Eudemonisme: Epikuros dan Aristoteles

Pertanyaan inti para filosof moral Yunani kuno adalah: Bagaimana sebaiknya seorang bijaksana menangani hidupnya? Jawaban yang mereka berikan adalah: Manusia hidup secara bijaksana apabila kehidupannya menghasilkan kebahagiaan yang seoptimal mungkin. Moralitas menurut mereka pada hakikatnya memuat petunjuk-petunjuk bagaimana manusia harus menjalankan kehidupannya supaya mencapai secara optimal kebahagiaan itu.

Selengkapnya

Mencermati Naratif Novel Pulang

Saya membaca novel Pulang dan tertarik untuk terus membacanya sampai akhir, terpikat dan terhibur. Saya mendapatkan apa yang selayaknya diperoleh dari cerita: naratif Pulang membantu saya memaknai sebuah bagian hidup bernama Indonesia dan memeriksa kembali keyakinan dan konstruk saya tentang Indonesia.

Selengkapnya

Pulang, Nostalgia, Harapan dan Kebebasan

Ke mana kita pulang, rupanya bukan melulu urusan arah atau tempat dari mana orang berasal. Pulang bukanlah perkara teritori geografis yang melekat dalam ekslusifitas praktik rutin individual yang tanda materialnya tergeletak rongsok dalam rupa tiket kereta api yang dijepit atau karcis tol yang tercecer, atau sepatu dan sandal yang tertata di depan pintu rumah. Pulang rupanya adalah elemen kompleks dan paling emosional, resonansi terdalam dari pengalaman kehidupan yang seringkali bersifat epik.

Selengkapnya

Bukan Jazz dari Zona Nyaman

Komposisi yang lahir dari semangat bereksplorasi pada hal-hal baru dan keluar dari keumuman acap kali dianggap sebagai musik ekperimental, sulit dinikmati, dan sering tak nyaman di telinga kebanyakan orang. Sri Hanuraga Trio membuktikan anggapan itu tak selalu benar. Trio yang terdiri dari Sri Hanuraga pada piano, Kristijan KrajnĨan (Slovenia) pada drum dan Mattia Magattelli (Italia) pada kontrabas, Sabtu (26/1) lalu tampil di Teater Salihara dalam Jazz Buzz 2013.

Selengkapnya

Shadu Rasjidi dan Jazz Menembus Batas

Shadu Rasjidi Band (SRB) menjadi penampil ke dua Jazz Buzz 2013 di teater Salihara, kemarin. Membawakan lima nomor berturut-turut, SRB tidak melulu menampilkan karya lama mereka. Satu nomor secara khusus tercipta dari SRB untuk penampilan mereka dalam Jazz Buzz 2013. Nomor itu berjudul Nobarier, tidak ada batas. Karya ini lahir saat SRB berada dalam proses persiapan tampil di Jazz Buzz 2013 ini.

Selengkapnya

Tentang Jazz dan Bali Kini

I WAYAN Balawan dan Sigit Arditya menjadi pembuka Jazz Buzz 2013 di Teater Salihara, Sabtu (12/01) lalu. Mereka tampil dengan bingkai program berjudul Minimum for Maximum: Music from Guitar & Violin.

Selengkapnya

Menunggu Lengkapnya Elemen Jazz Indonesia

JAZZ sudah hidup di Indonesia tak lama setelah musik tersebut lahir di Amerika Serikat. Perjalanan waktu lantas mencatat jazz di Indonesia kini telah mencapai banyak kemajuan.

Selengkapnya

Metode Kritis Tafsir Alkitab

Untuk dapat menangkap maksud dan pesan teks-teks Kitab Suci, si penafsir harus dengan seksama dan penuh pertimbangan memperhitungkan segala aspek teks. Keseksamaan dalam menimbang teks inilah yang disebut “kritisisme” (criticism) atau “kritik” (dari kata Yunani: krinein = to make a judgment prudently, based on taking various factors into account).

Selengkapnya

Tafsir dalam Hindu (Veda Vedanta)

Kitab suci umat Hindu adalah Weda. Weda adalah wahyu Tuhan yang diterima oleh Maharsi, Rsi yang (maha) utama. Weda juga sering disebut sebagai Kitab Sruti, artinya kumpulan wahyu yang diterima melalui pendengaran para Maharsi. Juga disebut Kitab Rahasia, karena inti ajarannya adalah menuntun umat untuk mencapai tujuan hidup yang tertinggi, yakni moksa. Weda juga sering disebut Kitab Mantra–apalagi di Bali—karena kitab ini berisi puji-pujian berupa mantra, baik untuk menjalankan ritual maupun untuk pemenuhan rohani.

Selengkapnya

Pertanggungjawaban Dewan Juri Lomba Foto Festival Salihara Keempat

Festival Salihara Keempat sudah berakhir sebulan lalu dan kami telah menerima ratusan foto yang diikutsertakan dalam Lomba Foto Festival Salihara Keempat 2012. Kami merasa Lomba Foto ini telah berhasil menjadi media ekspresi bagi para pencinta fotografi dan membuka ruang bagi mereka untuk memotret pertunjukan selama Festival. Bagi orang-orang yang mengenal kebiasaan di Komunitas Salihara, memotret pertunjukan ketika gladi bersih bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam kondisi normal karena biasanya hanya ditujukan bagi rekan-rekan pers. Juga, larangan memotret ketika pertunjukan berlangsung adalah kebijakan Salihara karena dinilai bisa mengganggu kenyamanan penonton dan penampil.

Selengkapnya

First  |  Previous |   5  6  7  8  9  10  11  12  13  14   | Next  |  Last  
Halaman 10/37

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.