Ketika Penonton dan Seniman Saling Menemukan

Sebuah festival ialah perayaan bersama, di mana baik para penonton maupun seniman-penampil memperdalam dan memperluas cakrawala artistik mereka.

Selengkapnya

Tarian Malam Pemungkas Festival

Nan Jombang Dance Company menjadi pemungkas Festival Salihara Keempat. Pada Selasa—Rabu (23—24/10) malam, mereka menampilkan karya berjudul Tarian Malam di Teater Salihara. Karya ini diciptakan pada 30 September 2009, setelah gempa menerjang Padang, Sumatera Barat. Saat gempa berkekuatan 7,6 SR melanda ibukota Sumatera Barat itu, para anggota Nan Jombang Dance Company tengah berlatih tari. Lindu itu lalu mendorong Ery Mefri dan para penarinya mengembangkan karya baru, Tarian Malam.

Selengkapnya

Pesona Kelindan Cahaya dan Koreografi

Susanna Leinonen Company menjadi penampil akhir pekan di Festival Salihara Keempat. Selama dua hari (12—13/10) mereka membawakan komposisi tari bertajuk And the Line Begins to Blur & Trickle, Green Oak. Pertunjukan mereka menabalkan bahwa sebuah koreografi akan makin istimewa bila didukung oleh detail tata cahaya dan suara.

Selengkapnya

Godaan Dawai dari Andalusia

Amir-John Haddad yang tampil di Festival Salihara Keempat pada Rabu-Kamis (10-11/10) lalu menampilan petikan dawai dari pelbagai instrumen petik. Sesuai judul pertunjukannya, From East to West, Amir membawakan aneka komposisi yang dimainkan dengan pelbagai instrumen petik, dari khazanah Timur Tengah dan Barat, dari petikan genit khas Tambura India hingga cabikan gahar khas metal dengan gitar berleher tiga ala Jimmy Page.

Selengkapnya

Tari Telanjang Tanpa Rangsang

Tubuh telanjang tidak selalu menjadikan pelihatnya terangsang. Tari telanjang pun juga tak selalu berkutat dalam bingkai erotis pemancing syahwat. Dalam konteks ini, Amour, acide, et noix (2001) dari Daniel Léveillé Danse (Kanada) menjadi contohnya. Penampilan mereka dalam Festival Salihara Keempat Selasa (09/10) lalu memukau 230-an penonton di Teater Salihara.

Selengkapnya

Tentang Dosa Tubuh

Tubuh acap menjadi objek dari pemaknaan para pemilik dan pelihatnya. Ekspresi pemaknaan atas tubuh lantas menempatkannya berlumur stigma. Tubuh tak lagi polos bebas nilai seperti awal ia terlahir. Pemaknaan kultural, religi, politik, hingga soal ekonomi pada tubuh telah melekat erat padanya dengan rupa-rupa nilai. Tubuh terbuka berkubang dosa, tubuh tertutup berkalang kesalihan, dan lainnya. Pertanyaan tentang apa dosa tubuh di tengah riuh pelekatan makna lantas meruap.

Selengkapnya

Keluarga Badak Luar Angkasa

Gerai Salihara menjadi lokasi peluncuran art toys karya Marine Ramdani dan Marwah Islami alias Ais. Dua perupa asal Bandung itu melepas seri baru Hybrid Rhino keluarga Jouwe yang selama ini sudah melanglang hingga negeri seberang. Karakter baru keluarga Jouwe adalah Plum, badak luar angkasa yang terdampar di Ujung Kulon dan membuatnya bertemu dengan badak setempat ayah Jouwe, Bismarck.

Selengkapnya

Masih tentang Pusaka Nusantara, Logika dan Seks

Ayu Utami kembali menerbitkan novel, judulnya Lalita. Novel ini adalah buku kedua dalam serial Bilangan Fu, sebuah novel induk yang akan menurunkan 12 seri kisah terpisah. Selain sebagai kisah petualangan, serial ini selalu mengandung dua  teka-teki atau misteri yang berhubungan dengan khazanah kebudayaan Nusantara, logika atau cara berpikir, dan seks.

Selengkapnya

Sihir Tango Minus Goyang

TANGO acap kali diidentikkan dengan gerak tari. Goyang dan tango memang kadung melekat bagi banyak orang hingga melupakan bahwasanya tango sebenarnya adalah sebuah jenis aliran musik seperti jazz dan lainnya.Tango sebagai musik minus goyang ditunjukkan dengan apik oleh Kraayenhof Tango Ensemble (KTE) di Teater Salihara Sabtu malam tadi.

Selengkapnya

Antara Adiluhung dan Adiluwung

BHARATAYUDHA adalah kisah sakral dalam epos pewayangan Mahabharata. Lakon tersebut sering dianggap sakral oleh banyak kalangan. Sebagai babak akhir pertarungan Pandawa dan Kurawa, Bharatayudha lantas diidentikkan sebagai perjumpaan penting antara kutub positif dan negatif, kebaikan dan kebatilan. Di tangan Ki Jlitheng Suparman bersama Wayang Climen lewat lakon Nirasmara, klimaks Mahabharata itu buyar oleh aksi mogok seks para perempuan pengikut Pandawa dan Kurawa.

Selengkapnya

First  |  Previous |   7  8  9  10  11  12  13  14  15  16   | Next  |  Last  
Halaman 12/37

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.