Shop

Punching The Devil

December 04 - 19, 2009,
10:00 - 19:00

Pameran ini akan menampilkan karya-karya patung dan fotografi yang terilhami oleh berbagai bentuk rupa dan pengisahan dari khazanah lukisan Hindu dari abad 18 dan 19.namun kini sosok-sosok dari tradisi lama itu digantikan dengan dengan model-model Australia. Karya-karya fotografi teroleh lebih lanjut secara digital, sedangkan dalam karya-karya trimatra Glick bekerja sama dengan tiga seniman Bali.Made Leno (pemahat), Wayan Darmadi dan Dewa Tirtayasa (keduanya pelukis).

Bentuk-bentuk yang dibuat dengan kepiawaian teknis tersebut memadukan daya-daya yang bertentangan.antara yang kuno dan modern, yang duniawi dan yang religius, kehidupan dan kematian, cinta dan kebencian, gerak dan kediam-dirian. Akan terlihat pula bahwa sumber-sumber penciptaan kuno masih relevan untuk hari ini dan bahwa bahwa para .dewa-dewi. adalah cerminan sifat-sifat kita, begitu pun sebaliknya.

Seniman Australia Rodney Glick menggaris-bawahi momen penting dalam sejarah seni rupa dunia, yaitu momen yang menekankan pengolahan kontemporer atas sumber-sumber kuno, kolaborasi dengan seniman lain, kerja silang-budaya, dan kepengrajinan yang mendalam. Setiap karya patung maupun karya cetak digital mencerminkan gagasan bahwa .kita adalah satu belaka..

Tiga karya Glick dari pameran Salihara ini akan tampil pada Sydney Biennale pada bulan Mei sampai Agustus 2010. Sejumlah karya akan tergelar juga pada Melbourne Art Fair pada bulan Agustus 2010. Akan ada pula pameran tunggal Rodney Glick di Brisbane pada bulan Agustus dan di Perth pada bulan April tahun depan.