Tari - Festival Salihara 2010

Selamat Datang dari Bawah

Selamat Datang dari Bawah

Galeri Salihara


Di bagian pertama pertunjukan ini—Lubang Cahaya Bernafas, kita mendapatkan benang-benang beraneka warna disusun teratur sehingga membentuk gradasi warna dengan batu di ujung-ujungnya. Ujung benang yang lainnya dikaitkan pada jari tangan para penari. Mereka membentuk komposisi gerak yang unik dengan komposisi warna benang yang elok di mata. Di bagian kedua Penyusup dalam Tubuh, tubuh-tubuh yang tenggelam di dalam mantel, di samping tubuh-tubuh yang terbuat dari resin dan bercahaya. Lantas butiran-butiran kentang dilemparkan ke panggung, terus-menerus. Di bagian akhir Dataran yang Terus ke Dasar ada balok-balok es yang diperlakukan sebagai kekasih atau sahabat sejati, sampai di akhir adegan balokbalok es lainnya memenuhi panggung.

Selamat datang dari bawah

Selamat Datang dari Bawah merupakan pertemuan dari tiga hal: kisah Franz Schubert (seorang komponis Austria, 1797) yang melatih jari-jari tangannya dengan batu; pandangan filsafat Zen di sekitar pikiran yang terjebak dalam balok es; serta Bodyscape, instalasi karya Titarubi. Gabungan ketiganya menjadi menarik karena benda-benda dari dunia sehari-hari itu mendapatkan tafsir baru. Hampir semua fungsi tradisional benda itu ditanggalkan, dan masuklah perlakuan baru ke dalamnya. Yaitu, aneka koreografi gerak yang menjelajah lantai, yang mencoba melayani hukum gravitasi. Menurut yang empunya koreografi, inilah instalasi proses terjadinya mutasi-mutasi gerak dan negosiasi tubuh dengan lantai tempatnya berpijak, serta pemaknaan yang mungkin dilakukan. Pertunjukan tari ini mau merawat hubungan mistik antara tubuh dengan dataran.

Dengan tiga koreografi ini Fitri percaya bahwa tari tidak semata-mata peristiwa tubuh. Lebih dari itu ia merupakan peristiwa media yang melibatkan banyak disiplin. Ini yang akan membawa tari kepada perubahan-perubahan yang berlangsung di sekitarnya. Fitri dilahirkan di Solo, 26 Agustus 1978. Lulusan STSI Surakarta (2003) ini telah mengikuti sejumlah lokakarya tari di Solo, Yogyakarta, dan Jakarta, baik bersama koreografer dalam negeri maupun mancanegara. Karya-karyanya mulai dipanggungkan sejak ia masih kuliah. Yang terbaru adalah S(h)elf di Teater Salihara, Mei 2010.

Foto Afrizal Malna

Tiket:
HTM Rp 50.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 25.000,-

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.