Kama dalam Wahyu dan Tafsir

Di dalam mitologi India, kisah tentang dewa Kama atau dewa cinta merupakan salah satu kisah yang sangat memikat. Manmata, atau yang lebih dikenal dengan nama Kama, adalah putra dari Brahma.

Selengkapnya

Keintiman Duo Prancis

Dua seniman Prancis menyuguhkan pertunjukan yang meleburkan batas- batas antara pertunjukan musik live, gambar, video, dan seni manipulasi.

Selengkapnya

Seperti Perpustakaan Tubuh

Hadir dan menyaksikan pementasan Beat karya Danang Pamungkas seolah tengah berada di dalam perpustakaan tentang tubuh dan gerakannya. Koreografi karya Danang yang pada tataran konseptual memang menempatkan pemahaman-pemahaman atas gerak tubuh beserta musik sebagai dasar eksplorasinya menjadikan Beat menjadi sebuah karya yang keasyikannya bagi penonton sama dengan saat membaca buku. Sutradara film Garin Nugroho mengungkapkan hal itu usai pementasan hari pertama Beat 25 Februari lalu di Teater Salihara.

Selengkapnya

Eksplorasi Irama Tubuh

Lewat Beat, Danang Pamungkas mempertunjukkan proses pencari an gerak tubuh dengan memadukan olah napas dan taichi.

Selengkapnya

Taichi minus Kungfu dalam Beat

Taichi identik dengan seni beladiri Tiongkok alias Kungfu. Wajar saja, seni olah nafas dan tubuh itu memang berasal dari negeri Tirai Bambu. Namun, sangat salah jika kemudian Taichi melulu diidentikkan dengan Kungfu. Danang Pamungkas memberi bukti lewat koreografinya Beat. Nyaris tak ada gerakan beladiri khas Tiongkok dalam karya yang pernah dipanggungkan pada September lalu di Solo tersebut. Pada Jumat—Sabtu (24—25 Februari) lalu, Danang menampilkan kembali Beat di Teater Salihara.

Selengkapnya

Danang Nge-Beat di Salihara

Lewat karya ini koreografer Danang Pamungkas mengungkapkan pandangannya akan esensi setiap gerakan dan sentuhan tubuh yang tercipta ketika menari. Ide koreografi ini didasarkan pada anatomi tubuh penari yang bergerak melalui beragam teknik tari: rolling down, rolling up, slide on the floor, body release, spiral dan initiation movement.

Selengkapnya

Tarian Manusia Urban tanpa Sekat

Petals in the Crowd terilhami oleh barisan lirik indah ciptaan penyair asal Amerika Serikat, Ezra Pound, In a Station of the Metro (1913) dan sebuah syair dari akhir zaman T’ang bertajuk Face and Peach Blossoms. Angela, yang yang pernah diganjar penghargaan Singapore Cultural Medallion in Dance pada 2009, kemudian merelasikan citra puitis dua syair tersebut ke dalam sensibilitas abad ke-21.

Selengkapnya

Tarian Di Tengah Kerumunan

’’Dalam sebuah pertunjukan, penonton sangatlah penting. Kami ingin melibatkan mereka lebih jauh tanpa tersekat oleh batasan-batasan formal pementasan yang selama ini ada,’’ katanya. Di luar itu, Angela punya alasan yang lebih bersifat filosofis. Penari di tengah penonton menjadi sebuah ketidakbiasaan seperti halnya sebuah tarian yang muncul di tengah keramaian. Menurut dia, ketidakbiasaan yang muncul dalam keseharian semestinya menjadi perhatian bagi orang-orang di sekitarnya.

Selengkapnya

Komposisi Hantu Jawa-Eropa

Setelah mempertontonkan petikan dari Ghost Track di Teater Salihara akhir tahun lalu, LeineRoebana akhirnya mempertunjukkan versi lengkap komposisi ini yang berdurasi sekitar 90 menit. LeinaRoebana merupakan kelompok tari asal Belanda yang didirikan koreografer Andrea Leine dan Harijono Roebana. Sejak 1990-an, kelompok ini sudah diperhitungkan dalam peta tari kontemporer Belanda.

Selengkapnya

Kelindan Gerak Tubuh Dua Tradisi Ghost Track dari LeineRoebana

Ghost Track kembali dibawakan oleh LeineRoebana pada Rabu dan Kamis (8-9/02) lalu. Pertunjukan dilanjutkan dengan Bengkel Kerja Tari bersama LeineRoebana di Jumat (10/02). Kelompok tari asal Belanda didirikan dua Andrea Leine (Belanda) dan Harijono Roebana (WN Belanda keturunan Indonesia). Sejak 1990-an, mereka sudah aktif dan menempati posisi penting di dunia seni modern Belanda.

Selengkapnya

First  |  Previous |   17  18  19  20  21  22  23  24  25  26   | Next  |  Last  
Halaman 22/41

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.