Teater Salihara

 

Sastra
Selasa, 12 Juni 2012, 19:00 WIB
Mengenang A. Teeuw (1921—2012)
Pidato: Sapardi Djoko Damono & Achadiati
Pembaca: Ayu Utami, Nirwan Dewanto, Sitok Srengenge

Teater Salihara
Terbuka untuk umum
Pendaftaran paling lambat 11 Juni 2012

A. Teeuw
Wafatnya Andries Teeuw di usia 90 tahun, pada 18 Mei 2012 lalu, adalah sebuah kehilangan yang dalam dan tak tergantikan. Sumbangan guru besar bahasa dan sastra Melayu/Indonesia (juga ahli filologi Nusantara) Universitas Leiden, Belanda, ini sungguh besar dan penting bagi kajian bahasa dan sastra Indonesia. Pelbagai tulisannya—mulai dari uraian teori hingga ulasan karya sastra, yang terbit dalam jilid-jilid buku yang sudah menjadi klasik, antara lain Pokok dan Tokoh dalam Kesusastraan Indonesia Modern (1952), Tergantung pada Kata (1980), Sastra Baru Indonesia (1980), Membaca dan Menilai Sastra (1983), Sastra dan Ilmu Sastra (1984), Indonesia antara Kelisanan dan Keberaksaraan (1994)—merupakan sejumlah suar yang telah banyak memberi terang bagi para pembaca sastra Indonesia modern.

Acara akan diisi pidato oleh Sapardi Djoko Damono (penyair dan guru besar sastra Universitas Indonesia) dan Achadiati (filolog dan guru besar sastra Universitas Indonesia), yang akan membicarakan kiprah A. Teeuw sebagai pendidik dan kritikus sastra Indonesia modern maupun sebagai ahli naskah klasik Nusantara. Selain itu, petikan sejumlah esai sastra karya almarhum akan dibacakan oleh Ayu Utami, Nirwan Dewanto, dan Sitok Srengenge.

Discussion 0 Comments

Leave a comment


Input Text Above

Please Wait

We are processing your request.

Please do not refresh this page.