Musik Festival Salihara 2010

Twin Demon (Pembukaan Festival)

Teater Salihara

Twin Demon mendedahkan semangat musik yang asali. Bahwa sejatinya musik adalah rangkaian nada, tidak lebih tidak kurang. Adapun vokal atau syair kemudian datang sebagai upaya bahasa untuk menyampaikan semacam cerita yang berpanduan rangkaian nada tadi. Yang terjadi adalah sekian banyak penjelajahan bunyi dawai-dawai dua gitar elektrik hingga ke taraf yang tertinggi dan tercepat, susul-menyusul dan saling meningkahi, dan di saat yang sama hampir tak ada derau di sana. Tanpa imbuhan lirik, rentetan nada yang keras-cepat tinggi itu tetap sedap di telinga kita.

Twin Demon

Memilih aliran progressive neo-classical metal, band gitar instrumental ini memadukan antara kedalaman musik klasik dengan tenaga musik rock yang dahsyat. Mengambil inspirasi dari apa yang telah ditempuh oleh Hess, Dream Theater, Symphony X, Jason Becker, George Bellas, atau Yngwie Malmsteen, Didy dan Dody membuktikan bahwa kreativitas dalam musik, metal terutama, sungguh tidak terbatas. Dalam lagu Virtual Odyssey misalnya, penjelajahan bunyi dawai gitar terasa sangat menakjubkan, dengan virtuositas yang tinggi pula. Tak pelak, mereka adalah peracik bunyi yang piawai sekaligus perawat harmoni yang telaten.

Dengan gaya permainan gitar semacam itu, para penggemar mereka di Semarang menjuluki mereka sebagai “demit kembar” atau “setan kembar”. Karena itu kemudian mereka membentuk band duo Twin Demon pada pertengahan 2006.

Band ini adalah kelanjutan dari proyek duo mereka dalam menjelajahi berbagai kemungkinan artistik musik metal, setelah sebelumnya membentuk band death metal Morbiddust ketika duduk di bangku sebuah SMP di Semarang.

Pada Juli tahun ini Twin Demon mengeluarkan album baru berjudul The Adventure yang berisi 11 lagu—setelah sebelumnya, pada 10 Oktober 2007 mereka mengeluarkan album kecil yang berisikan lima lagu yang semuanya dikerjakan sendiri, mulai dari rekaman hingga penjualan.

Pada pentasnya di Festival Salihara 2010 Twin Demon akan diperkuat oleh beberapa pemain tambahan: Suherman Widi Asmoko (keyboard), Yopi Kristian (bass) dan Bangkit Mahandhika (drum).

Photo:Garna Raditya

 

Kamis, 23 September 2010 (khusus undangan)
Jumat, 24 September 2010
HTM Rp 50.000,-Pelajar | Mahasiswa Rp 25.000,-

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.