Habis Sakti, Terbitlah Sakit: Berbagai Macam Konsepsi Difabel di Jawa

 
Habis Sakti, Terbitlah Sakit: Berbagai Macam Konsepsi Difabel di Jawa
Oleh: Slamet Thohari

Slamet Thohari
Di Indonesia, kaum difabel, jujur saja, sangat jarang dilibatkan dalam perbincangan kaum cendekia, lebih khusus lagi dalam ilmu sosial, baik itu penelitian, diskusi atau karya akademis. Mencari buku tentang difabel ibarat mencari rambutan yang biasa tumbuh di Kaliurang, di California, Amerika Serikat. Kondisi yang demikian paralel dengan kondisi difabel yang selama ini tersingkir oleh culasnya “normalisme” yang tumbuh subur dalam masyarakat. Mereka hidup tanpa perhatian yang serius dari pemerintah, tanpa teknologi yang mencukupi untuk membantu kehidupan mereka, dan tanpa kesadaran masyarakat atas keseharian mereka di tengah kehidupan bersama. Padahal, polulasi mereka tidaklah sedikit, berdasarkan catatan WHO (World Health Organization) kaum difabel di Indonesia (2007) mencapai 10% dari total jumlah penduduk Indonesia. Itu berarti sekitar 20 juta lebih (Cheshire, 2010)

Sekitar 98% dari 1,8 juta anak difabel di Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang memadai (Kedaulatan Rakyat, 2008). Mayoritas mereka mendapat pendidikan di sekolah luar biasa, panti asuhan, atau di pusat-pusat pelatihan yang disediakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta. Mereka ibarat makhluk bervirus yang mesti dikarantina, sebagaimana nama sekolah buat mereka, “Sekolah (menge)Luar(kan) (dari orang) Biasa). Ini disebabkan kurangnya kesadaran difabelitas, khususnya di lingkaran pemerintah, demikian juga dengan minimnya budget negara yang dikeluarkan—baik oleh pemerintah pusat maupun daerah—untuk kaum difabel. Kesadaran aksesibilitas bagi kaum difabel dalam fasilitas umum yang juga sangat minim, menyebabkan difabel sulit mendapatkan akses kebutuhan sehari-hari. Tak sedikit di antara mereka menjadi pengemis di kereta, pasar tradisional, terminal bus, dan perempatan jalan.

 

Selanjutnya unduh makalah

Unduh Makalah

Discussion 0 Comments

Leave a comment


Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.