Belanja

Abdi Setiawan

Abdi Setiawan dilahirkan di Sicincin, Pariaman, Sumatera Barat, 29 Desember 971, dan kini menetap di Yogyakarta. Karya-karyanya berbentuk instalasi dan patung berukuran manusia uruh (life size) tentang kehidupan keseharian manusia Indonesia dalam pelbagai latar sosial. Sosok-sosok manusia di dalam karyanya, juga benda-benda yang menyertai mereka, sengaja ditampilkan dalam pahatan yang kasar dengan warna-warna yang cenderung pudar. Patung-patung itu seperti ingin menghindari kesempurnaan rupa—hal yang biasa ditampilkan oleh seni patung konvensional. Pemiuhan yang samar-samar ini berwatak ganda: ia mendekatkan (karena pemilihan tema dan model) sekaligus menjauhkan (karena teknik pahatan dan pewarnaan).

Abdi Setiawan menamatkan pendidikan terakhirnya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2003. Salah satu karyanya tentang manusia-manusia di sebuah kompleks pelacuran, dengan pelbagai aksi dan gaya mereka, telah menarik perhatian pengunjung “CP International Biennale: Urban/Culture (2005). Ia telah ikut pameran bersama sejak masih duduk di bangku kuliah, terutama dalam “Dialog Dua Kota I” di Taman Ismail Marzuki (1996) hinggaJakarta Biennale #14: Maximum Cuty (2111) dan “Yogyakarta—5 Artists from Indonesia”, Marc Straus Gallery, New York, Amerika Serikat (2012). Adapun pameran tunggalnya adalah “Gairah Malam”, Le Centre Culturel Français, Yogyakarta (2004), “The Flâneur”, Nadi Gallery, Jakarta (2007), dan terakhir “New Sculptures” di André Simoens Gallery, Knokke-Zoute, Belgia, dan Metis Gallery, Amsterdam, Belanda (2010). Ia adalah finalis Phillip Morris Art Award 2001

PERNAH TERLIBAT DALAM:
Simpangan 2012, Beastly 2011

Karya