Belanja

  • Klub Buku

    “Sastrawangi” 2.0?

    Klub Buku Salihara

    Sabtu, 26 Agustus 2017, 16:00 WIB

    Serambi Salihara

    Pembicara: Angelina Enny, Dias Novita Wuri, Feby Indirani

Julukan “sastrawangi” memang ambigu. Istilah ini dipakai untuk menunjuk penulis perempuan muda urban yang mencuat di awal 2000-an—Ayu Utami, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu—sekaligus dengan sikap miring, sebab kategori ini lebih sibuk pada penampilan tokoh daripada karya. Bagaimanapun, nama ini menggambarkan munculnya tren baru: penulis perempuan meratui jagat sastra Indonesia yang sebelumnya sangat maskulin.

Kini, 17 tahun kemudian, sepantasnya generasi baru telah lahir. Di antara mereka, tiga yang pantas diperhitungkan dan kebetulan sempat mengenyam masa belajar informal di Komunitas Salihara adalah Angelina Enny, Dias Novita Wuri dan Feby Indirani. Angelina Enny menerbitkan kumpulan cerpen pertamanya Nokturnal Melankolia, yang bersifat depresif sekaligus erotis. Dias Novita Wuri menerbitkan kumpulan cerpen pertamanya Makramé, yang dengan lembut membuat kelindan fantasi roh, imajinasi futuristik dan dunia keseharian. Feby Indirani telah menerbitkan beberapa buku sebelumnya. Karya terbarunya, Bukan Perawan Maria, mendapat banyak pujian karena kritiknya terhadap sikap beragama yang dogmatis yang menjadi problem dunia kini.

Kamu ingin berbagi kesukaan dengan sesama pencinta sastra? Bergabunglah dengan Klub Buku Salihara. Daftar ke daftar@salihara.org.

Tertantang menjadi pembicara? Jadilah pembicara dengan mendaftar ke program@salihara.org dan mengirim ulasan selambatnya dua pekan sebelum tanggal presentasi. Kamu juga bisa membandingkan karya sastrawan lain dengan karya/topik yang dijadwalkan.

TENTANG
LIFEs 2017
Komunitas Salihara mempersembahkan festival sastra dan gagasan: LIFEs—nama dan bentuk baru bagi Bienal Sastra Salihara. Judul kami tahun ini adalah Viva! Reborn!, dengan fokus utama “Membaca Amerika Latin”.
Selanjutnya
EDISI