Kekuasaan, Gender dan Hubungan Produksi:
Perspektif Tetralogi Pulau Buru
Oleh : Ignas Kleden
Empat novel Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer dapat dinikmati dengan beberapa cara baca, karena karya-karya itu menampilkan suasana awal munculnya kesadaran kebangsaan di Hindia Belanda, dengan berbagai faset persoalan yang sama menariknya. Di sini akan diterapkan tiga cara membaca yaitu 1) Melihat keempat novel itu sebagai narasi tentang kehilangan yang harus ditanggung setelah suatu perjuangan panjang dan getir, 2) Membacanya sebagai cerita tentang hubungan antara lelaki dan perempuan dengan simpati besar terhadap peranan perempuan, 3) Meninjaunya sebagai lukisan tentang peranan hubungan produksi dalam perubahan masyarakat, khususnya dalam usaha emansipasi orang terjajah terhadap pihak penjajah, dan emansi perempuan terhadap dominasi laki-laki.
Selanjutnya Unduh Makalah
English







Discussion 0 Comments