Belanja

Panggung Tari Baru

Helatari

22 - 23 Juni 2019,
20:00 WIB (sabtu) 16:00 WIB (Minggu)
Teater Salihara

Penampil: Anis Harliani Kencana Eka Putri (Bandung), Ayu Permata Dance Company (Yogyakarta), Eyi Lesar (Jakarta)

Umum: Rp65.000

Pelajar/Mahasiswa: Rp35.000

Tiga koreografer yang tampil pada Helatari 2019 adalah koreografer/kelompok tari terpilih Undangan Terbuka yang kami adakan pada 2018. Mereka adalah Anis Harliani Kencana Eka Putri, Ayu Permata Sari dan Eyi Lesar. Dalam satu malam ini anda akan menyaksikan tiga nama baru dan tiga karya baru dalam Panggung Tari Baru Helatari 2019.

 

Holy Body
Koreografer: Anis Harliani Kencana Eka Putri (Bandung)

Di Bandung, menurut hasil pengamatan koreografer, ada ukuran-ukuran ideal yang harus dimiliki oleh penari perempuan untuk bisa menerima pesanan tari (komersial). Holy Body menawarkan konsep tari dokumenter yang berangkat dari riset tersebut dan mempertanyakan adakah tubuh yang ideal dalam estetika tari? Anis Harliani adalah koreografer yang pernah berkolaborasi untuk pertunjukan Us/Not Us (2018) produksi Bandung Performing Arts Forum di Asian Dramaturg Network. Ia pernah mengikuti program Koreografer Muda Potensial di Indonesia Dance Festival 2018.

 

X
Ayu Permata Dance Company (Lampung-Yogyakarta)
Koreografer: Ayu Permata Sari

Karya ini adalah pengembangan motif “samber melayang”, salah satu motif dalam tari Sigeh Penguten (Siger Penguntin), sebuah tarian kreasi dari Lampung. Tarian ini mulanya adalah tari persembahan atau penyambutan untuk orang-orang terhormat, tetapi kali ini akan dilakukan tanpa musik, menggunakan kostum keseharian yang sederhana. Ayu Permata Sari pernah berkolaborasi dengan koreografer luar negeri seperti Eisa Jocson (Filipina), Bethani (Amerika Serikat), Edgar Freire (Ekuador) dan Anne Maria (Jerman). Ia beroleh penghargaan penghargaan “Jasa Bakti” di Festival Teknologi dan Seni ASIA di Johor Malaysia 2018.

 

Ad Interim
Koreografer: Eyi Lesar (Jakarta)

Ad Interim mengangkat tema perbedaan dan sifat bertolak belakang di masyarakat yang seharusnya dapat menjalin harmoni dan keseimbangan hidup. Seorang penari tunggal akan berkolaborasi dengan musisi yang menggunakan teknologi sensor gerak. Ekspresi yang dihasilkan merupakan perpaduan antara gerak, musik dan tata cahaya. Eyi Lesar pernah beroleh Hibah Seni Inovatif dari Yayasan Kelola untuk karya Who Are You (2018). Ia pernah mengikuti showcase tari di SIPFest 2018.

 

Didukung oleh