
Forum Teater Realis
Teater Satu, Teater Ciliwung, Saturday Acting Club, Sakti Aktor Studio, Oyag Forum
Teater Salihara | Setiap minggu sepanjang Juni 2011, 20:30 WIB
HTM Rp 50.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,- (tempat terbatas)
Forum Teater Realis diselenggarakan guna merangsang kembali gaya pemanggungan realis, serta mendukung kelompok-kelompok teater yang mengerjakan corak tersebut. Hal ini merupakan upaya bersama untuk mendapatkan kembali aktor-aktor yang agak terabaikan dalam arus “teater tubuh” yang meluas akhir-akhir ini. Dalam program ini, Dewan Kurator Komunitas Salihara memilih lima kelompok yang membawakan lakon-lakon yang memberi penekanan pada akting dan nalar cerita.

Jumat-Sabtu, 03-04 Juni 2011, 20:30 WIB
Visa | Teater Satu
Sutradara: Iswadi Pratama
Naskah: Goenawan Mohamad
Pemain: Imas Sobariah, Budi Laksana, Yelly Shinta Laras Utami, Vita Oktaviana, Desi Susanti, Sugianto “Jayen”, Deri Efwanto, Ruth Marini, Rendie Arga, Akhmad Andika Ikra Negara, Rarai Masae Soca Wening Ati, Melinda, Ayu Fitrianingsih, Fabian Randi, Muhammad Sabil Ryandika
Karya ini bercerita tentang orang-orang yang sedang mengantri dan hendak memohon visa di Konsulat Amerika. Melalui naskah ini, Goenawan Mohamad menciptakan sebuah montase dari berbagai pokok pikiran, citra, dan peristiwa yang dialami tokoh-tokohnya. Semua itu dibingkai oleh tiga pertanyaan mendasar yang sekaligus menjadi “isi” naskah ini: “Siapa Anda?”, “Apa tujuan Anda pergi ke Amerika?” dan “Mengapa kita semua hendak pergi?” Pertanyaan-pertanyaan itu merupakan pertanyaan standar dan utama dalam sebuah formulir permohonan visa, yang bagi sang penulis, seperti hendak meringkas hidup dan diri seseorang. Lakon ini hendak menyuguhkan sebuah ironi dari realitas yang berlapis-lapis dalam berbagai gambar, kesan atau bentuk dalam sebuah komposisi yang mengelak menjadi “lazim”.
Naskah ini dibawakan oleh Teater Satu, sebuah komunitas seni-budaya yang berdiri pada 16 Oktober 1996. Sejak awal berdirinya, kelompok teater ini aktif melakukan penelitian, diskusi, seminar, apresiasi, dan penciptaan seni pertunjukan dan sastra. Ia didapuk menjadi Grup Teater Terbaik Indonesia tahun 2008 versi Majalah Berita Mingguan Tempo, melalui pertunjukan monolog Perempuan di Titik Nol yang dipentaskan di Festival Salihara (2008).
Jumat-Sabtu, 10-11 Juni 2011, 20:30 WIB
Selamat Jalan Anak Kufur | Teater Ciliwung
Sutradara: Irwan Soesilo
Naskah: Utuy Tatang Sontani
Pemain: Sri Suyanti, Lefi Wilmala, Bobby Kardi, James Rajagukguk, Rahmat Hidayat, Ferry Chaniago, Ferry Fernando, Fachri Marasabesy, Isro, Ade Bilal Perdana
Selamat Jalan Anak Kufur bercerita tentang seorang pelacur yang tinggal di kawasan pantai utara Jawa (Pantura) dengan segala “kemesuman” dan benturan-benturan sosial yang ia alami. Namun di balik itu, naskah ini juga mengutarakan persoalan kesetaraan jender, sikap, kejujuran, dan cinta. Naskah ini dibuat tentu bukan untuk menghakimi masyarakat Pantura, melainkan mengangkat kesetiaan mereka terhadap seni tradisi leluhur; bahwa seni sebagai tuntutan profesi harus dilestarikan secara turun temurun. Problematika sosial yang dialami para pesinden, seperti persoalan kawin-cerai atau menjadi seorang primadona yang dapat mempopulerkan sebuah kelompok tarling, terjadi pula di kalangan masyarakat Pantura.
Teater Ciliwung berdiri pada 1984, di bekas pabrik batik milik keluarga H. Ahmad Yusuf yang berada di pinggiran kali Ciliwung. Ahmad Yusuf kini menjadi ketua umumnya, memimpin beberapa rekannya yang juga merupakan mantan anggota Teater Lingkar Minggi pimpinan Muchlis Raya. Sejak 1980-an sampai sekarang, Teater Ciliwung tetap aktif memproduksi beragam lakon, seperti misalnya Bla Bla Bla (2003) yang ditulis oleh Agus Safari dan Sandiwara di atas Sandiwara (2004) karya Danarto – keduanya disutradarai oleh (alm.) Christi Maharsi; dan Kisah Cinta di Hari Rabu (2010) karya Anton Chekov yang disutradarai oleh Irwan Soesilo.
Jumat-Sabtu, 17-18 Juni 2011, 20:30 WIB
Lithuania
Saturday Acting Club (SAC)
Sutradara: Rukman Rosadi
Naskah: Rupert Brooke
Pemain: Rukman Rosadi, Intan Komalasari, Wheni P. Putri, Jamal Abdul Nasir, Nurdyanto (Khan), Romansha
Lithuania merupakan naskah karya penyair Inggris yang hidup di abad ke-20, Rupert Brooke. Dalam naskah ini, Brooke dengan telak membidik wajah kota dalam pikiran para pemimpinya: konfrontasi antara kegemilangan kota dengan mentalitas manusia yang terbuai dalam lingkaran kemiskinan. Dengan tajam dan terperinci, Brooke mengambil gambar wajah-wajah, pemikiran, serta mimpi manusia kota yang penuh dengan pesona romantik, namun berujung pada tragedi. Paradoks yang muncul dalam teks ini mengharuskan para aktor mengamati dua wilayah kenyataan untuk menemukan jurang yang memisahkan keduanya: kemiskinan pada satu sisi dan kemapanan pada sisi lain. Naskah Lithuania telah diadaptasi ke dalam konteks budaya Indonesia untuk pementasan ini.
SAC secara resmi berdiri pada 2006 sebagai usaha untuk mengkaji, menggali, dan mengolah seni peran, serta membuka ruang bagi para peminatnya. Dimotori oleh Rukman Rosadi dan sekelompok mahasiswa Jurusan Teater di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, SAC kini terdiri dari sekitar 50 anggota dengan latar belakang yang beragam: mahasiswa, pelajar, dan umum, yang berkonsentasi pada kajian dan penciptaan akting serta mengeksplorasi beragam gaya akting yang ada. Selain menggelar pementasan, SAC juga mengadakan lokakarya, diskusi dan pendidikan akting.
Jumat-Sabtu, 24-25 Juni 2011, 20:30 WIB
Bang Bang You’re Dead | Sakti Aktor Studio (SAS)
Sutradara: Eka D. Sitorus
Naskah: William Mastrosimone
Pemain: Syaiful Bahri, Wendy Arvida, Adi Putra, Karina Salim, Brillian Chakim, Monica Chreesty, Joanne Verlysha Evigan, Ayu Monalisa, Wahyu Wibi, Stanley Saklil, Nurtizza Radia, Simon Kharisman, Putri Handayani
Bang Bang You’re Dead, yang ditulis oleh William Mastrosimone pada 1999, merupakan naskah drama yang dipengaruhi oleh kekerasan yang terjadi di sekolah di Amerika pada 1998. Ketika itu, seorang siswa SMU, Kip Kinkel, membunuh orang tuanya dan 27 teman-teman sekelasnya di Thurston High School, Springfield, Oregon. Mastrosimone menulis naskah ini untuk memperlihatkan dampak pelecehan, penyiksaan, dan penganiayaan antar-remaja di sekolah dan berharap publik bisa melihat tragedi sebelum semuanya terlambat. Pada Oktober 2002, hanya tiga tahun setelah publikasi pertamanya pada 7 April 1999 di Thurston High School, naskah ini sudah dipentaskan lebih dari 15.000 kali.
Lakon Bang Bang You’re Dead akan dibawakan oleh kelompok SAS – inilah kali pertama mereka memainkan naskah tersebut untuk publik. Bagi SAS, drama bisa menjadi terapi yang baik untuk mengatasi kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah dan naskah ini pun dapat membantu mengurangi kekerasan yang terjadi. SAS pertama kali didirikan pada 22 April 2002, menanggapi banyaknya kegelisahan yang diutarakan oleh para aktris sinetron yang kerap menampilkan akting yang berlebihan dan palsu. SAS didirikan atas dasar metode akting realisme Constantin Stanislavski, aktor dan sutradara teater asal Rusia, yang mengutamakan ekspresi akting yang jujur, tulus dan subtil. Sejak didirikan sampai sekarang, SAS telah berhasil mendidik sekitar 800 siswa.
Rabu-Kamis, 29-30 Juni 2011, 20:30 WIB
Pertja
Oyag Forum
Sutradara: Benny Yohanes
Naskah: Benny Yohanes
Pemain: Irwan Jamal, Yani Mae, Ryzzki Ryzcika Riani, Yani Nurmayani, Nanan Supriatna
Naskah Pertja merupakan pemenang utama dalam Sayembara Penulisan Lakon Realis 2010 yang diselenggarakan oleh Komunitas Salihara. Bercerita tentang tiga perempuan bersaudara yang kisah hidupnya berkelindan, naskah ini digarap dengan konsep realisme urban – bentuk reapresiasi dan redefinisi konsep realisme yang tumbuh subur di era 1950-an sampai 1960-an. Dramaturgi Pertja dibangun di atas ketegangan antar-tokoh sampai kepada klimaks yang meski tidak menyelesaikan masalah tapi telah berkembang sedemikian rupa, menyisakan sejumlah pertanyaan bagi penonton. Pertja menyuguhkan manusia urban yang terjepit antara “perbudakan tata cara” dan kehendak bebas, kemiskinan dan impian kekayaan, kebangkrutan dan penyelamatan, ketercerai-beraian dan keutuhan sebuah keluarga. Naskah ini menonjolkan karakter sebagai kekuatan internal pertunjukan dan pengungkapan lapis demi lapis meta-narasi akan menjadi kekuatan estetiknya.
Naskah ini akan dimainkan oleh Oyag Forum, sebuah gabungan dari sejumlah kelompok pegiat seni teater, penulisan kreatif, dan musik yang memiliki latar belakang pendidikan formal seni. Oyag Forum didirikan pada 2008 oleh Benny Yohanes alias BenJon, Soeko Sri Setiati (Teater Re-Publik), Irwan Jamal dan M. Wail Irsyad (Teater Cassanova), Wida Waridah (Sireum Hideung), Taufik Darwis (Sarekat Ababil), Asep Holidin dan Silvester Petara Hurit (Daun Jati), S. Lawe NH (Kelompok Musik Ketuk), dan Semmi Ikra Anggara (Rose Black Theatre), yang semuanya berdomisili di Bandung.
English







"Ketika itu, seorang siswa SMU, Kip Kinkel, membunuh orang tuanya dan 27 teman-teman sekelasnya di Thurston High School, Springfield, Oregon".
Kesan yang timbul adalah Kip membunuh kedua orang tuanya dan 27 temannya, sedangkan yang sebenarnya adalah kedua orang tuanya tewas, termasuk 2 orang temannya, sedangkan 22 orang lainya terluka.
Terima Kasih