Jeruji Perempuan di Ruang Publik

Ruang publik tidak selamanya nyaman bagi perempuan. Ruang publik acapkali menempatkan perempuan dalam kondisi keterpaksaan. Serangkaian norma, peraturan hingga alasan religius secara sadar atau tidak telah menjadi jeruji bagi perempuan. Bukan berarti jeruji keterpaksaan itu selalu menyiksa. Ada pula perempuan yang berserah dan lantas menikmati saja keterpaksaannya di ruang publik. Untuk merespon isu ini Komunitas Salihara akan menyelenggarakan acara pemutaran dua film dokumenter dan diskusi pada hari Rabu 7 Desember 2011 pukul 16.00 dan 19.00.

Selengkapnya

Finalis Sayembara Komposisi Musik Baru

Berikut ini adalah finalis Sayembara Komposisi Musik Baru yang telah dipilih oleh para juri yang terdiri dari:
Suka Hardjana, Avip Priatna dan Tommy Prabowo.

Selengkapnya

Kisah Karna Dalam Empat Monolog

Dalam cerita wayang, Karna adalah anak Kunthi, permaisuri dan ibu dari kelima pangeran Pandawa. Itu berarti ia bersaudara dengan para Pandawa. Lantas, dalam Bharatayudha, Karna justru berperang di pihak Kurawa. Karena itulah ia menjadi terisisih dari kasta-kasta dan membentuk sebuah identitas yang gamang. Kondisi identitas Karna itu yang kemudian ditafsir ulang dalam pertunjukan di Teater Salihara, yang kisahnya diupayakan tidak berjarak lagi dengan kehidupan manusia sekarang ini.

Selengkapnya

Info Penting pertunjukan Karna

Para penonton Salihara yang budiman,
Kami ingin mengingatkan anda untuk tidak datang terlambat ke pertunjukan "Karna", yang rencananya akan dimulai tepat pukul 20:00 WIB.

Selengkapnya

Serambi Salihara Gelar Lokakarya Musik Tradisi

Dikemas dalam kegiatan bertajuk Jelajah Musik, Jelajah Budaya Indonesia, kegiatan yang dimulai sore hari pukul 15:00 itu akan menampilkan sejumlah instruktur seperti Endo Suanda, Rizaldi Siagian, Agus Nur Amal.

Selengkapnya

Kesempatan Berkarier di Salihara

Untuk mendukung kegiatan Komunitas Salihara, kami mencari tenaga-tenaga profesional untuk mengisi posisi     Staf Program, staf Galeri, Account Executive, Staf SDM, Assisten Manager Umum, dan Resepsionis.

Selengkapnya

Laut, Bangsa, Puisi

Laut, Bangsa, Puisi
Menarasikan Keindonesiaan di “Bawah-Sadar” Puisi Indonesia
Oleh: Arif Bagus Prasetyo

Selengkapnya

Suara-Suara dari Tepian Negeri

Istilah ‘tanah-air’ adalah sebuah produk imajinasi yang unik, yang berangkat dari suatu kenyataan bahwa ada sekumpulan daratan dan sekelompok perairan yang dipandang sebagai satu entitas terpadu, tempat sebuah komunitas manusia berdiam. Gagasan yang menyatukan unsur tanah dan air sebagai wadahsekaligussumber kehidupan bersama ini barangkali bisa dikatakan khas Indonesia

Selengkapnya

Kesusastraan Indonesia Sebelum Kemerdekaan

Hal pertama yang harus dijelaskan dalam karangan mengenai sastra Indonesia adalah kapan ia lahir. Beberapa pengamat sudah membicarakan hal itu dan pada hemat saya tidak perlu adanya kata sepakat dalam hal ini. Bahasa Indonesia tumbuh dari bahasa Melayu dan dalam perkembangannya ia melibatkan kelompok-kelompok etnik lain yang masing-masing sudah memiliki kebudayaan dan bahasa sendiri – suatu hal yang justru memperkaya khazanah sastra itu sendiri

Selengkapnya

Sensor Atas Karya Seni dan Kebebasan Berekspresi Lain di Indonesia Hari Ini

“Rekan-rekanku menyebutku kolot, bahkan barbar, tapi di hotel Dieu sini kami memilih cara perawatan yang lebih agresif. Aku tak mencari popularitas atau ketenaran, Tn. Deblene, yang kucari misi lebih tinggi, mengambil sempalan-sempalan Tuhan, mereka yang telah dilupakan-Nya,dan mengkondisikan mereka dengan kekuatan dan kekerasan yang sama seperti kita melatih anjing atau kuda liar.

Selengkapnya

First  |  Previous |   1  2  3  4  5  6  7  8  9  10   | Next  |  Last  
Halaman 2/18

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.