Belanja

Merancang Sebuah Interpretasi

Dari sejumlah karya Eko Nugroho yang sudah ada, label fashion Major Minor menuang interpretasinya dalam sejumlah koleksi fashion.

“SEBENARNYA proyek dengan Major Minor ini adalah proyek sampingan yang digagas menjelang pameran utama saya di Salihara. Dari diskusi yang dilaksanakan dengan tim Salihara saat itu, tercetuslah proyek dengan bidang fashion yang memang belum pernah saya lakukan secara utuh.” Demikian kisah seniman kenamaan Indonesia, Eko Nugroho saat mengawali kisah kolaborasinya dengan brand asuhan pasangan Ari dan Sari Seputra ini.

Dari hasil kolaborasi tersebut, Major Minor, brand lokal yang telah sukses mengibarkan koleksinya di sejumlah panggung peragaan internasional, menggelar dua koleksi pakaian mereka di Teater Salihara pada 21 November 2015.

Proyek kerja sama ini dimulai ketika Eko Nugroho akhirnya memilih Major Minor dari sekian nama yang diajukan kepadanya untuk berkolaborasi. Setelah kesepakatan kerja sama diperoleh, pihak Major Minor kemudian memilih sejumlah karya Eko yang sudah ada dalam proses pengerjaan yang memakan waktu enam bulan. “Kami mengambil inspirasi dari karya-karya Eko Nugroho yang sudah ada sebelumnya, lalu kami gabungkan dengan ciri khas clothing line kami,” ujar Inneke Margarethe, salah satu desainer di Major Minor. Kolaborasi ini ditampilkan perdana di panggung Jakarta Fashion Week 2016 pada Oktober 2015.

“Karena proyek ini proyek sampingan, jadi otomatis intensitas waktu yang saya habiskan tidak sejauh dengan saat saya terlibat dalam proyek syal dengan Louis Vuitton. Memang berbeda, karena intensitas kerja sama dengan LV lebih dalam,” ujar Eko Nugroho menanggapi proses singkat yang ia lalui dengan Major Minor.

Dalam waktu yang relatif singkat itu, Major Minor mencoba menerjemahkan karya-karya Eko yang dikenal dengan pola berulang, topeng, serta makhluk mitologikal dalam bordir, kerancang, dan payet pada outfit mereka yang mengambil inspirasi dari kedalaman samudera. Major Minor mencoba menyemarakkan koleksi mereka dengan motif sisik ikan Eko Nugroho yang khas serta makhluk-makhluk hibridanya pada koleksi mereka yang memiliki siluet tegas dan asimetris. “Baik Eko Nugroho maupun Major Minor sama-sama memiliki identitas yang kuat sehingga tidaklah mudah untuk menyamakan dan menggabungkan keduanya,” ujar Inneke Margarethe, salah satu perancang Major Minor, mengomentari tantangan yang harus dihadapi Major Minor.

Motif sisik ikan Eko Nugroho ini ada pada sebagian besar outfit. Pada waistcoat asimetris, bagian atasan berbahan sifon maupun sutera, hingga dress dengan kerah V yang didominasi warna monokromatik. Pada venus top dan venus pants, motif sisik ikan ini hadir dengan warna hitam dan putih, mengesankan gaya kasual sekaligus memiliki sentuhan feminin. Motif yang mengingatkan kita pada mural Eko Nugroho yang mengiasi lounge OHD Museum di kota Magelang ini tertuang pada material sifon, organdi, dan sutera yang elegan. Sementara pada pearl dress yang menjadi bagian dari koleksi Major Minor Maha, terdapat goresan tangan khas Eko Nugroho dengan gambar sulur tanaman yang membingkai mata manusia di atas rok terusan berbahan sifon dengan warna putih cemerlang itu.

Selanjutnya, seakan ingin mengulangi kesuksesan karya Republik Tropis-nya dengan Louis Vuitton, Eko Nugroho dan Major Minor menyajikan tiga model scarf berbahan silk lembut yang dijual terbatas. Gambar yang tertuang pada scarf yang masih-masing kategorinya dinamai celtic green, asian magenta serta black aberdeen ini juga merupakan printing dari karya mural Eko yang pernah menuai respon positif.

Kurang lama dan intensnya proses kolaborasi ini nyatanya tak terlalu berdampak pada koleksi yang ada. Signature dan Maha – dua nama koleksi yang diciptakan Major Minor ini – tetap menyuguhkan tampilan cukup menarik. Dengan potongan edgy, benturan antara sisi feminin dan karakter maskulin dari karya-karya street art Eko Nugroho, menghasilkan sinergi kontradiktif yang menantang penggemar fashion.

Sekalipun kolaborasi ini memiliki tantangan yang cukup besar bagi keduanya, baik Eko Nugroho dan Major Minor sama-sama mengakui bahwa kolaborasi ini merupakan pengalaman yang menarik. Sebagai awal dari petualangan antara dua pihak yang masih saling meraba satu sama lain, koleksi lain yang mampu menggebrak, mendebarkan, dan mengejutkan dengan kedalaman makna yang lebih baik, akan sangat layak ditunggu.

Khairunnisa Nabbila, dimuat di Majalah Sarasvati, 1 Desember 2015