Kebaruan dalam 9 dari Nadira

Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira  karya Leila S. Chudori boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep.

Selengkapnya

Petualangan Psikologis: Mencari “Kunci” Nadira

Takala 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori terbit, saat itu saya membatin: akhirnya salah satu ‘anak emas’ yang dimiliki kesusastraan Indonesia, tak hilang begitu saja. Perasaan lega itu timbul karena saya kerap menyaksikan: betapa bakat-bakat terbaik yang dimiliki sastra Indonesia, perlahan-lahan, akhirnya, lenyap begitu saja tergerus rutinitas hidup yang dipilihnya di luar kesusastraan.

Selengkapnya

Cerita Pazira tentang Mena

Hasrat Mena untuk menikah dengan Rahmat muncul seperti setetes embun pada pagi yang kering di pegunungan tempat mereka berdiam. Inilah sebuah dusun yang masih dikuasai oleh kekuatan para tetua dan tradisi yang masih melarang perempuan dan lelaki yang bukan muhrim berkomunikasi secara langsung.

Selengkapnya

Sastra dan Agama Berkelindan

Penyebutan kata yang berulang mengingatkan kita pada doa, mantra, atau zikir yang dilantunkan dengan cara ritmis setelah shalat. ”Puisi ini hasil penghayatan saya akan Tuhan dan kehidupan. Ini pergulatan saya sejak lama yang kemudian muncul tanpa direka-reka dalam bentuk puisi

Selengkapnya

Voltaire & Islam

Sebagai pemikir, Voltaire menuangkan gagasan-gagasannya dalam bentuk karya ilmiah, karya sastra, dongeng-dongeng filosofis, dan surat-surat pribadi. Voltaire telah menghasilkan sejumlah besar karya, baik yang berbentuk karya filsafat, sekitar 40 drama dan sekitar 20 ribuan surat pribadi yang berisi gagasan-gagasan tentang berbagai masalah aktual bahkan juga polemiknya dengan pengarang Jean-Jacques Rousseau.

Selengkapnya

Kisah Tragis Gadis Afganistan

Perang selalu membawa akibat yang mengerikan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Kehilangan keluarga, kesehatan memburuk, akses pendidikan putus, dan trauma mental. Perang juga membuat transfer budaya menjadi sangat lambat, bahkan dalam tataran tertentu mandek sama sekali. Dan, ketika budaya baru datang, di situlah ia justru acap menelan korban.

Selengkapnya

Honeysuckle Rose dengan Tuba

Di tengah permainan empat saksofon dan flute, perempuan muda dengan sackdress hitam berbalut kain merah di pinggangnya masuk panggung. Setelah duduk, Mery Kasiman, perempuan itu, langsung menekan bilah-bilah piano, memainkan melodi yang sama dengan lima musik tiup. Nada rendah dari tuts piano berubah menjadi tinggi, diselingi akor miring di oktaf rendah.

Selengkapnya

Demokrasi Berbagi

Alasan yang mendukung sistem demokrasi seringnya mengacu pada superioritas nilai-nilai yang dianggap mendasari demokrasi, seperti kebebasan, kesetaraan, dan pluralisme.

Selengkapnya

Musik Kamar Rasa Jazz

Lima pemain saksofon tampak telah siap beraksi. Mereka tengah menunggu aba-aba sang komposer untuk menyelaraskan nada dengan musik serta suara biduanita. Formasi itu dilengkapi pula seorang pianis dan pemain tuba, yang sama-sama siap beraksi.

Selengkapnya

Edhi Sunarso

Dia adalah the last of the Mohicans dari generasi seniman yang tumbuh pada masa Revolusi Kemerdekaan. Angkatan ini telah berjasa besar dengan memperkenalkan konsep—dan juga metode—“jiwa nampak”: seniman harus memperjuangkan keseorangannya, individualitasnya, membuat jiwanya sendiri terlihat dalam bentuk-bentuk ciptaannya; namun di sisi lain, ia juga, sebagai anak masyarakat dan sejarahnya, mengancang figur-figur yang, sekalipun terpiuh, tetap berterima. “Jiwa nampak” bukan hanya perjuangan demi kesenian modern yang bersifat nasional, tetapi juga “teknik” untuk menggali bentuk dengan, misalnya, menggunakan model hidup.

Selengkapnya

First  |  Previous |   13  14  15  16  17  18  19  20  21   | Next  |  Last  
Halaman 18/21

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.