Bung Karno & Islam

Bung Karno lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga yang tak membaca Qur’an sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Ayahnya seorang priyayi Jawa, pengikut theosofi, ibunya seorang perempuan Hindu Bali. ”Ibu adalah meskipun beragama Islam asal daripada agama lain, orang Bali. Bapak, meskipun beragama Islam, beliau adalah beragama, jikalau boleh dinamakan agama, theosofi. Jadi kedua kedua orangtua saya ini yang saya cintai dengan segenap jiwa saya, sebenarnya tidak dapat memberikan pengajaran kepada saya tentang agama Islam.”

Selengkapnya

Selaku Pembuka

Bagi anda dan bagi kami, sebuah festival semestinya lebih daripada sekadar bunga rampai. Festival Salihara, kini yang ketiga, adalah puncak pilihan para kurator kami. Kami sebut puncak, untuk dua alasan. Yang pertama, kurator kami telah menampilkan yang terbaik sesuai bidang dan konteks masing-masing, lebih daripada ketika mereka mengancang program rutin-bulanan. Yang kedua, dalam kombinasinya satu sama lain, aneka mata acara itu menampilkan sesuatu yang menegaskan visi kami untuk memelihara keragaman dan kebaruan.

Selengkapnya

Narasi Islam pada Tubuh Goethe

Alangkah pandir menganggap diri istimewa
Mengira keyakinan sendiri benar belaka.
Bila makna Islam pada Tuhan berserah diri,
Maka dalam Islam semua kita hidup dan mati.

Selengkapnya

Empat Merapal Sajak

Pentas puisi malam ini teramat istimewa, pengarangnya sendiri yang membacakan karya-karyanya. Tak heran jika ruang teater penuh sesak dipadati oleh pendengar dan penikmat sastra.

Selengkapnya

Kebaruan dalam 9 dari Nadira

Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira  karya Leila S. Chudori boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep.

Selengkapnya

Petualangan Psikologis: Mencari “Kunci” Nadira

Takala 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori terbit, saat itu saya membatin: akhirnya salah satu ‘anak emas’ yang dimiliki kesusastraan Indonesia, tak hilang begitu saja. Perasaan lega itu timbul karena saya kerap menyaksikan: betapa bakat-bakat terbaik yang dimiliki sastra Indonesia, perlahan-lahan, akhirnya, lenyap begitu saja tergerus rutinitas hidup yang dipilihnya di luar kesusastraan.

Selengkapnya

Cerita Pazira tentang Mena

Hasrat Mena untuk menikah dengan Rahmat muncul seperti setetes embun pada pagi yang kering di pegunungan tempat mereka berdiam. Inilah sebuah dusun yang masih dikuasai oleh kekuatan para tetua dan tradisi yang masih melarang perempuan dan lelaki yang bukan muhrim berkomunikasi secara langsung.

Selengkapnya

Sastra dan Agama Berkelindan

Penyebutan kata yang berulang mengingatkan kita pada doa, mantra, atau zikir yang dilantunkan dengan cara ritmis setelah shalat. ”Puisi ini hasil penghayatan saya akan Tuhan dan kehidupan. Ini pergulatan saya sejak lama yang kemudian muncul tanpa direka-reka dalam bentuk puisi

Selengkapnya

Voltaire & Islam

Sebagai pemikir, Voltaire menuangkan gagasan-gagasannya dalam bentuk karya ilmiah, karya sastra, dongeng-dongeng filosofis, dan surat-surat pribadi. Voltaire telah menghasilkan sejumlah besar karya, baik yang berbentuk karya filsafat, sekitar 40 drama dan sekitar 20 ribuan surat pribadi yang berisi gagasan-gagasan tentang berbagai masalah aktual bahkan juga polemiknya dengan pengarang Jean-Jacques Rousseau.

Selengkapnya

Kisah Tragis Gadis Afganistan

Perang selalu membawa akibat yang mengerikan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Kehilangan keluarga, kesehatan memburuk, akses pendidikan putus, dan trauma mental. Perang juga membuat transfer budaya menjadi sangat lambat, bahkan dalam tataran tertentu mandek sama sekali. Dan, ketika budaya baru datang, di situlah ia justru acap menelan korban.

Selengkapnya

First  |  Prev |   1  2  3  4   | Next  |  Last  
Halaman 1/4

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.