Teater - Festival Salihara 2010

Teater Kubur (Jakarta, Indonesia)

On-Off (Rumah Bolong)

Galeri Salihara


Sutradara / Director: Dindon W.S.
Sebuah rumah yang kehilangan daun pintu dan jendela adalah sebuah ancaman. Sebab kapan saja orang asing bisa masuk dan merusak semua tatanan di dalamnya dan akhirnya: merobohkannya. Itulah yang terjadi dalam On-Off (Rumah Bolong). Yakni, satu per satu anggota sebuah keluarga hancur oleh perubahan yang dibawa orang asing, yang bisa keluar-masuk dengan sangat leluasa di rumah itu. Sementara Nenek sebagai simbol pertahanan terakhir dari kehancuran tatanan itu hanya bisa menyenandungkan kidung-kidung untuk cucunya yang baru tumbuh.

Teater Kubur

On-Off (Rumah Bolong) bisa dibaca sebagai sebuah alegori tentang kehancuran dan harapan sebuah bangsa. Sebab, meski hampir semua orang telah kehilangan jatidiri akibat serbuan budaya asing dan mengalami kehancuran setelah itu, ternyata masih ada segelintir orang yang mencoba melawan, menanamkan harapan akan keselamatan, meski itu baru akan terjadi entah kapan. Dan harapan itu maujud lewat kesenian.

Dengan bentuk pemanggungan yang eksperimental, Teater Kubur mencoba mengeksplorasi kekuatan akting dan tubuh masing-masing pemainnya. Dalam beberapa kesempatan memang tampak akting yang menyiksa tubuh, bahkan absennya cerita, tapi dari sanalah muncul katarsis—sebuah nubuah kesenian.

Teater Kubur adalah kelompok teater yang matang lewat Festival Teater Jakarta. Didirikan oleh Dindon W. S. pada 1983 teater ini pada mulanya beranggotakan anak-anak muda putus sekolah dan terjerumus ke dalam dunia narkotika dan kriminalitas. Mereka berproses di lokasi pekuburan di Gang Kober, Jatinegara, Jakarta Timur. Teater Kubur pernah mementaskan sejumlah lakon, antara lain: Kapai-Kapai, Sirkus Anjing, Tombol 13, Sandiwara Dol, Danga-Dongo I dan II, Trilogi Besi, dan Jas dalam Toilet.

Foto: Rangga Riantiarno


Tiket
HTM Rp 50.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 25.000,-

Discussion 0 Comments

Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.