Membaca Hikayat Srengenge Muda

Membaca puisi-puisi awal Sitok Srengenge, puisi-puisi yang ditulisnya semasa SMA dan kuliah, terasa benar pergolakan dan pencarian seorang pemuda akan makna hidup. Pencarian? Hmm, mungkin terdengar klise.

Selengkapnya

The Crescent Moon: The Asian Face of Islam in New Zealand

The Crescent Moon: The Asian Face of Islam in New Zealand adalah pameran fotografi tentang muslim Asia yang bermukim di Selandia Baru. Pameran yang digelar di Galeri Salihara, 08-13 Juli 2013, ini menampilkan foto dan cerita pribadi dari 37 individu—termasuk dua orang Indonesia yang bermukin di Selandia Baru.            Masyarakat Selandia Baru adalah masyarakat toleran, di mana orang-orang dengan perbedaan etnisitas dan keyakinan pada umumnya disambut dan diterima. Pameran ini menggambarkan keragaman yang signifikan dalam komunitas muslim di Selandia Baru, dan mengisahkan cerita dan pengalaman yang beragam dari 37 muslim di Selandia Baru melalui suara mereka sendiri.

Selengkapnya

Seni Jalanan Bernama Mural

Mural sebagai sebuah seni di jalanan pada dasarnya netral, tanpa nilai. Namun begitu, netralitas mural memberi celah untuk menjadikannya mengandung nilai-nilai tertentu dari pembuatnya. Bisa sarat nilai politik hingga hiburan. Pengalaman Andi Rharharha dan Samuel Indratma berkutat dengan mural menunjukkan hal itu. Mereka menjadi pembicara dalam diskusi Street Art: Antara Seni dan Politik di Serambi Salihara, Selasa (02/07).

Selengkapnya

Panggung Setengah Tong Setan

Dilihat dari  sisi skenografi, dibandingkan pementasan pada 1999, Endgame kali ini tidak sama persis. Walaupun sama-sama menggunakan panggung tanpa sudut, pada Endgame kali ini mirip dengan bentuk tontonan atraksi Tong Setan khas pasar malam. Setting panggung Endgame dibentuk setengah lingkaran dengan dinding dan lantai kayu.

Selengkapnya

Upaya Menyegarkan Endgame

Endgame dimainkan oleh Yudi Ahmad Tadjudin (Hamm), Whanny Darmawan (Clov), Kusworo Bayu Aji (Nagg), dan Erytrina Baskoro (Nell). Di Helateater Salihara 2013, selain mereka ada pula Gunawan Maryanto, Theodorus Christanto, M.N. Qomaruddin, dan Arsita Iswardhani, dengan peran yang sama. Empat nama terakhir boleh disebut sebagai generasi baru Teater Garasi yang menyegarkan lakon Endgame.

Selengkapnya

Menemukan Kembali Endgame

Setelah  berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru, semangat menyambut harapan baru begitu riuh. Saat itu, Teater Garasi mementaskan naskah Endgame karya Samuel Beckett di Yogyakarta, Jakarta dan kota-kota lain. Kini, harapan baru setelah Reformasi 1998 belum juga mewujud utuh dan Teater Garasi kembali memainkan Endgame.

Selengkapnya

Teror Realis Teater Mandiri

BMBM Putu Wijaya tulis saat dia berumur 20 tahun, 49 tahun silam. Naskah BMBM pertama kali naik pentas pada 1967, lalu pada 1975 di Taman Ismail Marzuki. Kali ini BMBM dilakoni oleh Niniek L. Karim (Gusti Biang), Irianto Kribo (Wayan), Arswendy Nasution (Ngurah), dan Fien Herman (Nyoman).

Selengkapnya

BMBM Naik saat BBM Naik

Teater Mandiri memanggungkan lakon realis Bila Malam Bertambah Malam (BMBM) karya Putu Wijaya. Lakon berumur nyaris setengah abad ini naik pentas dalam Helateater Salihara 2013 di Teater Salihara saat malam ketika kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diumumkan pemerintah, Jumat (21/06) lalu, dan dipentaskan kedua kalinya pada Sabtu (22/06).

Selengkapnya

Kegalauan Identitas dan Keadilan Gender Pengantar untuk buku Manusia, Perempuan, Laki-laki

Sebelum masuk ke dalam kumpulan tulisan yang diberi judul Manusia, Perempuan, Laki-laki ini, saya akan mulai dengan sebuah cerita kecil. Cerita itu berasal dari sastrawan Jerman, Thomas Mann, yang diberi judul Mario und der Zauberer.

Selengkapnya

Seksualitas Bunga Rampai dan Sejumlah Pertanyaan

Isu seksualitas di Indonesia adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, selama lebih dari satu dekade kita menyaksikan obsesi yang tak habis-habis terhadap seksualitas. Seksualitas diperbincangkan, diperdebatkan, diatur, diberi hukuman.

Selengkapnya

First  |  Previous |   7  8  9  10  11  12  13  14  15  16   | Next  |  Last  
Halaman 12/41

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.