Perihal Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara 2011


logo SaliharaPerihal Sayembara Komposisi Musik Baru
Berdasarkan Budaya Musik Nusantara 2011

—Surat Tanggapan dari Komunitas Salihara

Tahun lalu Komunitas Salihara, bekerja sama dengan Hivos, mengadakan “Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara” (selanjutnya ditulis Sayembara) untuk pertama kali. Dewan Juri (Avip Priatna, Budi Utomo Prabowo, dan Suka Hardjana) meluluskan tiga komposisi—“MDL (Mery dan Leak)” karya Migi Puspita Parahita, “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone, dan “IP1” karya Indra Perkasa—sebagai finalis, dan menetapkan “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone selaku pemenang. Tiga karya tersebut ditampilkan perdana dalam sebuah konser di Teater Salihara pada Kamis, 15 Desember 2011 malam.

Sayembara telah berakhir, catatan penilaian dan putusan Dewan Juri telah diumumkan, karya para finalis dan pemenang telah dipergelarkan. Akan tetapi, rupanya telah timbul ketidakpuasan. Sdr. Indra Perkasa menulis “catatan personal: evaluasi sayembara musik baru berdasarkan budaya nusantara di salihara” dan Sdr. Matius Shan Boone menulis “Review Sayembara Komposisi Musik Baru Salihara 2011: Bunga Baru Pertumbuhan Komponis Indonesia” pada laman Facebook masing-masing. Keduanya mempersoalkan sejumlah hal di seputar Sayembara dan penyelenggaraan konser yang menyertai pengumuman pemenang. Seraya mengucapkan terima kasih atas pelbagai masukan dan kritik dari Sdr. Indra Perkasa dan Sdr. Matius Shan Boone, dan demi memperjelas duduk perkara serta menghindari salah-paham yang berlarut-larut, perkenankanlah kami mengutarakan beberapa pokok tanggapan sebagai berikut:

Pertama, perlu kami nyatakan bahwa Dewan Juri Sayembara memiliki wewenang dan kebebasan penuh untuk mengambil putusan apa pun dalam proses penjurian. Komunitas Salihara sama sekali tidak mencampuri proses pengambilan putusan Dewan Juri, sejak tahap seleksi awal hingga penentuan finalis dan pemenang. Putusan Dewan Juri untuk hanya memberikan penghargaan bagi pemenang III, tanpa ada pemenang I dan II, adalah murni hasil kesepakatan mereka, tanpa sedikit pun campur tangan pihak Komunitas Salihara.

Kedua, putusan Dewan Juri dibuat berdasarkan penilaian atas naskah-naskah komposisi kiriman para peserta Sayembara, bukan berdasarkan pementasan karya pada saat konser perdana.

Ketiga, Komunitas Salihara sama sekali tidak mencari keuntungan finansial dari penyelenggaraan Sayembara maupun konser perdana. Putusan Dewan Juri untuk hanya memberikan hadiah III, tanpa ada hadiah I dan II, tidak membawa keuntungan apa pun bagi Komunitas Salihara. Selain itu, perlu diketahui bahwa laporan keuangan penyelenggaraan program-program Komunitas Salihara yang didanai Hivos harus menjalani audit eksternal oleh akuntan publik yang ditunjuk Hivos, demi memastikan bahwa tidak terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan dana.

Keempat, sebagaimana tercantum pada lembar pengumuman Sayembara dalam Kalender Program Komunitas Salihara sejak bulan Maret-April hingga Juli-Agustus 2011, pengumuman pemenang Sayembara dan pembacaan catatan penilaian Dewan Juri semula kami rencanakan berlangsung pada bulan Oktober 2011—tanpa disertai acara pementasan perdana karya(-karya) pemenang. Namun, akhirnya kami memutuskan untuk sekaligus menggelar konser perdana karya(-karya) pemenang pada malam pengumuman hasil putusan Dewan Juri Sayembara—sebagaimana tercantum pada Kalender Program Komunitas Salihara bulan November-Desember 2011 (yang dicetak dan mulai diedarkan pada bulan Oktober 2011). Karena acara tersebut sudah dirancang sebelum kami menerima hasil putusan Dewan Juri, dan pada saat itu kami masih membayangkan akan ada Pemenang I, II, dan III, maka tajuknya adalah “Konser Pemenang Sayembara Komposisi Musik Berdasarkan Budaya Musik Nusantara”. Perhelatan yang semula kami jadwalkan berlangsung pada 24 November 2011 itu juga akhirnya terpaksa diundur hingga 15 Desember 2011, karena persiapan pementasan musiknya ternyata memerlukan waktu lebih panjang. Pengelolaan seluruh proses penjurian Sayembara dan persiapan penyelenggaraan konser perdana kami serahkan kepada seorang project officer (Sdri. Yasmina Zulkarnain) yang kami kontrak khusus untuk keperluan tersebut—sebagaimana biasa kami lakukan pada penyelenggaraan program-program di luar acara-acara reguler bulanan Komunitas Salihara.

Kelima, bahwa terdapat kekurangan di sana-sini dalam proses penyelenggaraan konser perdana hasil Sayembara, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Pengalaman ini kami camkan baik-baik, dan catatan-catatan yang ditulis oleh Sdr. Indra Perkasa dan Sdr. Matius Shan Boone kami petik sebagai bahan dalam kerja evaluasi dan pengancangan program Sayembara yang akan datang. Kami terus berupaya menyempurnakan setiap tahap pelaksanaan program, agar segala kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Sayembara yang lalu tidak terulang.

Bersama surat ini, kami lampirkan Catatan Penilaian Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara 2011. Demikianlah keterangan yang bisa kami sampaikan. Harap maklum, dan terima kasih.

 

Jakarta, 16 Januari 2012

Dewan Kurator
Komunitas Salihara

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.