Catatan Penilaian Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara



Catatan
Penilaian Dewan Juri
Sayembara Komposisi Musik Baru
Berdasarkan Budaya Musik Nusantara

Latar
Sayembara ini diselenggarakan guna memberi ruang bagi para komponis Indonesia untuk menciptakan Musik Baru berdasarkan Budaya Musik Nusantara. 

Ideal
Keragaman budaya musik tradisional Nusantara
dipilih sebagai sumber penciptaan dan pengolahan musik pada sayembara ini.

Media
Bagi para peserta sayembara tersedia batasan 14 (empat belas) jenis karakteristik variabel instrumentarium musik sebagai media ungkap rekayasa organik (teknik) penciptaan Musik Baru.

Telaah
Dalam telaah (analisis) penilaiannya, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 memberi fokus perhatian pada inti tujuan sayembara, yaitu: [1]. Musik Baru berdasarkan Budaya Musik Nusantara. Dalam hal ini, Dewan Juri memberi penekanan pada [2]. penguasaan rekayasa teknik penciptaan komposisi melalui variabel pilihan 14 (empat belas) alat musik sebagai media (organik) daya ungkap.

Kedua prasyarat sayembara tersebut – Musik Baru dengan Variabel Pilihan Instrumen – menjadi penentu hasil akhir penilaian karya peserta dalam sistem nilainya (budaya musik) dan penguasaan rekayasa (teknik) kompositoris para peserta sayembara. Semua referensi tentang karya (sistem nilai budaya) dan kemampuan rekayasa teknik (komposisi) karya musik akan tercermin pada kedua hal tersebut.

Nilai
Berdasar pengetahuan dan pengalaman masing-masing, Dewan Juri tidak menilai karya peserta berdasar tingkat kualifikasi volume angka (numerik), melainkan berdasar kesesuaian pendapat (analisis) bersama tentang obyek ternilai yang disepakati.

Standar
Penilaian mengacu pada (asumsi) standar nilai kompetisi musik Komunitas Salihara. Standar nilai kompetisi musik Komunitas Salihara disepadankan dengan format standar nilai Komunitas Salihara dalam perspektif perbandingan aktivitas seni pertunjukan yang diferensinya niscaya diperbandingkan dengan tingkat kualifikasi lembaga-lembaga penyelenggara seni pertunjukan di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia (nasional) – dengan tidak mengabaikan tingkat kualifikasi standar nilai lembaga-lembaga seni pertunjukan lain – secara regional maupun internasional – sebagai perbandingan.*)

Kesimpulan
Setelah membaca, meneliti dan menelaah semua naskah peserta sayembara dengan sekasama, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 menyimpulkan, bahwa :

  1. Hampir seluruh peserta sayembara tidak memenuhi standar kualifikasi kompetisi yang diharapkan.
  2. Hampir seluruh peserta kurang memahami terma Musik Baru seperti disyaratkan.
  3. Hampir seluruh peserta kurang memahami dasar unikum keragaman Budaya Musik Nusantara.
  4. Sebagian (besar) peserta sayembara masih terorientasi pada etnosentrisme budaya setempat.
  5. Hampir seluruh peserta masih terikat dengan konvensi cara penulisan naskah musik (partitur) lama yang elementer.
  6. Belum banyak terlihat adanya upaya inovatif (Musik Baru) pada teks partitur musik.
  7. Hampir semua karya peserta masih terkesan terlalu sederhana dalam bentuk penulisan naskah simetri-paralel dua-tiga kalimat musik dengan pola lagu atas-tengah-bawah.
  8. Belum terlihat adanya penguasaan konsepsi kompositoris dalam rancang-bunyi (sonic design) dalam partitur sebagai medan kanvas peta bunyi.
  9. Secara kompetitif, tingkat standar kualifikasi nilai kompositoris hasil karya para peserta sayembara masih jauh di bawah standar kualifikasi regional dan internasional.

Keputusan
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara memutuskan, bahwa :

  1. Hanya ada 3 (tiga) naskah memasuki kategori kualifikasi terpilih, yaitu:

    MDL (MERRY DAN LEAK)
    Komponis : Migi Puspita Parahita

    LAN LIYANE..(ET CETERA)..
    Komponis : Matius Shan Boone

    IP1
    Komponis : Indra Perkasa

  2. Tidak ada Pemenang Pertama (I) pada Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011.
  3. Tidak ada Pemenang Kedua (II) pada Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011.
  4. Satu naskah komposisi terpilih - LAN LIYANE..(ET CETERA)..- sebagai Pemenang          Ketiga (III)  Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011.

Keterangan:
Komposisi “Lan Liyane” tidak lagi menggunakan bahasa harmoni atau kontrapung tradisional dalam komposisinya, melainkan mengeksplorasi timbre dan tekstur melalui teknik permainan yang mutakhir dan ‘lazim’ dipakai untuk musik baru. Ini dapat dicermati dari cara memperlakukan suatu instrumen, di mana sebuah instrumen bukan sekadar dibunyikan secara 'normal', namun teknik permainan diolah/digarap untuk mengoptimalkan semua kemungkinan bunyi yang bisa dihasilkannya. (Hal-hal ini tidak terdapat di dua karya lainnya, “IP1” dan “MDL”, yang masih lemah inovasi konsep kompositoris dan rancang-bunyinya. Selain itu, kedua karya tersebut bertutur dalam beberapa sekuens dengan motif yang terus berganti-ganti, dan bukan mengolah motif.)

Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan dari komposisi “Lan Liyane” sehingga hanya dapat dikategorikan sebagai Juara III.  Walaupun karya ini termasuk karya dengan 'kekinian', tapi masih jauh dari konteks keindonesiaan, meski di awal ada sedikit cuplikan dari tema Manuk Dadali. Jika saja tema atau motif tersebut diolah dan dikembangkan dan menjadi penyeimbang dari repetisi motif accelerando yang terlalu banyak dan mendominasi karya ini, mungkin saja karya ini akan lebih berkomunikasi dan lebih bernuansa Nusantara.

Kelemahan lainnya adalah variabel-variabel dari teknik permainan yang kurang efektif karena diterapkan sekaligus, terutama pada gesek: dinamika, accelerando-ritardando, sul ponticello/sul tasto, tekanan jari tangan kiri pada dawai, harmonik: hal ini tidak mudah diferensiasinya, karena tiga hingga empat variabel harus dilakukan serentak. Hasilnya, efek yang ditimbulkan kurang bisa ditangkap perbedaannya (unnoticeable).

Kesan
Langkah awal Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 memberi kesan positif bagi perkembangan Musik Baru di Indonesia. Kurangnya jumlah dan kualifikasi peserta disebabkan karena agenda ini masih baru dan belum mencapai forum publik secara luas. Luasnya pengenalan jangkauan publik diyakini akan memungkinkan tumbuhnya minat dan mutu kompetisi yang lebih baik. Oleh karena itu, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 menyarankan kepada penyelenggara dan semua unsur pendukungnya untuk melanjutkan agenda ini di masa datang.

Jakarta, 7 Desember 2011

Dewan Juri:
Avip Priatna
Budi Utomo Prabowo
Suka Hardjana

*) Acuan standar nilai (mutu) ini masih akan/harus dirintis dan dipastikan formatnya di masa depan.
            




Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.