Diskusi
Cita-cita dan Impian Pemuda Muslim: Perbandingan Indonesia dan Malaysia
Pembicara: Burhanuddin Muhtadi (peneliti Lembaga Survei Indonesia), Farish A Noor (pengajar di S Rajaratnam School of International Studies—Nanyang Technological University, Singapura) , dan Niesrina Nadifah (Jurnal Perempuan)
Serambi Salihara | Kamis, 16 Februari 2012, 19:00 WIB
Terbuka untuk umum | Dalam Bahasa Indonesia
Pendaftaran selambatnya 15 Februari 2012

Diskusi ini berangkat dari survei yang dilakukan oleh FNS dan Goethe-Institut di dua negara: Indonesia dan Malaysia. Sebanyak 2.500 responden anak muda berusia 15 dan 25 tahun ditanya seputar apa yang mereka rasakan sebagai kaum muda. Bagaimana mereka memandang masa depan mereka dan masa depan negara masing-masing? Bagaimana sikap mereka terhadap politik, agama dan toleransi antaragama? Bagaimana sikap mereka terhadap isu perbedaan agama, misalnya soal nikah beda agama, dan penerapan syariat Islam? Apa yang mereka impikan sebagai anak muda tentang masa depan? Temuan dan perbandingan yang menarik menunjukkan kekhasan kaum muda di kedua negara.
Para pembicara dalam diskusi ini adalah Burhanuddin Muhtadi, peneliti senior di Lembaga Survei Indonesia yang ikut mengadakan survei ini; Farish A Noor, seorang intelektual dari Malaysia yang saat ini mengajar di School of International Studies (RSIS)—Nanyang Technological University (NTU); serta Niesrina Nadifah, wakil Indonesia untuk Global Changemakers Youth Summit 2010 di London dan aktif di Program Anak Muda di Jurnal Perempuan.
English






Discussion 1 Comments