Teater Salihara


Minggu II Lokakarya Musik Dunia
Suara-Suara Nusantara: Gandrung, Sindenan, Nyanyian Islami, Nyanyian Indonesia Timur, dan lain-lain
Suara dan Pesuara: Pelbagai Gaya dan Tradisi
Tutor: Nyak Ina “Ubiet” Raseuki (pesuara, etnomusikolog, dan pelatih vokal)
Teater Salihara | Rabu, 11 Mei 2011

Suara-suara Nusanatara

Benarkah nyanyian – atau musik pada umumnya – berwatak universal? Dalam kenyataan, yang dianggap universal adalah musik yang datang bersama proses westernisasi. Padahal sesungguhnya terdapat aneka musik dan nyanyian dari berbagai belahan Bumi yang tidak dianggap sebagai musik dan nyanyian – artinya cenderung ditolak, diasingkan, dibekukan, bahkan dibunuh.

Lokakarya ini hendak memperkenalkan kekayaan khazanah (seni) suara dari berbagai belahan Bumi. Suara atau nyanyian adalah alat musik luar biasa yang dapat memberikan berbagai efek warna suara maupun ekspresi yang tak terbatas. Dengan mengenali berbagai gaya dan tradisi nyanyi, kita dapat meningkatkan persepsi atas kekayaan citraan elemen musik, seperti tinggi-rendah nada, pola ritme, tempo, warna bunyi, dan dinamik. Memperluas wawasan, mengenali berbagai gaya suara serta tradisi-tradisi juga bisa memperkaya seorang pesuara dan memengaruhi kemampuannya.

Discussion 2 Comments

  1. warih w subekti says:
    khasanah musik indonesia yang lahir dari berbagai etnis di indonesia parlu diperkenalkan dan juga diwariskan pada genarasi mendatang jaya suprana telah mempelopori ini
  2. sahat marpaung says:
    Apakah kesenian dari Tapanuli termasuk dalam "dan lain-lain"? Apakah musik dari daerah Maluku juga akan dihabas? Bukankah di dua daerah tersebut musik lebih dari sekedar kesenian? Bahkan akrab dalam keseharian masyarakatnya? Semoga ikut dibahas, atau, lain saat akan dibuatkan acara tersendiri?
    Terima kasih.
Leave a comment



Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.