Dalam konser ini Budjana membawakan 20 lagu dari empat album yang pernah dia rilis. Menampilkan dua lagu baru yang akan dirilis pada Januari mendatang. "Lagu baru itu berjudul Dawaiku dan Gangga," ujarnya singkat. Kendati tak berjudul dan tanpa konsep, konser kali ini amat berarti buat dirinya.
Disensus, Politik dan Etika Kesetaraan Jacques Rancière
Setelah generasi Lyotard, Foucault, Derrida dan Bourdieu, Perancis melahirkan sebuah generasi intelektual yang berhasil menegakkan pendekatan dan pandangan baru mengenai filsafat, ilmu pengetahuan, politik dan estetika: Alain Badiou, François Jullien dan Jean-Luc Nancy adalah beberapa nama dalam generasi ini, termasuk Jacques Rancière, tokoh yang akan kita bicarakan dalam kesempatan ini.
Surti dan Tiga Burung Cermin
Burung-burung tersebut jadi sahabat setianya, mata-mata, dan penolong. Dari Cawir, Surti mengetahui sejumlah rahasia Jen, suaminya yang kelak mati ditembak Belanda. Ternyata Jen memiliki kekasih: perempuan yang lebih muda daripada Surti, sesama aktivis pergerakan. Cawir melihat perempuan itu "meletakkan kepalanya ke lutut Jen dan Jen mengelus-elus rambutnya".
Etika Politik Habermas
Keseluruhan etika politik Habermas dapat dimengerti dalam konteks tendensi skeptis macam itu. Tanggapan Habermas atas problem itu sangat khas: Dia menyambut segi-segi yang benar dari kritik-kritik atas rasio itu, namun dia juga sekaligus hendak menyelamatkan unsur-unsur emansipatoris dari konsep rasio modern. Strateginya adalah dengan menerobos jalan buntu yang dihadapi para pendahulunya dari Mazhab Frankfurt dan mengatasi defisit dalam konsep rasio praktis versi Kant melalui sebuah konsep rasio prosedural.
Tanggung Jawab terhadap ‘Yang Lain’ dalam Pluralitas: Menggali Etika Politik Emmanuel Levinas
Dalam makalah ini kita akan melihat beberapa pokok etika politik Levinas yang pembahasannya tidak akan dapat dipahami tanpa pengertian mengenai etika itu sendiri. Oleh karena itu, setelah melihat riwayat hidup dan karya Levinas serta dialog kritisnya dengan Husserl dan Heidegger, kita akan mencoba memahami konsep ‘yang etis’ dan ‘wajah’ (the face – le visage) yang mendasarinya. Transendensi dan ketidakterbatasan signifikasi wajah manusia
Surti, Sawunggaling, dan Khayalannya
Surti sepenuhnya menyimak apa yang dikatakan burung-burung itu. Selalu ada kisah yang mendebarkan hatinya. Sawunggaling mengikuti Jen, suaminya, sebelum mati. Jen adalah seorang komandan gerilya, seorang aktivis pergerakan yang ganjil dan gemar memburu mimpi.
Lapis-Lapis Imajinasi Seorang Perempuan yang Berduka
Tembang itu dilantunkan Ine Febriyanti seraya meraih canting, duduk di depan gawangan, membatik. Sudah tujuh tahun Ine tidak tampil dalam panggung teater. Kita ingat perempuan ini pernah terlibat pementasan-pementasan yang cukup berbobot. Kini, setelah lama absen, ia memainkan Surti dan Tiga Sawunggaling, monolog karya Goenawan Mohamad, disutradarai Sitok Srengenge.
Kembali ke Bumi Tempat Berpijak
Ada masa ketika kita merindukan hal-hal yang sepele, pribadi sifatnya, tentang kegiatan dan apa pun yang tak jauh dari sekitar. Sehelai daun bunga yang jatuh di samping pot, langit luas di angkasa, atau sekadar aktivitas menyiram tanaman di halaman.
Etika Politik Albert Camus: Terlibat di sisi Korban Menghadapi Kebathilan Absurd
Surat Kabar Jakarta Post 29 Oktober 2010, menurunkan berita berjudul Unfaithtul Nations Will Be Cursed, berkisah tentang para pengguna Twitter yang jengkel dengan komentar Menkominfo Tifatul Sembiring tentang bencana di Mentawai yang katanya adalah akibat “kutukan Tuhan karena kekafiran mereka” (that adulterous nations unfaithful to God will receive ‘Godly condemnation’ ). Menteri dari PKS itu menulis dalam tweet-nya hari Selasa 26 Oktober 2010: 'if they deny Our verses, then we will curse them for whatever (sins) they commit.'
English





