Opera Tan Malaka merupakan kolaborasi kesekian kali antara komponis Tony Prabowo dan libretis Goenawan Mohamad. Opera ini mulai dipersiapkan sejak setahun lalu.

Sebagai sebuah perkawinan antara musik dan sastra ia menunjukkan kekhususannya. Ia bisa disebut “opera-esai”, sebab yang dipentaskan bukanlah sebuah cerita, melainkan sebuah wacana tentang salah satu tokoh terpenting revolusi Indonesia: Tan Malaka. Tidak ada aktor yang memerankan satu tokoh. Tidak ada dialog antar-peran. Tapi ada dua penyanyi aria dan dua pembaca teks yang terkadang bersilangan, terkadang paralel.
Dari segi ini, Tan Malaka boleh dikatakan “minimalis”—meskipun berlangsung dengan panggung yang didesain dalam gaya Konstruktivis Rusia—sesuai dengan apa yang hendak dikemukakan di pentas. Opera-esai ini sebuah penegasan atas satu segi yang penting dalam riwayat Tan Malaka: ketidakhadirannya. Ketimbang tampil seperti Soekarno-Hatta, misalnya, ia lebih banyak bergerak di bawah tanah, tidak hadir dalam persiapan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, tidak diketahui pula siapa yang membunuhnya, di mana makamnya yang sebenarnya. Semuanya masih sebatas misteri.
Dari segi musik, opera ini juga berbeda dari opera karya Tony Prabowo sebelumnya, seperti Kali atau The King’s Witch. Bentuk komposisinya memang masih umum, di mana terdapat tema dan pengembangannya. Penggarapan musiknya masih konvensional, terutama karena masih mempermainkan melodi dan harmoni. Ia terbagi ke dalam lima bentuk besar: Bagian yang mempunyai motif yang ritmis, berbentuk kanon dan counterpoint yang bebas; bagian yang berbentuk harmoni; bagian aria dengan gaya klangfarben, dengan irama yang lebih kompleks; bagian kwintet yang dibuat lebih kompleks, masing-masing mempunyai bagian tersendiri, dengan gaya poliritmik dan kontrapungtual yang lebih bebas.
Opera Tan Malaka juga disertai program pra-pentas yang terdiri dari diskusi tentang “masa depan Tan Malaka” dengan pembicara Bonnie Triyana dan apresiasi dengan narasumber Suka Hardjana dan Goenawan Mohamad.
Komposer: Tony Prabowo
Libretis & Sutradara: Goenawan Mohamad
Pengaba: Josefino Toledo
Tiket:
Rp 500.000,- (Premiere) | HTM: Rp 100.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 50.000,-
English







untuk tanggal 20 oktober 2010..
Rp 500.000,- (Premiere)
ini contac 021 7257341
thanks...