Selamat Jalan Anak Kufur
Teater Ciliwung
Sutradara: Irwan Soesilo
Naskah: Utuy Tatang Sontani
Pemain: Sri Suyanti, Lefi Wilmala, Bobby Kardi, James Rajagukguk, Rahmat Hidayat, Ferry Chaniago, Ferry Fernando, Fachri Marasabesy, Isro, Ade Bilal Perdana
Teater Salihara | Jumat-Sabtu, 10-11 Juni 2011, 20:30 WIB
HTM Rp 50.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,- (tempat terbatas)
Selamat Jalan Anak Kufur bercerita tentang seorang pelacur yang tinggal di kawasan pantai utara Jawa (Pantura) dengan segala “kemesuman” dan benturan-benturan sosial yang ia alami. Namun di balik itu, naskah ini juga mengutarakan persoalan kesetaraan jender, sikap, kejujuran, dan cinta. Naskah ini dibuat tentu bukan untuk menghakimi masyarakat Pantura, melainkan mengangkat kesetiaan mereka terhadap seni tradisi leluhur; bahwa seni sebagai tuntutan profesi harus dilestarikan secara turun temurun. Problematika sosial yang dialami para pesinden, seperti persoalan kawin-cerai atau menjadi seorang primadona yang dapat mempopulerkan sebuah kelompok tarling, terjadi pula di kalangan masyarakat Pantura.
Teater Ciliwung berdiri pada 1984, di bekas pabrik batik milik keluarga H. Ahmad Yusuf yang berada di pinggiran kali Ciliwung. Ahmad Yusuf kini menjadi ketua umumnya, memimpin beberapa rekannya yang juga merupakan mantan anggota Teater Lingkar Minggi pimpinan Muchlis Raya. Sejak 1980-an sampai sekarang, Teater Ciliwung tetap aktif memproduksi beragam lakon, seperti misalnya Bla Bla Bla (2003) yang ditulis oleh Agus Safari dan Sandiwara di atas Sandiwara (2004) karya Danarto – keduanya disutradarai oleh (alm.) Christi Maharsi; dan Kisah Cinta di Hari Rabu (2010) karya Anton Chekov yang disutradarai oleh Irwan Soesilo.
English







Discussion 0 Comments