Jumat, 24 September 2010, 16.00 WIB
Manjali dan Cakrabirawa
karya Ayu Utami
Pembicara Robertus Robet & Ikhaputri
Moderator Saidiman Ahmad
Manjali dan Cakrabirawa adalah novel yang tentang Marja, seorang gadis Jakarta, yang dititipkan berlibur oleh kekasihnya pada sahabat mereka, Parang Jati. Mereka menjelajahi alam pedesaan Jawa dan candi-candi. Perlahan tapi pasti, Marja jatuh cinta pada sahabat pacarnya sendiri. Parang Jati membukakan matanya akan rahasia yang terkubur di balik hutan: kisah cinta sedih dan hantu-hantu dalam sejarah negeri ini. Di antaranya, hantu Cakrabirawa. Manjali dan Cakrabirawa adalah yang pertama dari roman misteri, Seri Bilangan Fu, serial yang berhubungan dengan novel Bilangan Fu. Jika Bilangan Fu lebih filosofis, seri ini lebih merupakan petualangan memecahkan teka-teki.
Jumat, 01 Oktober 2010, 16:00 WIB
Sukarno dan Islam
karya Muhammad Ridwan Lubis
Pembicara: Luthfi Assyaukanie & Giat Wahyudi
Moderator: Uswatul Chabibah
Sejak remaja, Sukarno diperkenalkan kepada Islam oleh Tjokroaminoto di Surabaya. Sukarno memang ingin mengkaji Islam dari sudut pandang akal bebas. Menurutnya, kerasionalan berpikir tidak selalu menuju pada peniadaan Tuhan, tetapi justru untuk merealisasikan sumber-sumber agama. Sukarno selalu kritis terhadap sumber-sumber Islam, terutama pada hadis. Sikap kritisnya ini juga berkembang pada pemahamannya terhadap Al-Qur’an. Bagi Sukarno, ajaran Islam merupakan ajaran yang rasional dan sederhana dan tidak ada ajaran yang lebih rasional dibanding Islam. Pengetahuan Islam secara paripurna, haruslah merupakan gabungan dari tiga unsur, yaitu Al-Qur’an, hadis dan ilmu pengetahuan.
Jumat, 08 Oktober 2010, 16:00 WIB
Midnight’s Children
karya: Salman Rushdie
Pembicara: Ayu Utami & Intan Savitri
Moderator: Linda Christanty
Novel ini dianggap sebagai salah satu karya utama dalam khazanah sastra postkolonial/postmodern. Midnight’s Children yang diterjemahkan oleh Yuliani Liputo ini memotret perjalanan sebuah bangsa dari perjalanan hidup anak manusia. Kegagalan cita-cita bangsa India (bisa dibaca sebagai bangsa-bangsa di Dunia Ketiga) oleh Rushdie digambarkan sebagai bagian dari nasib buruk yang sudah ditakdirkan sejak kemerdekaan negara itu diproklamasikan pada suatu tengah malam pada Agustus 1947.
Seperti dalam karya-karyanya yang lain, dalam novel ini Rushdie memasukkan unsur-unsur dari berbagai genre—sejarah, fantasi, mitologi, tradisi lisan, dan teks-teks klasik—yang dikemas dengan cerdas dan terkadang jenaka oleh Rushdie dalam novel ini.
Program ini adalah hasil kerja sama antara Komunitas Salihara dengan Kepustakaan Populer Gramedia, Komunitas Bambu, dan Serambi Ilmu Semesta
Info dan pendaftaran: dita.salihara@gmail.com, selambatnya H-1 tiap acara
English







Discussion 0 Comments