Mengapa ”Islam Politik” Menang di Timur Tengah Tapi Kalah di Indonesia?

INDONESIA adalah negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Namun, Indonesia jelas bukan negara Islam. Tidak pernah pula partai Islam pernah berkuasa di nusantara layaknya partai serupa di negara-negara berpenduduk Islam Timur Tengah. Keunikan antara Islam di Indonesia dan Timur Tengah layak mendapat perhatian. Hal ini pula yang menjadi bahasan dalam diskusi "Islam Politik" di Timur Tengah dan Indonesia di Komunitas Salihara Rabu (25/01) lalu. Luthfi Assyaukanie dari Freedom Institute dan Faisal Assegaf seorang wartawan dan pengamat politik Timur Tengah menjadi pembicara dalam diskusi itu. Pertanyaan mendasar dari diskusi ini adalah ”mengapa Islam Politik di Timur Tengah menang, namun Islam Politik di Indonesia selalu kalah?”

Selengkapnya

Perihal Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara 2011

Tahun lalu Komunitas Salihara, bekerja sama dengan Hivos, mengadakan “Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara” (selanjutnya ditulis Sayembara) untuk pertama kali. Dewan Juri (Avip Priatna, Budi Utomo Prabowo, dan Suka Hardjana) meluluskan tiga komposisi—“MDL (Mery dan Leak)” karya Migi Puspita Parahita, “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone, dan “IP1” karya Indra Perkasa—sebagai finalis, dan menetapkan “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone selaku pemenang. Tiga karya tersebut ditampilkan perdana dalam sebuah konser di Teater Salihara pada Kamis, 15 Desember 2011 malam.

Selengkapnya

Catatan Penilaian Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara

Dalam telaah (analisis) penilaiannya, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 memberi fokus perhatian pada inti tujuan sayembara, yaitu: [1]. Musik Baru berdasarkan Budaya Musik Nusantara. Dalam hal ini, Dewan Juri memberi penekanan pada [2]. penguasaan rekayasa teknik penciptaan komposisi melalui variabel pilihan 14 (empat belas) alat musik sebagai media (organik) daya ungkap.

Selengkapnya

Antara Ibadah dan Mahabah Rabi’ah al-‘Adawiyah

Mahabah Rabi’ah dan kisahnya inilah yang menjadi napas dari buku bertajuk Syahadat Cinta Rabi’ah al-‘Adawiyah.  Buku karangan Mohamad Guntur Romli itu pada Rabu (18/01) lalu menjadi bahan perbincangan dalam acara Musyawarah Buku di Serambi Salihara. Ketua Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Musdah Mulia dan ahli tasawuf Luqman Hakiem menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Selengkapnya

Wajah Baru Rasa Lama Trafficking

Trafficking sudah ada sejak zaman nabi. Sepanjang perjalanan sejarah dan sependek ingatan manusia, trafficking telah berganti rupa dengan segala bentuk-bentuk baru. Bagi perempuan, pergantian wajah trafficking di tiap zaman pada dasarnya tetap saja meninggalkan satu ciri penindasan yang konstan. Penindasan terhadap perempuan tetap eksis walau zaman telah berganti.

Selengkapnya

Selamat Tahun Baru

Pembaca dan pemirsa yang budiman.
Dengan perhatian dan dukungan anda sekalian, penyusunan dan pelaksanaan program Komunitas Salihara jadi semakin baik. Di tangan anda kini terdapat kalendar acara kami Januari-Maret 2012. Ini kalender tiga bulanan, yang akan berlaku demikian seterusnya; seperti anda tahu, tahun lalu kalender acara kami masih dua bulanan. Ancangan program Dewan Kurator kami semakin berjangka ke depan. Dengan ini, kami percaya, produksi seni di satu pihak, dan minat penonton di lain pihak, akan terpacu lebih saksama.

Selengkapnya

Metafor dan Metamorfosis: Membaca Kembali ‘Malarangsumirang’

Tak perlu saya kemukakan dengan paragraf-paragraf yang panjang rasa terima kasih saya atas kehormatan yang istimewa yang saya terima hari ini. Bagi saya, anugerah ini, di bawah nama ‘Hamengku Buwono IX’, menjadi tambah berharga karena apa yang saya kenang dari tokoh besar Yogyakarta dan Republik Indonesia itu.

Selengkapnya

Mainan Minim Main-Main

Sharron M. Scott dalam Toys and American Culture: an encyclopedia (2010) membeber singgungan antara main-main, mainan, dan ranah seni sudah terjadi sejak awal abad ke 20. Bicycle Wheels (1913) karya Marchel Duchamp acap disebut sebagai sebuah karya seni pertama yang menempatkan sisi main-main tanpa secara vulgar melibatkan mainan di dalamnya. Setelah Bicycle Wheels, muncul miniatur sirkus Cirque Calder (1925) karya Alexander Calder. Setelah Calder, Hans Bellmer di Jerman juga melibatkan mainan dalam karyanya yang berjudul Die Puppet (1934). Karya berbentuk patung dari susunan boneka ini secara langsung menjadi bentuk kritik kepada Partai Nazi yang mengagungkan kesempurnaan kaum Aria.

Selengkapnya

Jeruji Perempuan di Ruang Publik

Ruang publik tidak selamanya nyaman bagi perempuan. Ruang publik acapkali menempatkan perempuan dalam kondisi keterpaksaan. Serangkaian norma, peraturan hingga alasan religius secara sadar atau tidak telah menjadi jeruji bagi perempuan. Bukan berarti jeruji keterpaksaan itu selalu menyiksa. Ada pula perempuan yang berserah dan lantas menikmati saja keterpaksaannya di ruang publik. Untuk merespon isu ini Komunitas Salihara akan menyelenggarakan acara pemutaran dua film dokumenter dan diskusi pada hari Rabu 7 Desember 2011 pukul 16.00 dan 19.00.

Selengkapnya

Finalis Sayembara Komposisi Musik Baru

Berikut ini adalah finalis Sayembara Komposisi Musik Baru yang telah dipilih oleh para juri yang terdiri dari:
Suka Hardjana, Avip Priatna dan Tommy Prabowo.

Selengkapnya

First  |  Previous |   7  8  9  10  11  12  13  14  15  16   | Next  |  Last  
Halaman 12/29

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.