Belanja

Aftermath

Indonesia In The Midst of Catastrophes

16 - 29 Mei 2012,
11:00 - 20:00
Galeri Salihara

“Aftermath: Indonesia in the Midst of Catastrophes” adalah pameran tunggal fotografi dan presentasi audio-visual yang menampilkan sekumpulan karya Kemal Jufri, jurnalis foto Indonesia yang selama satu dekade terakhir telah memenangkan beragam penghargaan.

Pameran ini adalah suatu kisah yang memaparkan kemenangan jiwa manusia dalam melewati masa yang sarat keputusasaan dan upaya mengenang kerapuhan umat manusia saat berhadap-hadapan dengan bencana, alam maupun akibat ulah manusia.

 “Aftermath: Indonesia in the Midst of Catastrophes” juga merupakan tanggapan sosial mengenai kesiapan dan pengelolaan bencana, yang juga berlaku sebagai pelajaran berharga agar kita lebih siap dalam mengantisipasi dan menghadapi fenomena serupa di masa datang.

Seri karya yang dipajang di Galeri Salihara adalah rekaman visual perjuangan dan kegigihan manusia di Indonesia dalam melampaui tantangan yang harus dihadapi sebagai akibat dari serangkaian bencana besar yang mewabah di negara kita. Karya-karya tersebut adalah bagian dari buku berjudul serupa, yang peluncurannya direncanakan pada Juli 2012.

Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara Oscar Motuloh, yang juga merupakan mentor Kemal Jufri sekaligus kurator pameran ini menyatakan pendapatnya mengenai sang seniman, “Fotografi adalah pena visual yang dapat digunakan dalam bebagai cara, tergantung pada apa yang hendak dicapai fotografernya. Dalam Aftermath, Kemal mencoba menyampaikan intisari pemikirannya dengan menyusun kolase karya-karya yang dibidik dari sejumlah tempat terjadinya bencana alam dan bencana buatan manusia yang terjadi di negara kita sebagai cermin bagi pengunjung. Gambaran yang terekam dalam rangkaian foto karya Kemal lebih dari sekadar artefak seremonial. Karyanya merupakan analisis visual atas catatan bersejarah peradaban kita yang berlaku sebagai tumpuan nyata untuk perenungan jejak-jejak penting yang ditinggalkan umat manusia.”

"Negeri ini masih membutuhkan banyak sosok individu yang mampu menembus belantara fotografi jurnalistik yang sangat kompetitif untuk menggugat tak hanya ketidakadilan sosial, namun juga ketimpangan hukum kepada pemerintahan konvensional yang semakin jauh meninggalkan asas keberagaman yang pada hakekatnya adalah sendi kekuatan negeri ini. Kemal adalah salah satu sosok dari yang sangat sedikit itu," tambah Motuloh.

Untuk presentasi audio-visualnya, Jufri berkolaborasi dengan beberapa seniman berbakat lainnya, di antaranya musik yang khusus diciptakan untuk acara ini oleh komposer dan pemain cello terkemuka Indonesia Dimawan Krisnowo Adji dengan olah suara etnomusikolog berdarah Aceh Nyak Ina “Ubiet” Raseuki. Pentas presentasi multimedia akan memulai acara dengan lebih dari seratus gambar bergerak diiringi penampilan Dimawan pada cello dan nyanyian Ubiet secara langsung. Sejumlah puisi yang ditulis untuk buku ini oleh Dina Purita Antonio-Jufri—penulis lepas sekaligus istri Kemal Jufri—juga akan dibacakan oleh penyair asal Aceh Debra H. Yatim pada saat pembukaan pameran. Keseluruhannya akan ditampilkan di Teater Salihara, sebuah teater blackbox berkapasitas maksimal 252 kursi, satu-satunya di negeri ini.

“Mendokumentasikan fenomena-fenomena tersebut serta hidup orang-orang yang dipengaruhinya merupakan tanggung jawab moral yang saya emban dengan sungguh-sungguh sebagai sebuah cara penting untuk menyeru pada kesadaran sosial. Meski demikian, saya ingin mengambil langkah lebih jauh dalam kapasitas saya sebagai seorang foto jurnalis, yaitu dengan menggalang dana menggunakan karya-karya saya untuk membantu para korban secara langsung,” kata Kemal Jufri.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Komunitas Salihara dan Imaji Multimedia Production dan akan dibuka pada 16 Mei 2012, 19:00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dana yang hasilnya akan dikembalikan secara langsung pada para korban bencana melalui berbagai cara. Hasil penjualan foto-foto terpilih yang bertanda tangan akan digunakan untuk membantu sejumlah penerima dari berbagai daerah bencana.

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, sila hubungi:

Dian Ina (Galeri Salihara) di 0816557684 atau melalui e-mail: [email protected]

Dina Purita Antonio-Jufri (Imaji) di 0811924470 atau melalui e-mail: [email protected]