Ceramah - Festival Salihara 2010

Dato ’ Seri Anwar Ibrahim (Malaysia)

Kebebasan & Musuh-Musuhnya

Galeri Salihara

Anwar Ibrahim


Tema ini bukan hanya berangkat dari pengalaman pribadi Anwar Ibrahim sebagai politisi yang mengalami ancaman terus-menerus, terutama dari lawan-lawan politiknya, tetapi juga menyoal hakikat kebebasan secara umum. Bahwa di alam demokrasi, kebebasan individu adalah prasyarat utama yang mesti dipenuhi sebelum menuju kepada negara yang demokratis. Seseorang mesti dijamin untuk menjalankan hak-haknya, misalnya kebebasan berpendapat dan beragama, tanpa ada hambatan dari pemerintah dan individu lain—tapi di saat yang sama ia juga tidak boleh mengancam kebebasan orang lain. Ancaman terhadap kebebasan individu adalah juga ancaman terhadap demokrasi.

Tetapi, demokrasi yang notabene adalah masalah tersendiri dalam masyarakat Melayu yang identik dengan Islam. Demokrasi dicap sebagai hasil kebudayaan Barat, anti-Islam, sementara tamadun Melayu dan Islam mempunyai mekanisme sendiri dalam mengatur hubungan masyarakat dan negara. Dalam konteks ini, Anwar akan menguraikan kekuatan-kekuatan apa saja yang bisa diidentifikasikan sebagai musuh kebebasan dan ancaman terhadap demokrasi. Apakah itu konservatisme beragama, rekayasa pengadilan, pemberangusan pers, dan banyak lagi yang lainnya.

Anwar Ibrahim adalah pemimpin oposisi Malaysia. Ia lahir pada 10 Agustus 1947 di Cherok Tok Kun, Penang, Malaysia. Karier politiknya yang tertinggi adalah sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia (1993-1998), dan sempat disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Mahathir Mohamad. Tapi kemudian ia menjadi pengecam keras rezim Mahathir. Ia kemudian kembali ke Parlemen sebagai pemimpin oposisi Malaysia setelah menang telak di Permatang Pauh pada Pemilu 2008. Ia adalah Penasihat Partai Keadilan Rakyat yang diketuai istrinya, Wan Azizah Wan Ismail.

Foto: Pusat Data dan Analisa Tempo


Terbuka untuk umum 
Pendaftaran selambatnya 10 Oktober 2010 
melalui dita@salihara.com

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.