Tari
Di Belakang
Koreografer: Martinus Miroto berkolaborasi dengan Gerard Mosterd & para penari
Penari: Aerli Rasinah, M. Budi Hartomo, Martinus Miroto, Sri Qadariatin
Teater Salihara | Jumat-Sabtu, 16-17 September 2011, 20:00 WIB
HTM Rp 50.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 25.000,- (tempat terbatas)

Pertunjukan tari kontemporer ini berangkat dari keinginan sang koreografer, Miroto, untuk menggali berbagai lapisan kebudayaan yang tertanam dalam tubuh para penari topeng yang berasal dari empat daerah berbeda: Cirebon, Bali, Madura, dan Yogyakarta. Dengan mempertemukan keempat penari tersebut, Miroto mengeksplorasi gerak tubuh dan estetika gerak tari yang melekat pada masing-masing penari. Karya tari ini diiringi komposisi musik elektronik kontemporer karya Yennu Ariendra, ditambah dengan suara rekaman gamelan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gerak tari.
Meski berangkat dari tari topeng, pertunjukan ini tidak akan menggunakan topeng sebagai salah satu elemen dalam tariannya—Miroto justru ingin memperlihatkan apa yang ada di balik topeng yang biasa dikenakan para penari tersebut—bentuk dan gerak fisik mereka. Perpaduan dan dialog tubuh antar penari ini kemudian muncul sebagai perayaan atas nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan.
English







Discussion 0 Comments