Menyelaraskan Gerak Cakil dan Balet

Andrea Leine dan Harijono Roebana berusaha mengharmoniskan vokabuler gerak Jawa dan balet. Hasilnya?

Selengkapnya

Senyawa Dua Tradisi

Proses dan terus berproses. Selama tiga tahun kolaborasi dua koreografer asal Belanda dengan delapan penari (Belanda dan Indonesia) melahirkan karya tari Ghost Track, Di panggung, dua tradlsi tubuh yang berbeda latar kultur dari para penarinya melebur, bersenyawa utuh.

Selengkapnya

Budjana Akhiri Salihara Jazz Buzz

Setelah pada 21-22 Januari lalu Dony Koeswinarno dan Tohpati Ario Hutomo tampil, tadi dan nanti malam giliran Bintang Indrianto dan Dewa Budjana yang meramaikan Salihara Jazz Buzz. Bintang dan Budjana sekaligus mengakhiri rangkaian Salihara Jazz Buzz. Seperti Dony Koeswinarno dan Tohpati, Bintang dan Budjana juga membawakan komposisi-komposisi dengan format ensemble tak biasa dalam jazz.

Selengkapnya

Penjelajahan dengan Beda Latar Budaya Ghost Track dari LeineRoebana

Pertengahan tahun lalu, LeineRoebana mendemonstrasikan hasil latihan karya baru mereka, Ghost Track, di Teater Salihara. Kini, LeineRoebana kembali datang ke Jakarta untuk mempertunjukan Ghost Track secara utuh. Penampilan mereka di Teater Salihara ini juga merupakan penampilan perdana Ghost Track di Asia—pertunjukan perdananya di Belanda telah diselenggarakan akhir tahun 2011.

Selengkapnya

Keseharian dan Kebetulan dalam Rumah Kopi Singa Tertawa

Sesuai pakem, sebuah kebetulan adalah hal yang dihindari dalam naskah fiksi atau drama. Kebetulan yang sering dijadikan perangkai hingga pemungkas cerita akan mengurangi kualitas naskah itu sendiri. Namun, tidak demikian dengan kebetulan-kebetulan dalam cerita-cerita pendek Rumah Kopi Singa Tertawa. Manneke Budiman, kritikus sastra yang juga dosen, menyebut, kebetulan-kebetulan pada kumpulan cerita pendek Rumah Kopi Singa Tertawa karya Yusi Avianto Pareanom justru menjadi sebuah kekuatan.

Selengkapnya

Kesegaran Lain dalam Salihara Jazz Buzz

Improvisasi dalam jazz bukanlah barang haram dan bukan perkara mudah. Dalam jazz, improvisasi akan melapangkan jalan munculnya kesegaran-kesegaran bagi jazz itu sendiri. Kesegaran tersebut tentu juga mengakomodir unsur-unsur. kekinian dan kebaruan, bukan sekadar mengulang yang pernah ada.

Selengkapnya

Bukan Jazz Biasa

JIKA dulu musik jazz memiliki citra sebagai genre musik yang “eksklusif” dan hanya bisa dinikmati segelintir orang, maka kini ia mengalami perubahan. Musisi jazz bermunculan dan beragam pertunjukan jazz di Indonesia, dari yang berskala kecil sampai yang internasional, semakin sering diselenggarakan dan dipadati pengunjung. Menyambut pergantian tahun, Komunitas Salihara turut meramaikan kancah musik jazz dengan menyelenggarakan pertunjukan jazz yang tidak menggunakan format band biasa—di luar perpaduan gitar, bass, trompet, dan drum.

Selengkapnya

Mengapa ”Islam Politik” Menang di Timur Tengah Tapi Kalah di Indonesia?

INDONESIA adalah negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Namun, Indonesia jelas bukan negara Islam. Tidak pernah pula partai Islam pernah berkuasa di nusantara layaknya partai serupa di negara-negara berpenduduk Islam Timur Tengah. Keunikan antara Islam di Indonesia dan Timur Tengah layak mendapat perhatian. Hal ini pula yang menjadi bahasan dalam diskusi "Islam Politik" di Timur Tengah dan Indonesia di Komunitas Salihara Rabu (25/01) lalu. Luthfi Assyaukanie dari Freedom Institute dan Faisal Assegaf seorang wartawan dan pengamat politik Timur Tengah menjadi pembicara dalam diskusi itu. Pertanyaan mendasar dari diskusi ini adalah ”mengapa Islam Politik di Timur Tengah menang, namun Islam Politik di Indonesia selalu kalah?”

Selengkapnya

Perihal Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara 2011

Tahun lalu Komunitas Salihara, bekerja sama dengan Hivos, mengadakan “Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara” (selanjutnya ditulis Sayembara) untuk pertama kali. Dewan Juri (Avip Priatna, Budi Utomo Prabowo, dan Suka Hardjana) meluluskan tiga komposisi—“MDL (Mery dan Leak)” karya Migi Puspita Parahita, “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone, dan “IP1” karya Indra Perkasa—sebagai finalis, dan menetapkan “Lan Liyane.. (Et Cetera)..” karya Matius Shan Boone selaku pemenang. Tiga karya tersebut ditampilkan perdana dalam sebuah konser di Teater Salihara pada Kamis, 15 Desember 2011 malam.

Selengkapnya

Catatan Penilaian Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara

Dalam telaah (analisis) penilaiannya, Dewan Juri Sayembara Komposisi Musik Baru-Komunitas Salihara I-2011 memberi fokus perhatian pada inti tujuan sayembara, yaitu: [1]. Musik Baru berdasarkan Budaya Musik Nusantara. Dalam hal ini, Dewan Juri memberi penekanan pada [2]. penguasaan rekayasa teknik penciptaan komposisi melalui variabel pilihan 14 (empat belas) alat musik sebagai media (organik) daya ungkap.

Selengkapnya

First  |  Previous |   17  18  19  20  21  22  23  24  25  26   | Next  |  Last  
Halaman 22/40

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.