Belanja

Beastly

03 - 23 Desember 2011,
11:00 - 20:00
Galeri Salihara

Hubungan manusia dengan alam terus berubah dari abad ke abad. John Berger mengatakan bahwa retakan antara keduanya dimulai di abad ke-19 dan disempurnakan oleh kapitalisme abad ke-20. Perubahan iklim dan perkembangan teknologi, serta perkembangan agama Samawi yang mengkafirkan pemujaan terhadap alam turut bertanggung jawab atas perusakan alam. Ketika tidak lagi dipuja, maka alam diperas. Manusia menjadi congkak di hadapan alam dan merasa bisa menguasainya.

Beastly merupakan pameran seni rupa yang memprovokasi pengalaman sehingga mungkin dapat menginspirasi kembali hubungan manusia dan binatang. Pola hubungan kedua makhluk itu yang terus berubah; bertransformasi dan berevolusi ke dalam apa yang disebut sebagai gagasan besar .peradaban manusia.. Pameran seni rupa ini pernah diselenggarakan pada Juli 2011 oleh Rumah Seni Cemeti di Yogyakarta, dengan mengundang tiga puluh orang seniman yang berkarya melalui beragam media serta memiliki keleluasaan ungkapan, seperti Ade Darmawan, Arya Pandjalu, Agung Kurniawan, Angki Purbandono, Abdi Setiawan, Agan Harahap, Beatrix Hendriani Kaswara, Caroline Rika Winata, Dian Ariyani, Dona Prawita Arissuta, Eko Nugroho, Erik Pauhrizi, Gintani Nur Apresia Swastika, Iswanto Hartono, Laksmi Shitaresmi, Moelyono, Maryanto, Octora, Popok Tri Wahyudi, ruangrupa, Restu Ratnaningtyas, Sara Nuytemans, Syagini Ratna Wulan, S.Teddy D., Sigit Bapak, Terra Bajraghosa, Ugo Untoro, Uji Handoko, Wibowo Adi Utama, Wimo Ambala Bayang.

Heru Hikayat dan Goenawan Mohamad juga memberikan tulisan pengantar untuk pameran ini.