Bulan Juli 2011 dan selanjutnya semua pertunjukan dselenggarakan dimulai pukul 20.00 WIB tepat.
Bukan Video Game, Josh!
"Ini sebuah drama terapi," kata sang sutradara, Eka D. Sitorus, seusai gladi bersih. Ya, Bang Bang You're Dead bercerita tentang kekerasan seorang anak muda karena merasa tertekan oleh lingkungannya. Dengan perasaan yang terimpit itulah, Joshua, yang diperankan sangat menarik oleh Wendy Arvida, nekat membunuh kelima temannya dengan pistol yang ia miliki.
Malam Ini Pembunuhan Pelajar di Salihara
Sakti Aktor Studio (SAS) dari Jakarta akan menampilkan drama realis Bang Bang You’re Dead di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2011 pukul 20.30 WIB. Pentas ini merupakan bagian dari Forum Teater Realis yang digelar Salihara setiap akhir pekan selama bulan Juni.
Gerai Salihara
Gerai Salihara yang baru selesai direnovasi dan hadir dengan wajah baru mulai bulan April 2011 merayakan ulang tahun Jakarta dengan semangat daur ulang ini. Kami memajang sepasang ondel-ondel di etalase sejak beberapa hari lalu. Ondel-ondel Bapak dan Ibu ini kami buat dengan bantuan Henny Rolan, seorang aktivis hidup tanpa sampah (zero waste) dari benda-benda yang sudah tak terpakai lagi. Spanduk bekas, guntingan majalah bekas, plastik warna-warni pembungkus makanan kecil, dan kardus bekas mie instant. Setelah dipajang dalam bingkai akrilik (yang bisa dipakai lagi dan lagi), penampilannya begitu menarik!
Lakon Kekejian Si Miskin
Ketegangan serta-merta meruap. Penonton seperti tertular efek ilusi realis yang diperankan oleh Teater Saturday Acting Club (SAC) di Teater Salihara, Pasar Minggu, pada Jumat dan Sabtu, (17-18 Juni 2011) pekan lalu. Dalam forum Teater Realis Salihara ini, mereka memainkan lakon berjudul Lithuania.
Saturday Acting Club Angkat Kekerasan Desa
"Kejadian ini bisa terjadi di mana saja, juga Indonesia. Karena ada kesenjangan yang besar antara kegemilangan kota dan kemiskinan akut di desa," kata Rukman Rosadi, sutradara pementasan ini.
Kufurnya Sang Pelacur
Kufur, yang dalam istilah Islam berarti mendustakan agama, diplesetkan menjadi sebuah pegangan hidup yang pantang terjadi bagi seorang perek profesional. Di bawah asuhan Ibu Warung, Titi harus menjunjung tinggi “derajat dan martabat” seorang perek. “Kamu harus tahu posisi kamu sebagai wanita sewaan maka bertingkah laku dan berperasaanlah seperti selaiknya,” hardik sang germo. Titi tak boleh menggunakan perasaan dalam dinasnya. Bahkan hasrat cintanya kepada seorang tukang becak bernama Rais pun selalu dihalangi agar tak sampai termakan oleh Titi. Jika sampai terjadi, maka Titi dianggap kufur.
Tafsir Visa ala Iswadi
Sementara Teater Satu Lampung mengeduk sampai jauh ke persoalan identitas. Cara menghadirkan jauh dari realis. Pertunjukan Lungid penuh gerak spontan, gerak sehari-hari. Sedangkan di tangan Iswadi Pratama, sutradara Teater Satu, panggung menjadi pentas permenungan. Para aktor sering menampilkan solilokui. Musik elektronik yang mengiringi pun minimalis repetitif. Meski ada celotehan-celotehan yang mengundang tawa, nada dasar pertunjukan suram puitik.
Komedi Pahit Teater Ciliwung
Drama dari naskah karya Utuy Tatang Sontani ini mengangkat sepotong kisah dari sebuah kawasan pelacuran di pantai utara Jawa (Pantura). Kisah berpusat pada Titi (diperankan Sri Suyanti), pelacur cantik yang berusaha mempertahankan harga dirinya sebagai perempuan; Ibu Warung (Lefi Wilmala), bekas pelacur yang menganggap semua lelaki hanya ingin memperbudak perempuan; dan Rais (Ade Bilal Perdana), tukang becak yang menaruh hati pada Titi.
Basis Sosial Kekerasan-Radikalisme Perkotaan
Pada kesempatan diskusi Komunitas Salihara 12 Mei 2011 lalu, telah diungkap nyaris tuntas akar terorisme, sejarah, ideologi serta jaringan organisasi kekerasan-radikalisme di Indonesia. Berbeda dengan fokus pengungkapan jaringan terorisme dan radikalisme pada diskusi lalu yang lebih ditekankan pada jaringan ideologi, organisasi dan para tokoh kuncinya, maka pada kesempatan kali ini, pengantar diskusi ini memilih untuk melakukan ekplorasi untuk menemukan dan mengungkap basis kelas sosial dari kekerasan-radikalisme saja. Upaya penjelajahan awal dari basis kelas sosial dan komunal dari kekerasan-radikalisme inipun hanya difokuskan pada daerah perkotaan Indonesia saja dengan ilustrasi gejolak kekerasan-radikalisme di Jakarta.
English





