Belanja

Septian Harriyoga

Septian Harriyoga adalah perupa yang dilahirkan di Jakarta, 4 September 1977 dan kini menetap di Bandung, Jawa Barat. Ia menamatkan pendidikan seni rupanya di Jurusan Seni Patung, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB (2004). Patungnya berbahan batu andesit, baja, aluminium, dan duralium. Dalam berkarya ia sangat menekankan proses, hal yang penting dalam tradisi studio/bengkel. Ia sangat menikmati bagaimana membelah batu, memotong duralium, membentuk, menghaluskan, dan mengilapkannya. Sehingga patung-patungnya tampil dengan kehalusan yang tinggi dan di saat yang sama bermain-main dengan asiosasi bentuk. Di samping menimbulkan banyak tafsir, bentuk-bentuk itu adalah bagian dari penjelajahan Septian terhadap seni kinetik yang sudah menarik minat perupa-perupa Indonesia kontemporer. Bentuk-bentuk yang tampak ringan dan melayang, dengan bentuk yang penuh lengkungan dan tanpa sudut, menyiratkan adanya gerak yang bekerja pada patung-patungnya.

Pameran tunggalnya adalah “Putih”, Edwin’s Gallery di Jakarta Art District, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta (2011) dan “Minimalis/Maximalis”, Galeri Lontar, Jakara (2007). Sementara pameran bersama yang pernah ia ikuti, antara lain, “Ekspansi”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2011), pameran seni kinetik Indonesia “Motion/Sensation”, Edwin’s Gallery di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta (2011), “Pose Historia”, Vanessa Art Link, Enterprise One Building, Singapura (2010), “CIGE 2009”, Koong Gallery, Beijing, Cina (2009). “Manifesto”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2008), “Keramik untuk Kartini”, Galeri Soemardja, Bandung (2000).

Di samping mematung, Septian Harriyoga juga mengerjakan fotografi dan hasilnya digunakan untuk memperkuat karya-karya patungnya.

Karya