaf alkan bait syair Jawa dengan warna khas sinden gamelan.
Lirik yang indah membuat Dian selalu tertantang untuk mencoba musikalisasi sastra. "Suku katanya berbeda, sehingga tak ada pengulangan bait. Ini tantangan menarik," kata Dian.
Yang tak kalah menarik, Dian sangat jeli memilih 22 penyanyi gaek dengan karakter suara yang sama sekali berbeda satu dengan yang lain. Mereka di antaranya Binu Sukarman, Christopher Abimanyu, Hedi Yunus, Dea Mirella, Sita Nursanti, Agus Wisman, Lea Simanjuntak, dan banyak lagi. "Saya juga enggak nyangka mereka bersedia terlibat dalam album ini," katanya.
Ini bukanlah garapan pertama kali bagi Dian dalam menafsir syair sastra menjadi musikal. Sebelumnya, ia telah merilis album Komposisi Delapan Cinta bersama Ubiet berdasarkan puisi Sitok dan Nirwan Dewanto.
Kini ia sedang menyiapkan album Lagu Anak Indonesia bersama Sitok dan konser musik Kami Ada, Kami Bisa bersama anak-anak berkebutuhan khusus se-Indonesia.

Semesta Cinta
Terakhir, sebagai lagu pamungkas, Dian membikin komposisi lagu yang dinyanyikan oleh 22 pendendang. Lagu berjudul Cinta ini menjadi penutup yang sempurna dalam konser musik malam itu. Bahkan Titiek Puspa sempat meminta agar lagu ini dinyanyikan ulang. Kejutan yang luar biasa.  

Ismi Wahid
Koran Tempo 9 Agustus 2011

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.