Belanja

MANUSIA PEREMPUAN LAKI-LAKI
PengarangEdi Riyadi Terre, Gadis Arivia, Moh Yasir Alimi, Neng Dara Affiah
PenyuntingYusi Avianto Pareanom
PenerbitKomunitas Salihara dan HIVOS
Tahun2013
Tebal108 Halaman
ISBN978-602-966620-5-2
PDF

Sinopsis

    Bunga rampai ini adalah serangkain pembicaraan yang bersifat "pengantar" atau "perkenalan" kepada pemikiran yang perempuan dari pelbagai latar belakang berbeda. Dengan ini seorang tokoh dengan keleluasaan pemikirannya, keragaman sepak-terjangnya, atau daftar panjang biografinya diperkenalkan kepada pembaca dalam sebuah kesempatan dan dengan tulisan yang tidak terlalu panjang. Perkenalan ini memang berpeluang meringkus keluasan cakrawala pemikiran sang tokoh --sebab ia hanya membicarakan segi-segi terpentingnya saja, tapi dengan cara ini pula diharapkan selanjutnya pembaca mencari tahu atau mengembangkan sendiri terhadap pemikiran tokoh tersebut.

    Buku ini menghimpun empat esai karya Edi Riyadi Terre, Gadis Arivia, Moh Yasir Alimi, dan Neng Dara Affiah. Mereka secara berturut-turut membicarakan pemikiran HAnnah Arendt, Seyla Benhabib, Judith Butler dan Ziba Mir-Hosseini. Dengan cara dan sudut pandang masing-masing mereka telah berupaya memperkenalkan hasil-hasil para tokoh penting itu seraya mendudukkan pemikiran mereka dalam konteks Indonesia hari ini. Serangkaian dialog dan kritik yang memperkaya khazanah intelektual kita.

SUBYEK YANG DIKEKANG
PengarangChristina Siwi Handayani, Gadis, Arivia, Haryatmoko, Robertus Robet
PenyuntingYusi Avianto Pareanom
PenerbitKomunitas Salihara dan HIVOS
Tahun2013
Tebal78 Halaman
ISBN978-602-966620-5-2
PDF

Sinopsis

    Tulisan-tulisan dalam buku Subyek yang Dikekang adalah serangkaian ikhtiar untuk membicarakan kembali seksualitas manusia. Pemikiran empat filusuf diperkenalakn oleh empat akademisi: Julia Kristeva oleh Christina Siwi Handayani, Simone de Beauvior oleh Gadis Arivia, Michel Foucault oleh Haryatmoko, dan Jacques Lacan oleh Robertus Robet. Dari mereka kita mendapatkan betapa tidak sederhananyamasalah yang satu ini, dan betapa banyak pemikiran berbeda yang muncul darinya. Mereka meneguhkan betapa pentingnya manusia bebas, perempuan menjadi subyek atas dirinya sendiri, tubuh yang berdaulat sebagai modal perhitungan manusia.

    Dari empat tulisan ini kita bukan hanya mendapatkan sebuah perkenalan singkat yang mengesankan, tetapi juga melihat bagaimana pemikiran-pemikiran itu berkaitan satu sama lain-dan yang tak bisa dilupakan, bagaimana mereka menjadi bahan telaah yang tak habis-habisnya oleh para kaum cerdik -cendikia di negeri kita ini. Dengan titik singgung di sana-sini pembicaraan tema ini telah menjadi lebih kaya dan membuka banyak kemungkinan penafsiran baru.