Penundaan SIPAX

Penundaan SIPAX

Selengkapnya

Suwarsih Djojopuspito: Menciptakan Subjek Feminis Nasionalis Melalui Narasi Autobiografis

Sudah lama saya tertarik pada karya autobiografis perempuan, baik oleh perempuan yang termasuk ke dalam “tokoh publik” maupun autobiografi oleh perempuan dari kalangan “biasa”. Buku-buku Nh. Dini, misalnya, adalah buku-buku yang pertama kali membuat saya semakin merasa yakin bahwa menulis secara autobiografis adalah strategi penting dalam menulis persoalan perempuan. Lebih dari itu, sebagai tulisan feminis. Ketertarikan akademik saya pada auto/biografi membuat saya juga cenderung untuk menulis secara autobiografis yang saya rasa dapat membantu mendekatkan wacana yang saya bicarakan dengan keseharian perempuan, paling tidak dalam konteks keseharian saya sendiri. Saya berpendapat hal itu penting untuk menunjukkan fragmentasi dan koherensi diri saya sebagai seorang perempuan yang akademisi, sebagai feminis, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai orang Sunda/Jawa/Banten dan sebagai perempuan yang tubuhnya mengalami menstruasi, kehamilan, menyusui, dan mungkin segera, menopause, serta banyak konteks lain yang mengerangkai diri saya. Fragmentasi dan pada saat yang sama koherensi yang sama dan/tetapi berbeda dapat dialami oleh banyak perempuan lain.

Selengkapnya

Perempuan Pencipta Narasi: Adakah Menulis Sejarah Perempuan?

Seandainya saya ikut hadir dalam Kongres Perempuan I, 22 Desember 1928, di Yogyakarta, saya akan mengusulkan pandangan Siti Zahra Goenawan delegasi dari Roekoen Wanodijo (Jakarta) itu menjadi agenda politik untuk menulis kembali sejarah dari sejarah perempuan. Saya terpukau ketika menemukan teks ini di antara pidato-pidato peserta Kongres Perempuan I, sekalipun Siti Zahra tidak bermaksud untuk menjadi aktivis penulisan ulang sejarah perempuan. Tetapi saya menggarisbawahi pandangannya sebagai kritik terhadap penulisan sejarah yang androsentris, yang pada masa itu sudah mencemaskan para ibu kita.

Selengkapnya

Antara Irisan dan Paras

Kurator Seni Rupa Komunitas Salihara Asikin Hasan menyebut seri Kundalini Bumi karya Dipo Andy dapat dilihat satu per satu sebagai karya selesai atau bisa dilihat sebagai instalasi. Sebagai sebuah karya, proses penciptaan seri Kundalini Bumi tidak sesederhana yang dibayangkan. Penggunaan lumpur yang sulit dijinakan di atas kanvas adalah salah satu proses tak sederhana seri lukisan terkini Dipo Andy itu.

Selengkapnya

Orang Tenar, Lapindo dan Kundalini Bumi

Sebanyak 111 karya kolase citraan dari Google Earth berpadu wajah tokoh dunia dan lumpur Lapindo terpajang di Galeri Salihara dalam pameran Dipo Andy bertajuk Kundalini Bumi. Pameran ini berlangsung hingga 2 April. Seri karya Kundalini Bumi ingin menyampaikan pesan tentang peran manusia di tengah keindahan dan keburukan wajah bumi.

Selengkapnya

Etika Jawa

Etika Jawa bukan sebuah sistem eksplisit, melainkan sebuah pola kultural. Tidak ada “orang Jawa” secara murni. Seperti orang-orang lain, orang Jawa mengembangkan sikap-sikap etis berhadapan dengan tantangan yang ada, banyak di antaranya sudah tidak bergerak dalam kerangka tradisi Jawa.

Selengkapnya

Menjadi Thomas

Pengakuan: Eks Parasit Lajang novel teranyar dari penulis Ayu Utami, sarat akan problem-problem eksistensial. Problem yang menyangkut bagaimana seorang individu mengalami pergelutan pilihan yang ia hadapi. Novel ini berkisah tentang tokoh A, seorang perempuan yang memiliki cara pandang tersendiri tentang hidup

Selengkapnya

Etika Kepedulian: Kritik Terhadap Kant

Bahwa pemikiran kaum perempuan menegaskan segi-segi yang berbeda, bahkan sering bertentangan, dari pemikiran kaum laki-laki dalam filsafat moral sudah kelihatan sejak 1970-an. Sudah ada pelbagai publikasi mengenai etika feminis. Namun kiranya tidak berlebihan dikatakan bahwa buku yang paling berpengaruh adalah In a Different Voice (1983) karya Carol Gilligan. Bukan hanya bahwa Gilligan menegaskan kekhususan perempuan jika berfilsafat, melainkan dalam buku ini ia juga menunjukkan letak kekhususan itu, atau bagaimana bentuk sebuah etika yang khas intuisi perempuan itu: Itu adalah etika yang sekarang kita sebut “etika kepedulian” (ethics of care). Apa kekhususannya?

Selengkapnya

Moralitas dan Otonomi: Immanuel Kant

Immanuel Kant adalah filosof modern yang paling berpenga­ruh. Pemikirannya yang analitis dan tajam memasang patok-patok yang mau tak mau menjadi acuan bagi segenap pemikiran filosofis kemudian, terutama dalam bidang epistemologi, metafisika dan etika.

Selengkapnya

Seni Sebagai Peristiwa (Evakuasi Subjek)


Seni sebagai peristiwa. Ya, ini sebuah perspektif yang menarik dan menantang untuk melihat seni. Peristiwa! Suatu ungkapan yang menunjuk suatu kejadian yang tidak bisa kita maknai sepenuhnya namun justru karena itu kita inginkembali ke sana terus-menerus. Peristiwa menjadi titik tolak dan referensi hidup manusia. Hidup kita sehari-hari—baik pribadi maupun kolektif, entah sadar atau tidak—senantiasa bertitik tolak dari suatu peristiwa dan senantiasa menanti peristiwaperistiwa baru. Orang-orang di sekitar Gunung Merapi, misalnya, menjadikan erupsi terakhir menjadi titik berangkat (entah karena rumahnya hancur, kehilangan anggota keluarga, atau bahkan rumahnya menjadi bagus) dan entah sadar dan tidak siap untuk terjadinya peristiwa erupsi selanjutnya dengan akibat yang belum diketahui. Dengan demikian hidup ibarat mencoba membuat ritme peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya tidak bisa dibuatnya. Tapi sering kali hasilnya getir. Begitu ada ritme, suatu peristiwa menginterupsi kembali dan semuanya seakan mulai dari titik nol.

Selengkapnya

First  |  Previous |   7  8  9  10  11  12  13  14  15  16   | Next  |  Last  
Halaman 12/40

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.