Tema ini bukan hanya berangkat dari pengalaman pribadi Anwar Ibrahim sebagai politisi yang mengalami ancaman terus-menerus, terutama dari lawan-lawan politiknya, tetapi juga menyoal hakikat kebebasan secara umum. Bahwa di alam demokrasi, kebebasan individu adalah prasyarat utama yang mesti dipenuhi sebelum menuju kepada negara yang demokratis. Seseorang mesti dijamin untuk menjalankan hakhaknya, misalnya kebebasan berpendapat dan beragama, tanpa ada hambatan dari pemerintah dan individu lain—tapi di saat yang sama ia juga tidak boleh mengancam kebebasan orang lain.
Pada masa silam, pertunjukan barong ini terbatas hanya untuk acara ritual, tapi kini biasa dipertunjukkan pada acara yang lebih sekuler, seperti untuk tontonan perayaan pernikahan, khitanan, dan peringatan hari besar pemerintahan. Barong Osing menyandang identitas yang khas: antara rasa Jawa dan Bali, Islam dan Hindu, gunung dan laut, sakral dan profan.
Gabungan ketiganya menjadi menarik karena benda-benda dari dunia sehari-hari itu mendapatkan tafsir baru. Hampir semua fungsi tradisional benda itu ditanggalkan, dan masuklah perlakukan baru ke dalamnya. Yaitu, aneka koreografi gerak yang menjelajah lantai, yang mencoba melayani hukum gravitasi.
Sebuah rumah yang kehilangan daun pintu dan jendela adalah sebuah ancaman. Sebab kapan saja orang asing bisa masuk dan merusak semua tatanan di dalamnya dan akhirnya: merobohkannya. Itulah yang terjadi dalam On-Off (Rumah Bolong). Yakni, satu per satu anggota sebuah keluarga hancur oleh perubahan yang dibawa orang asing, yang bisa keluar-masuk dengan sangat leluasa di rumah itu. Sementara Nenek sebagai simbol pertahanan terakhir dari kehancuran tatanan itu hanya bisa menyenandungkan kidung-kidung untuk cucunya yang baru tumbuh.
Monumen Pameran Tunggal Seni Patung
Pameran Seni Rupa Edhi Sunarso
14-28 Agustus 2010 | Senin-Sabtu: 11:00 – 20:00 WIB
Pembukaan: Sabtu, 14 Agustus 2010, 16:00 WIB
Galeri Salihara | Terbuka untuk umum
Monumen Pameran Tunggal Seni Patung & Peluncuran Buku Edhi Sunarso
Pameran Seni Rupa
Pameran Seni Rupa
Monumen
Pameran Tunggal Seni Patung & Peluncuran Buku Edhi Sunarso
14-28 Agustus 2010
Senin-Sabtu: 11:00 – 20:00 WIB,
Pembukaan: Sabtu, 14 Agustus 2010, 16:00 WIB
Galeri Salihara | Terbuka untuk umum
Wall Street Arts
Pameran Seni Rupa Kontemporer
Kurator: Alia Swastika
Pembukaan: Sabtu, 10 Juli 2010, 17:00 WIB dimeriahkan dengan penampilan DJ REI dan DJ NASA (Scum City)
Diskusi dan Peluncuran Buku Graffiti in Asia: 13 Juli 2010, 16:00 WIB, Pembicara: Wendy Putranto
Pameran berlangsung 11 Juli – 08 Agustus 2010, Senin-Sabtu: 11:00 – 20:00 WIB, Minggu: 11:00 – 16:00 WIB
English






