Terlahir sebagai Margaret Tan Hee Leng di Singapura, 12 Desember 1945, Margaret Leng Tan dikenal sebagai maestro sekaligus professional pertama yang memainkan “piano bocah” (toy piano atau kinderklavier), yakni piano setinggi 51 cm yang dimainkan oleh anak-anak—meskipun ia juga ahli piano dewasa.

Tan menampilkan musik yang menghadapkan sekaligus menantang keterbatasan instrumen piano dan piano bocah dan berkolaborasi dengan sejumlah komponis yang sependirian dengannya, seperti Michael Nyman, Julia Wolfe, Toby Twining dan Ge Ganru.
Dalam setiap permainan pianonya Tan memadukan antara konsentrasi spiritual Timur, dengan keterampilan Klasik Barat. Adalah George Crumb yang pertama kali menahbiskan Tan sebagai seorang juru sihir perempuan, lantaran kedalaman dan daya tarik bunyi permainan pianonya, sementara Somei Satoh menyebutnya cenayang, dan harian The New York Times menjulukinya “Ratu Piano Bocah”.
Belajar piano sejak usia enam tahun, ia mendapat beasiswa untuk belajar di The Juilliard School, pada usia 16 tahun. Sepuluh tahun kemudian ia menjadi perempuan pertama yang mendapatkan gelar Doctor in Musical Art di Juilliard School. Pada 1981 ia bertemu dengan komposer John Cage dan bekerjasama selama 11 tahun terakhir masa hidup Cage, dan sejak itu ia dikenal sebagai murid sekaligus penafsir paling otoritatif terhadap musik Cage.
Kolaborasinya dengan Cage juga mendorongnya menekuni piano bocah dan memulai debutnya untuk instrumen ini pada 1993 di Lincoln Center New York, dengan memainkan komposisi Cage Suite for Toy Piano (1948).
Pada 1997 ia mengeluarkan album CD The Art of the Toy Piano, yang berisi sejumlah komposisi piano bocah, termasuk Moonlight Sonata karya Beethoven dan Eleanor Rigby karya The Beatles. Untuk instrumen yang tidak biasa ini ia punya kredo yang disadapnya dari Marcel Duchamp, “alat yang buruk butuh keahlian yang lebih baik.”
Foto: Michael Dames
English







Discussion 0 Comments