Teater Payung Hitam
Sutradara: Rachman Sabur
HTM Rp 50.000,-
Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,- (tempat terbatas)
Puisi Tubuh yang Runtuh berawal dari pengalaman pribadi Rachman Sabur mengidap penyakit stroke. Tubuh yang lumpuh ia rasa pelan-pelan menggerogoti jiwanya, dan pada suatu ketika ia berupaya bangkit melawan ketakberdayaannya itu. Ia pun berlatih menggerakkan, mengolah, membentuk kembali tubuhnya seakan segumpal tanah lempung, bahkan membantingnya bila perlu. Dalam proses itu ia mencoba mewujudkan karakter-karakter dalam khazanah Topeng Cirebon. Ia mengambil karakter Topeng Kelana (sebagai simbol kedigdayaan dan angkara murka) dan Topeng Panji (sosok yang sudah menguasai emosi dan mencapai makrifat), serta mengangkat konflik-konflik antara dua karakter tersebut.
Teater Payung Hitam telah menghasilkan 80 pertunjukan sejak berdiri pada tahun 1982, dan menjelajahi berbagai bentuk pertunjukan dalam mencari dan menemukan bentuk ekspresi artistiknya sendiri. Grup teater ini pernah tampil antara lain di Art Summit 2001 di Jakarta, Festival Laokoon 2003 di Hamburg, dan Festival Oerol 2005 di Terschelling, Belanda. Pada bulan Juli 2010, Teater Payung Hitam akan tampil dalam beberapa festival di Serbia, yaitu Festival Patosoffiranje, Infant Festival, dan Belef Festival.
English







Discussion 0 Comments