Belanja

Setiap dua tahun—yaitu pada tahun genap, seperti tahun 2018 ini—kami menghadirkan sebuah program sangat istimewa yang berlangsung selama sebulan penuh. Program ini bernama SIPFest (Salihara International Performing-arts Festival).

Pada SIPFest 2018 akan hadir seniman maupun kelompok seni tari, teater dan musik dengan reputasi sangat tinggi maupun mereka yang muda-segar dan akan menjadi penting di tahun-tahun mendatang. SIPFest kali ini menjadi lebih istimewa lagi karena ia menyertai ulang tahun kesepuluh Komunitas Salihara, yaitu pada 08 Agustus 2010.

Di seni senang, begitu kata SIPFest. Happy go artsy. Seni itu menyenangkan, justru ketika ia mengajak kita menyelami kehidupan lebih dalam. Seni itu menggoda, mengejutkan sekaligus menyenangkan.

Itulah yang akan diberikan kelompok-kelompok Lucy Guerin Inc, Quatuor Bozzini (bersama empat komponis Indonesia Marisa Sharon Hartanto, M. Arham Aryadi, Stevie Jonathan Sutanto dan Matius Shan Boone), Ju Percussion Group, Quasar Quatuor de Saxophones, Toccata Studio, Five Arts Centre, Compagnie X-Press, Ayelen Parolin, naskah Nassim Soleimanpour (bersama Reza Rahadian dan Sita Nursanti).

Untuk menggarisbawahi keistimewaan SIPFest kali ini, kami juga secara khusus memproduksi sebuah karya tari kontemporer berdasarkan khazanah lengger Banyumasan bersama koreografer Otniel Tasman dan sebuah karya teater Monolog Sutan Sjahrir bersama sutradara Rukman Rosadi, aktor Rendra Bagus Pamungkas dan penulis naskah Ahda Imran.

Yang juga baru dalam SIPFest kali ini adalah ceramah-pertunjukan, bersama Ananda Sukarlan (musik), Didik Nini Thowok (tari) dan Jim Adhi Limas (teater). Ada pula show case, forum bagi karya-karya para seniman tari dan teater yang sedang tumbuh.

Di ruang-ruang terbuka Salihara akan terpampang karya-karya seni instalasi karya Krisgatha Achmad, Meliantha Muliawan dan Gabriel Aries Setiadi.

SIPFest 2018 adalah forum bagi para seniman dan masyarakat penonton untuk berbagi kreativitas, kebaharuan dan kegembiraan.

 

Nirwan Dewanto

KEMBALI