Sensor Atas Karya Seni dan Kebebasan Berekspresi Lain di Indonesia Hari Ini


Sensor Atas Karya Seni dan Kebebasan Berekspresi Lain di Indonesia Hari Ini
Oleh: Ignatius Haryanto

Ancaman Sensor

“Rekan-rekanku menyebutku kolot, bahkan barbar, tapi di hotel Dieu sini kami memilih cara perawatan yang lebih agresif. Aku tak mencari popularitas atau ketenaran, Tn. Deblene, yang kucari misi lebih tinggi, mengambil sempalan-sempalan Tuhan, mereka yang telah dilupakan-Nya,dan mengkondisikan mereka dengan kekuatan dan kekerasan yang sama seperti kita melatih anjing atau kuda liar.
Mungkin ini tak enak dilihat mata, tapi tetap saja pengampunan.”
- Dr. Royer-Collard dalam film The Quills.

Potret kita atas masalah sensor saat ini sangat menggelisahkan, jika tidak hendak dikatakan menakutkan. Di satu sisi aparat Negara tidak memberikan perlindungan atas kebebasan berekspresi yang ada, namun di sisi lain aparat Negara seolah ingin menutup mata dan menutup telinga rapat-rapat ketika ada banyak aksi polisionil yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang menyatakan dirinya adalah representasi dari suatu kebenaran mutlak, yang standar moralnya harus diikuti oleh seluruh masyarakat yang ada.

Selanjut Unduh 2 Makalah
Sensor Atas Karya Seni dan Kebebasan Berekspresi Lain di Indonesia Hari Ini
Demokrasi yang Fair Play (Komik)

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.