Hamzah Fansuri, Syair Tasawuf dan Pengaruhnya

Hamzah Fansuri adalah seorang tokoh intelektual dan kerohanian terkemuka pada zamannya. Dia dilahirkan di tanah Fansuri atau Barus dan diperkirakan  hidup antara pertengahan abad ke-16 dan 17 M. Sejak akhir abad ke-16 M tanah kelahirannya masuk ke dalam wilayah ke Kerajaan Aceh Darussalam. Menurut Ali Hasymi (1984), bersama saudaranya, Ali Fansuri, dia mendirikan sebuah dayah (pesantren) besar di daerah Singkil, tidak jauh dari tempat kelahirannya.

Selengkapnya

Jejak Sang Sufi: Hamzah Fansuri dan Syair-syair Tasawufnya

Karya sastrawan sufi Nusantara belum banyak diteliti dan dikaji. Padahal peranan dan pengaruh mereka sangat besar bagi perkembangan bahasa, kebudayaan dan sastra Melayu. Lesunya kajian filologi di Indonesia dewasa ini mungkin merupakan salah satu penyebabnya.

Selengkapnya

Habis Sakti, Terbitlah Sakit: Berbagai Macam Konsepsi Difabel di Jawa

Di Indonesia, kaum difabel, jujur saja, sangat jarang dilibatkan dalam perbincangan kaum cendekia, lebih khusus lagi dalam ilmu sosial, baik itu penelitian, diskusi atau karya akademis. Mencari buku tentang difabel ibarat mencari rambutan yang biasa tumbuh di Kaliurang, di California, Amerika Serikat. Kondisi yang demikian paralel dengan kondisi difabel yang selama ini tersingkir oleh culasnya “normalisme” yang tumbuh subur dalam masyarakat. Mereka hidup tanpa perhatian yang serius dari pemerintah, tanpa teknologi yang mencukupi untuk membantu kehidupan mereka, dan tanpa kesadaran masyarakat atas keseharian mereka di tengah kehidupan bersama. Padahal, polulasi mereka tidaklah sedikit, berdasarkan catatan WHO (World Health Organization) kaum difabel di Indonesia (2007) mencapai 10% dari total jumlah penduduk Indonesia. Itu berarti sekitar 20 juta lebih (Cheshire, 2010)

Selengkapnya

Makalah Prof Irwanto

Makalah Prof Irwanto

Selengkapnya

Beyond getting lost in translation

The discussion titled “Memahami Liyan: Forum Lakon Adaptasi” (Understanding the Other: Play Adaptation Forum) held in Salihara, South Jakarta, was part of the art space’s month-long theme of script adaptation.
The plays featured during the month were Miss Julie, which is an adaptation of Johan August Strindberg’s Froken Juli; Nabi Kembar, an adaptation of The Prophets by Slawomir Mrozek; Lear Asia, an adaptation of Lear Asia by Rio Kishida who himself adapted William Shakespeare’s King Lear; and Anak yang Dikuburkan, which is an adaptation of Sam Shepard’s Buried Child.

Selengkapnya

Tentang Kumpulan Esai Sitok Srengenge

Saya membaca puisi William Wordsworth sebagai seorang asing. Barangkali hati saya masih melonjak girang saat melihat pelangi, tapi agak sulit bagi saya untuk mengidentifikasikan diri dengan si aku liris. Ungkapan “the Child is father of the Man” mengingatkan kita untuk belajar dari anak-anak yang—setidaknya menurut puisi ini—secara natural lebih dekat dengan alam. Mereka memandang dunia dengan cara tatap yang tulus dan tanpa tipu daya, dan tak seharusnya kita kehilangan sisi kanak-kanak dalam diri kita (“So is it now I am a man; So be it when I shall grow old”). Tersirat di sini bahwa anak-anak lebih bijak dari orang dewasa. Protes seorang anak lahir dari rasa ketidakadilan, bukan dari hasrat menguasai. Rasa ingin tahu mungkin mendorongnya untuk bertanya dengan cerdas dan kritis, namun pertanyaan itu tak pernah licik dan menjerumuskan. Saya lupa kapan terakhir kali saya bisa melihat segala sesuatu seperti seorang anak. Di sinilah muncul jarak tak terelakkan antara saya dan subjek ideal Wordsworth. Membaca puisi ini membuat saya malu pada diri sendiri, sebab agaknya sudah lama saya menjadi orang dewasa yang manipulatif.

Selengkapnya

Pesan Cinta dalam Pikiran Liris

“PIKIRAN yang diucapkan,” kata penyair Rusia, Tyutcev, “adalah suatu kebohongan.” Ini berarti pikiran yang dituliskan pun sebuah dusta. Alasannya, menurut Aart van Zoest, seorang ahli semiotik, dalam mengucapkan atau menceritakan—tentu juga menuliskan—sesuatu, selalu ada proses memilih berbagai alat bahasa yang telah tersedia, sehingga muncul pula penyingkiran hal-hal yang ingin dipresentasikan. Kata Zoest, “Memilih mengandung arti menyisihkan sehingga di satu pihak ada kebenaran yang hilang antara pikiran, perasaan, pengalaman yang diungkapkannya; di lain pihak ada pula kebenaran yang hilang dalam pengungkapannya.”

Selengkapnya

Adaptasi dan Teater

Sebagai pelaku teater dari generasi yang lebih kemudian, saya lumayan kagum membaca bagaimana diskusi tentang hal yang sama yang hendak kita bicarakan dalam forum kita saat ini telah sedemikian terbuka, artikulatif dan maju. Agar diskusi kita tidak lebih mundur, saya ingin bertolak dari apa yang telah mereka sampaikan lebih dari 20 tahun lalu itu.

Selengkapnya

Antara Bersetia dan Berkhianat: Tentang Empat Lakon Adaptasi dan Sedikit Pengantar

Antara Bersetia dan Berkhianat:
Tentang Empat Lakon Adaptasi dan Sedikit Pengantar[1]
Zen Hae

Selengkapnya

Lakon Amerika Rasa Lampung

Teater Satu akan memungkasi Forum Naskah Adaptasi pada Jumat-Sabtu (22-23 Juni) mendatang di Teater Salihara. Sebagai pemungkas, Teater Satu membawakan lakon gubahan Sam Shepard berjudul Anak yang Dikuburkan. Sutradara Teater Satu Iswadi Pratama menyiapkan lakon ini selama enam bulan penuh bersama seluruh awak Teater Satu di Lampung. Lakon ini sebelumnya belum pernah Teater Satu pentaskan dan khusus digarap untuk Forum Naskah Adaptasi Salihara.

Selengkapnya

First  |  Previous |   17  18  19  20  21  22  23  24  25  26   | Next  |  Last  
Halaman 22/44

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.