“Muslim Sosial” dan Pembaharuan Islam dalam Beberapa Film Indonesia
Oleh: Eric Sasono, redaktur www.rumahfilm.org
Film dengan tema Islam sebenarnya tidak banyak jika dibandingkan dengan keseluruhan film yang pernah diproduksi di Indonesia. Maka dari itu, di tengah jumlah yang tidak banyak ini, mengapa tema pembaruan Islam kerap muncul? Sebenarnya hal ini cukup mengherankan mengingat tema pembaharuan bukanlah suatu tema yang dengan mudah dikaitkan pada budaya populer. Budaya populer, kerap dianggap tercemar oleh komodifikasi, dianggap barang dagangan yang sebenarnya hanya memanfaatkan agama belaka untuk kepentingan berdagang.
Tapi beberapa film beberapa film Indonesia yang membawa tema pembaharuan Islam tergolong menarik perhatian banyak orang. Saya mencatat beberapa film bertema Islam yang berkaitan dengan pembaharuan Islam sebagai berikut:
- Al Kautsar (Sutradara Chaerul Umam, 1977)
- Para Perintis Kemerdekaan (Asrul Sani, 1977)
- Titian Serambut Dibelah Tujuh (Chaerul Umam, 1982)
- Sunan Kalijaga (Sofyan Sharma, 1983)
- Nada dan Dakwah (Chaerul Umam, 1992)
- Sang Pencerah (Hanung Bramantyo, 2010)
Apakah ini berarti bahwa “Pembaharuan Islam” merupakan sebuah sub-genre dalam genre “film Islam” di Indonesia?
Tapi adakah genre “film Islam” di Indonesia itu?
Lebih Lanjut Unduh Makalah
English







Discussion 0 Comments