Belanja

  • Program Khusus

    KOMPETISI KRITIK SASTRA TINGKAT SMA

    MERAYAKAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL DAN SUMPAH PEMUDA

    02 Mei 2017 - 17 Agustus 2017

Novel memberi kekayaan psikologis dan perspektif untuk memahami persoalan manusia dan dunia. Membaca dan membandingkan novel Indonesia dan asing juga menambah pengetahuan. Komunitas Salihara hendak mendorong peningkatan intelektualitas generasi muda dengan mengadakan:

Kompetisi Kritik Sastra Tingkat SMA

Membandingkan novel Pedro Paramo karya Juan Rulfo (Meksiko) dengan Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer (Indonesia).

Program ini kami umumkan secara resmi pada Hari Pendidikan Nasional 02 Mei dan ditutup pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Syarat dan Ketentuan:

  • Peserta adalah kelompok yang terdiri atas 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) siswa dari satu sekolah setingkat SMA. Boleh ada lebih dari satu kelompok dari setiap sekolah. (Sekolah boleh diwakili oleh beberapa kelompok.) Peserta boleh memberi nama kelompoknya secara bebas.
  • Bagi peserta/sekolah yang tidak bisa mendapatkan buku yang harus dibaca, sila mengubungi panitia melalui email ke lifes@salihara.org. Kami akan mengirimkan naskah karya sastra yang harus dibandingkan.
  • Peserta membandingan dua karya itu dalam kelompok dan membuat ulasan dalam bahasa Indonesia atas nama kelompok.
  • Perbandingan sastra tidak dimaksudkan untuk menilai mana yang lebih bagus, tetapi untuk menggali kekayaan pada karya dan konteks sosial-budaya-politiknya.
  • Kirim ulasan beserta data diri setiap anggota kelompok dengan melampirkan surat persetujuan resmi sekolah atau scan-nya ke alamat berikut:

Email: lifes@salihara.org dengan subyek email: Kompetisi Kritik Sastra Tingkat SMA_(nama sekolah/kelompok). Lalu kirim via pos ke Komunitas Salihara, Jl. Salihara 16 Pasar Minggu Jakarta 12520 U.P. Program Komunitas Salihara. Paling lambat tanggal 17 Agustus 2017 (tanggal kirim email atau cap pos)

  • Juri Tahap I menilai karya tulis berdasarkan mutu argumen, pendalaman dan penggalian masalah serta ketertiban dan keindahan bahasa Indonesia yang digunakan.
  • Panitia akan mengundang finalis untuk melakukan presentasi dan debat di Jakarta pada 28 Oktober 2017.
  • Masing-masing kelompok finalis boleh memilih satu wakil untuk presentasi atau mengatur anggota-anggota kelompok berbicara secara bergiliran. (Gaya presentasi bebas.)
  • Juri Tahap II menilai keterampilan peserta dalam menyampaikan gagasan secara lisan dan kekuatan argumen dalam perdebatan.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Tentang Pedro Paramo dan Bukan Pasar Malam

Tahun 2017 adalah peringatan 100 tahun Juan Rulfo, sastrawan Meksiko. Ia dianggap sebagai pendahulu realisme magis khas Amerika Latin yang mendunia itu. Gabriel García Márquez, penulis realisme magis ternama, mengaku diilhami oleh novel pendek Rulfo berjudul Pedro Paramo. Buku ini bercerita tentang seorang lelaki yang menerima wasiat untuk mencari ayahnya. Perjalanannya menjadi suatu petualangan yang surrealis. Pedro Paramo adalah bacaan wajib sekolah di banyak negara Amerika Latin.

Pramoedya Ananta Toer adalah pengarang besar Indonesia. Buku-bukunya menghadirkan kesadaran kemerdekaan dan kemanusiaan. Ironisnya, ia sendiri diasingkan ke Pulau Buru oleh pemerintah Soeharto; karya-karyanya dilarang terbit bahkan setelah ia dibebaskan. Salah satu novelnya, yang tergolong pendek, adalah Bukan Pasar Malam juga menceritakan seorang lelaki yang mendapatkan peringatan untuk menemui ayahnya.

Pramoedya dan Rulfo lahir dari era yang sama. Usia mereka hanya terpaut sekitar delapan tahun. Meksiko di Amerika Latin dan Indonesia di Asia Tenggara bisa juga diperbandingkan: sama-sama mengalami penjajahan, merupakan negara di belahan bumi selatan yang berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan, terkena imbas Perang Dingin, mengalami perbauran budaya lokal dan budaya pendatang. Toh, Pramoedya dan Rulfo punya strategi sastra yang berbeda, yang sangat menarik untuk dipelajari.

TENTANG
LIFEs 2017
Komunitas Salihara mempersembahkan festival sastra dan gagasan: LIFEs—nama dan bentuk baru bagi Bienal Sastra Salihara. Judul kami tahun ini adalah Viva! Reborn!, dengan fokus utama “Membaca Amerika Latin”.
Selanjutnya
EDISI