Belanja

Monumen Pameran Tunggal Seni Patung

14 - 28 Agustus 2010,
11:00 - 20:00
Galeri Salihara

Edhi Sunarso, 78 tahun, adalah pematung modern Indonesia pertama yang mencetak karyanya dengan bahan logam. Ia memulai karirnya dari seni pahat batu dan kayu di Sanggar Pelukis Rakyat, tetapi kemudian mengembangkan patung dengan teknik cor logam. Meski banyak membuat karya-karya personal, ia lebih dikenal sebagai pematung dengan karya-karya publik.

Karya-karya publiknya tersebar, terutama di Jakarta, antara lain patung .Selamat Datang., .Pembebasan Irian Barat., .Dirgantara., dan diorama Monumen Nasional. Di masa mudanya, selain magang pada pelukis terkemuka Hendra Gunawan, ia pernah mempelajari seni patung realis di Visva-Bharati Rabindranath Tagore University, Santiniketan, India (1955-1957). Corak realis ini pula yang tercermin pada karya-karyanya di ruang publik dan ia ajarkan kepada murid-muridnya di ASRI . kini FSRD ISI . Yogyakarta. Ada juga kecenderungan abstraksi, simbolisasi, dan pemiuhan, terutama pada karya-karya pribadinya. Namun, Edhi Sunarso sendiri mengaku bahwa itu sebenarnya merupakan pengembangan dari kecenderungan figuratif.

Pameran tunggal ini akan menampilkan sejumlah karya pribadi Edhi Sunarso. Akan dipajang pula foto-foto proses awal ketika monumen-monumen di ruang publik itu dibangun, yang memperlihatkan antara lain lanskap Jakarta di masa itu dan Bung Karno selaku penggagas proyek tersebut. Foto-foto dari masa lampau itu diperkaya dengan sepilihan foto masa kini, karya kelompok Liga Merah Putih (Oscar Motuloh, Yori Antar, Syaiful Boen, dan Asfarinal St Rumah Gadang), yang memperlihatkan aktualitas monumen-monumen itu di tengah perubahan kota.

Saat Pembukaan akan diluncurkan buku Edhi Sunarso: Seniman Pejuang. Dalam rangka pameran ini juga akan digelar diskusi (Sabtu, 21 Agustus 2010, 16:00 WIB) bertajuk .Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik. dengan pembicara Jim Supangkat dan Yuke Ardhiati.

(keterangan gambar: Hampa, koleksi Dr. Oei Hong Djien, Foto: Dwi Oblo)