Kembang, Binatang, dan Serat Jaka Tingkir

Bienal Sastra Salihara 2013 menyuguhkan kehadiran kembang dan binatang dalam karya-karya Andina Dwifatma dan Mugya Syahreza Santosa. Bersama mereka tampil pula Brenda A. Flanagan, sastrawan sekaligus pengajar penulisan kreatif yang banyak meraih penghargaan di Amerik Serikat. Mereka bertiga tampil di Teater Salihara dalam pembacaan sastra bertajuk “Kembang dan Binatang”, Rabu (14/10) lalu. Bersama mereka turut tampil Sruti Respati dan Endah Laras yang menyuguhkan pembacaan Babad Jaka Tingkir di awal dan di akhir acara.

Selengkapnya

Memoar Masa Kanak dan Sang Liyan

Masa kanak punya beragam warna. Momen sedih dan gembira adalah bagian penting perjalanan seorang manusia menuju kedewasaanya. Tak peduli apakah pada saat dewasa nanti seorang anak menjadi tokoh atau bukan, masa kecil pada dasarnya adalah babak awal lembaran hidup menuju babak-babak berikutnya. Di pentas baca dan musik “Memoar Masa Kanak Para Tokoh” Bienal Sastra Salihara 2013, Minggu (06/10) lalu, Daoed Joesoef, Ahmad Syafi’i Maarif, Franz Magnis-Suseno dan Mochtar Pabottingi membagi kisah kanak-kanak mereka. Agam Hamzah dengan gitar akustiknya menjadi pembuka dan penutup pembacaan sastra malam itu.

Selengkapnya

Pembatalan Lokakarya Sirkus Sosial Pancatantra: Sirkus dan Dongeng

Kami kabarkan bahwa salah satu mata acara Bienal Sastra Salihara 2013, Lokakarya Sirkus Sosial Pancatantra: Sirkus dan Dongeng, yang rencananya akan berlangsung di Studio Tari, Anjung Salihara, Kamis-Sabtu, 24-26 Oktober 2013, dibatalkan.

Selengkapnya

Tentang Perdebatan Ide Tak Kunjung Purna

Seri kuliah Umum Bienal Sastra Salihara 2013 di Serambi Salihara Sabtu (05/10) lalu mengusung materi bertajuk Tanding Ide: Dari Polemik Kebudayaan hingga Sastra Kontekstual, dengan pembicara Hilmar Farid dan Sony Karsono. Sesuai judulnya, secara runut kedua pembicara menyampaikan perdebatan-perdebatan panjang di seputar sastra dari masa lalu hingga kini. Kedua pembicara senada menyebut pentingnya melihat latar di sekitar munculnya perdebatan-perdebatan ide tersebut. Mulai dari kehidupan politik hingga keadaan ekonomi.

Selengkapnya

Pembacaan Karya di Bienal Sastra Salihara

Bienal Sastra Salihara 2013 bertajuk “Sirkus Sastra” Sabtu (05/10) lalu menampilkan pembacaan karya sejumlah sastrawan. Tema karya yang dibacakan di Teater Salihara adalah Kota dan Yang Tersembunyi. Sastrawan Bamby Cahyadi, Deddy Arsya, Joko Pinurbo, dan Maria Peura (Finlandia) menjadi penampil secara bergantian. Selain pembacaan, rangkaian nada dari Risa Sarasvati ikut meramaikan acara ini.

Selengkapnya

Tiga Model Kritik Sastra

Kritik sastra memiliki fungsi penting bagi sastra di suatu masa dan dan perkembangan sastra di kemudian hari. Kritik yang kuat dan dalam dibutuhkan sebagai proses perkembangan sastra di masa berikutnya. Sebuah kritik ibarat pecut agar karya sastra merespons dengan menuju kebaruan-kebaruan yang dimaksudkan. Di Indonesia, kritik sastra muncul seiring generasi pengarang Pujangga Baru yang mencoba lepas dari pakem-pakem sastra tradisional menuju sastra Indonesia modern.

Selengkapnya

Liuk Plastik di Pusaran Angin

Sebuah kantong plastik kerap berakhir sebagai sampah belaka. Kantong kresek kerap pula disebut sebagai sumber pencemar lantaran tanah kesulitan mengurainya. Di tangan Phia Ménard dan Compagnie Non Nova, kantong plastik menjadi elemen penting dalam pentas. Plastik menari menjadi bagian utama dari lakon selain angin berpusar.  The Wind Plays: Vortex dan Afternoon of a Foehn yang menjadi sajian pembuka Bienal Sastra Salihara 2013 dari Compagnie Non Nova menunjukkan paduan liukan plastik karena embusan angin bisa menjadi tontonan unik.

Selengkapnya

Sirkus Properti Panggung Hiroshi Koike

Kostum sebuah pementasan dan peristiwa kesenian lainnya tidak hanya berhenti sebagai pembungkus tubuh semata. Ia punya cerita sendiri. Tentang bagaimana ia dibentuk, disesuaikan, dikenakan, diandalkan, lalu ditanggalkan. Ini berlaku sama pada properti pemanggungan lainnya. Pameran bertajuk Circus: The Memory of Hiroshi Koike and Pappa Tarahumara di Galeri Salihara hingga 30 September mendatang adalah buktinya.

Selengkapnya

Agama Sipil Sebagai Fenomena Episodik Problem dan Tantangan Agama Sipil di Indonesia

Agama Sipil Sebagai Fenomena Episodik
Problem dan Tantangan Agama Sipil di Indonesia
Tedi Kholiludin

Selengkapnya

Masa Depan Agama Sipil di Indonesia Percakapan bersama Rousseau, Bellah dan Cak Nur

Masa Depan Agama Sipil di Indonesia
Percakapan bersama Rousseau, Bellah dan Cak Nur
Ihsan Ali-Fauzi

Selengkapnya

First  |  Previous |   5  6  7  8  9  10  11  12  13  14   | Next  |  Last  
Halaman 10/41

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.